Warta  

Jelang Muktamar NU ke-34 Jombang, LTN PCNU Kabupaten Tegal Gelar Podcast Kebangsaan Bahas Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi Umat

Avatar photo
Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Tegal menggelar podcast bertajuk "Rekomendasi Kebangsaan Muktamar NU ke-34: Perspektif Pendidikan dan Ekonomi" pada Senin (13/7/2026) malam di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 di Jombang, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Tegal menggelar podcast bertajuk “Rekomendasi Kebangsaan Muktamar NU ke-34: Perspektif Pendidikan dan Ekonomi” pada Senin (13/7/2026) malam di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Kegiatan yang diproduksi oleh Tim Kreatif LTN PCNU Kabupaten Tegal tersebut menghadirkan ruang dialog mengenai kontribusi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat kebangsaan melalui sektor pendidikan dan ekonomi.

Podcast yang dipandu jurnalis Masykuri, dari Tegalraya.com ini menghadirkan dua narasumber, yakni Eko Wahyudi, Ketua HIPSI Kabupaten Tegal sekaligus Direktur CV Sugihbareng “Genteng Sokka”, serta Tahmid, Sekretaris Badan Koordinasi LPQ Kecamatan Jatinegara sekaligus Pemimpin Redaksi Warta NU Tegal. Keduanya menyampaikan pandangan mengenai rekomendasi kebangsaan yang diharapkan menjadi bagian dari semangat Muktamar NU ke-34.

Ketua HIPSI Kabupaten Tegal Eko Wahyudi menilai Muktamar NU ke-34 merupakan momentum strategis untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus memperkokoh peran warga Nahdlatul Ulama dalam membangun kemandirian ekonomi.

“Muktamar NU Jombang ke-34 adalah momentum kebangsaan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dari perspektif ekonomi, warga NU telah lama menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.

Menurut Eko, kekuatan ekonomi warga NU tumbuh dari budaya gotong royong dan semangat kemandirian yang diwariskan para ulama.

“Banyak pesantren berkembang karena didukung kemandirian ekonomi masyarakat. Begitu pula berdirinya berbagai fasilitas milik NU, seperti gedung organisasi hingga Klinik Pratama NU MWCNU Jatinegara. Semua lahir dari semangat kebersamaan dan khidmah kepada jam’iyah,” tuturnya.

Ia mengaku masih terus belajar kepada para kiai dan sesepuh NU dalam memahami nilai-nilai perjuangan organisasi.

“Saya masih belajar kepada para masyayikh dan para kiai. Dari beliau-beliau inilah kita memahami bahwa membangun ekonomi bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” katanya.

Baca Lainnya  H. Ahmad Muhdzir: Verifikasi dan Validasi Jadi Kunci Agar Insentif Pengajar Keagamaan Tepat Sasaran dan Akuntabel

Eko menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi warga NU tidak dapat dipisahkan dari pendidikan karakter yang diwariskan para ulama.

“Kemandirian ekonomi warga NU merupakan hasil pendidikan para ulama yang mengajarkan bekerja keras, menjaga tradisi, mencintai lingkungan, serta membangun peradaban bangsa melalui usaha yang halal dan bermanfaat,” ungkapnya.

Menutup penyampaiannya, Eko berharap Muktamar NU ke-34 menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga NU di tengah perkembangan teknologi modern.

“Mari kita pertahankan nilai kemandirian ekonomi Nahdliyin di era globalisasi dan kecerdasan buatan. Semoga Muktamar NU ke-34 berjalan lancar, sukses, dan semakin menguatkan peran NU dalam membangun kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Koordinasi LPQ Kecamatan Jatinegara sekaligus Pemimpin Redaksi Warta NU Tegal Tahmid, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama peradaban yang telah diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama sejak masa awal.

“Tradisi mengaji di TPQ, membaca Al-Qur’an, dan pendidikan keagamaan merupakan warisan berharga para ulama NU yang hingga hari ini tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Muktamar NU selalu menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pendidikan umat yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Pendidikan NU harus terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai bangsa, serta mampu menjawab tantangan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya,” tuturnya.

Tahmid juga menekankan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan NU, mulai dari TPQ, madrasah, pesantren hingga sekolah dan perguruan tinggi, memiliki peran penting dalam membangun karakter kebangsaan.

“Peradaban bangsa Indonesia pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang hari ini kita bangun bersama. Karena itu, lembaga pendidikan NU harus terus diperkuat dan diberdayakan,” katanya.

Baca Lainnya  Antisipasi Bencana, Lazisnu PCNU Kabupaten Tegal Perkuat Bagana dengan Peralatan Senilai Rp54 Juta

Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan Muktamar NU ke-34 serta terus menguatkan khidmah di bidang pendidikan.

“Semoga Muktamar NU di Jombang berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi umat, bangsa, serta kemajuan lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama,” harapnya.

Menutup podcast, Tahmid mengingatkan kembali pesan almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang pentingnya berkhidmah kepada organisasi.

“Sebagaimana pesan Gus Dur, jangan bertanya apa yang diberikan NU kepada kita, tetapi bertanyalah apa yang sudah kita berikan kepada NU. Dengan semangat itulah kita terus mengabdi melalui pendidikan, dakwah, ekonomi, dan berbagai bidang kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Warta NU Tegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *