Slawi, Warta NU Tegal
Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Tegal menggelar Majelis Dzikir Pergerakan “Jumat Pahing” perdana di Graha IKA PMII Tegal, Jalan Merapi Dukuhwringin, Slawi, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun tradisi selapanan sekaligus mempererat ukhuwah antaralumni PMII dan warga nahdliyin di Kabupaten Tegal.
Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa ke-NU-an. Kegiatan dipandu oleh Fathurrokhman selaku pembawa acara, dilanjutkan pembacaan doa, dzikir, dan tahlil yang dipimpin M. Bahrudin Yasin. Sejumlah alumni PMII lintas generasi tampak hadir mengikuti kegiatan hingga selesai.
Ketua IKA PMII Kabupaten Tegal, Muslikhun mengatakan pihaknya bersyukur karena kegiatan perdana Majelis Dzikir Pergerakan dapat terlaksana dengan lancar dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah kegiatan perdana Majelis Dzikir Pergerakan Jumat Pahing berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan antaralumni PMII,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan rutin tersebut menjadi ruang silaturahim sekaligus penguatan spiritual bagi para alumni PMII di Kabupaten Tegal.
“Kami ingin membangun tradisi berkumpul yang tidak hanya bernilai organisatoris, tetapi juga memperkuat dzikir, ukhuwah, dan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah,” katanya.
Muslikhun menegaskan bahwa IKA PMII Kabupaten Tegal siap menjalankan arahan organisasi tingkat pusat maupun wilayah terkait penguatan struktur kelembagaan alumni.
“Kami sedang mempersiapkan pembentukan 18 PAC IKA PMII se-Kabupaten Tegal sebagaimana arahan PB IKA PMII dan PW IKA PMII Jawa Tengah,” tuturnya.
Ia berharap pada bulan Agustus mendatang seluruh kepengurusan PAC IKA PMII di tingkat kecamatan sudah terbentuk dan dapat segera dilantik secara resmi.
“Mudah-mudahan Agustus nanti seluruh PAC IKA PMII sudah terbentuk sehingga bisa dilaksanakan pelantikan secara bersama-sama,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan agenda peresmian Graha IKA PMII Tegal sebagai pusat aktivitas alumni dan kader PMII di Kabupaten Tegal.
“Graha IKA PMII ini kami harapkan menjadi rumah bersama bagi alumni dan kader PMII untuk berdiskusi, berkhidmah, dan memperkuat gerakan organisasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Saiful Bahri menyampaikan pentingnya sinergi antara PMII, alumni PMII, dan seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama.
“PMII dan alumninya harus terus bersinergi dengan NU karena kader PMII pada hakikatnya adalah kader Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Menurutnya, kader PMII memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“PMII harus menjadi garda depan dalam menjaga dan menguatkan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,” katanya.
Ia menilai keberadaan alumni PMII sangat penting dalam mendukung penguatan kaderisasi di lingkungan NU, baik di Ansor, Fatayat, IPNU, maupun IPPNU.
“Banyak kader PMII yang hari ini berkhidmah di badan otonom NU. Karena itu sinergi organisasi harus terus diperkuat,” tuturnya.
Saiful berharap kegiatan Majelis Dzikir Pergerakan dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai media mempererat ukhuwah antaralumni dan warga nahdliyin.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mempertemukan alumni dalam suasana dzikir, silaturahim, dan semangat perjuangan organisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan PMII yang berpijak pada tradisi intelektual, keislaman, dan kebangsaan.
“PMII harus tetap hadir menjadi bagian dari solusi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” tandasnya.
Ketua Mabincab PC PMII Tegal, Maadah mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan peran organisasi dalam mendukung kebutuhan kader dan mahasiswa PMII di Kabupaten Tegal.
“Kebutuhan kader dan adik-adik mahasiswa PMII harus terus diakomodasi agar proses kaderisasi berjalan maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, PC PMII Tegal memiliki posisi strategis sebagai organisasi kader mahasiswa Islam yang harus terus diperkuat secara kelembagaan maupun program kerja.
“PMII menjadi garda depan gerakan mahasiswa Islam di Kabupaten Tegal sehingga perlu dukungan bersama,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengusulkan sejumlah program untuk mendukung pengembangan organisasi dan peningkatan kapasitas kader PMII.
“Kami sedang menyiapkan beberapa program penguatan organisasi dalam waktu dekat demi mendukung aktivitas kader PMII,” tuturnya.
Maadah berharap semangat kebersamaan antara alumni dan kader PMII terus terjaga sehingga organisasi tetap mampu melahirkan kader-kader intelektual nahdliyin yang berkualitas.
“Kolaborasi alumni dan kader harus terus dirawat agar PMII tetap melahirkan generasi muda yang kritis, religius, dan cinta Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Kegiatan Majelis Dzikir Pergerakan “Jumat Pahing” tersebut ditutup dengan musyawarah pembentukan PAC IKA PMII se-Kabupaten Tegal dan rencana peresmian Graha IKA PMII Tegal. Tradisi dzikir, silaturahim, dan penguatan organisasi yang dibangun melalui kegiatan itu menjadi bagian penting dalam merawat nilai-nilai perjuangan PMII dan tradisi ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah di Kabupaten Tegal.
Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino












