Warta  

Ketua MWCNU Jatinegara H. M. Ramdhan Dorong Pengurus NU Menjadi Teladan dalam Gerakan KOIN NU

Avatar photo
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, H. M. Ramdhan.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menggelar Pengajian Rutin/Mudzakarah yang berlangsung di Masjid Nurul Huda, Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Ahad Pahing (19/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Kecamatan Jatinegara, GP Ansor, Satkoryon Banser, IPNU-IPPNU, serta pengurus Muslimat dan Fatayat NU se-Kecamatan Jatinegara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, H. M. Ramdhan, menyampaikan sosialisasi Gerakan KOIN NU dengan pendekatan dialog interaktif. Suasana hangat penuh canda membuat para jamaah antusias mengikuti ajakan untuk membangun kemandirian ekonomi jam’iyah melalui infak harian yang dilakukan secara istiqamah.

Mengawali penyampaiannya, H. M. Ramdhan mengajak jamaah berdialog mengenai kebiasaan mengisi Kaleng KOIN NU di rumah masing-masing. Menurutnya, nominal infak bukanlah ukuran utama, melainkan konsistensi dalam bersedekah.

“Akeh ya, sing penting katah, nggih. Ibu punya Kaleng KOIN NU? Punya. Diisi setiap hari? Nggih, setiap hari. Ngisinya mboten napa-napa, sing penting ngisi. Seribu, dua ribu, lima ribu, insyaallah berkah,” ujarnya disambut senyum para jamaah.

Ia kemudian menjelaskan bahwa infak kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan hasil yang besar ketika dikumpulkan secara bersama-sama. Dari pengalaman di lapangan, satu kaleng KOIN NU yang diisi secara rutin mampu menghasilkan puluhan ribu rupiah setiap bulan tanpa terasa memberatkan.

“Kaleng yang dibuka setiap bulan ada yang berisi Rp20 ribu, Rp25 ribu sampai Rp35 ribu. Mungkin kelihatannya sedikit, tetapi karena dilakukan setiap hari akhirnya menjadi besar dan bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

H. M. Ramdhan juga menekankan bahwa kekuatan Gerakan KOIN NU bukan hanya terletak pada besarnya nominal, tetapi pada semangat istiqamah seluruh warga Nahdliyin dalam berinfak.

Baca Lainnya  MWCNU Jatinegara Matangkan Pelantikan dan Harlah Klinik, Perkuat Khidmah Organisasi dan Layanan Umat

“Yang perlu dicontoh adalah istiqamahnya. Jangan melihat besar kecilnya isi kaleng, tetapi kebiasaan baik mengisinya setiap hari. Itulah yang menjadi kekuatan KOIN NU,” katanya.

Dalam dialog tersebut, ia juga mengingatkan agar para pengurus NU menjadi teladan bagi masyarakat. Menurutnya, akan kurang tepat apabila pengurus mengajak warga berinfak, sementara dirinya sendiri belum memiliki Kaleng KOIN NU di rumah.

“Jangan sampai pengurus mengajak masyarakat berinfak, tetapi pengurusnya sendiri tidak punya Kaleng KOIN NU. Kita harus memberi contoh terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain,” tegasnya.

Kepada perwakilan Fatayat NU Ranting Capar, H. M. Ramdhan memberikan apresiasi atas peran aktif kader muda NU dalam menggerakkan program KOIN NU hingga ke tingkat keluarga dan RT.

“Motornya KOIN NU Cabang itu dari Fatayat. Mereka yang mengedarkan kaleng ke rumah-rumah, mendata setiap RT, lalu setiap bulan kembali mengambil kaleng saat penarikan. Ini kerja luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Ia menilai sinergi antara Muslimat, Fatayat, dan seluruh badan otonom NU menjadi modal penting dalam memperkuat kemandirian organisasi. Menurutnya, keberhasilan program tidak akan tercapai tanpa kerja sama seluruh unsur jam’iyah.

“Kalau semua bergerak bersama, insyaallah hasilnya akan besar. KOIN NU bukan sekadar mengumpulkan uang, tetapi membangun budaya gotong royong dan kepedulian warga Nahdliyin,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, H. M. Ramdhan juga menyampaikan bahwa beberapa ranting NU di Kecamatan Jatinegara telah menunjukkan hasil yang menggembirakan melalui pengelolaan KOIN NU yang konsisten.

“Ada ranting yang mampu mengumpulkan hingga puluhan juta rupiah. Setorannya memang sedikit-sedikit, tetapi karena istiqamah akhirnya menjadi besar. Yang penting kewajiban dijalankan setiap hari, hasilnya nanti Allah yang melipatgandakan,” katanya.

Baca Lainnya  Terbang Jawa Menggema, Obor Menyala Sambut Tahun Baru Hijriah 1448 H di Slaranglor

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Ranting NU Capar dan sejumlah ranting lain yang dinilai aktif melaksanakan program KOIN NU serta rutin melaporkan perkembangan pengumpulan infak melalui forum komunikasi pengurus.

“Ranting Capar luar biasa. Semangat seperti ini perlu terus dipertahankan agar manfaat KOIN NU semakin dirasakan oleh masyarakat dan mampu mendukung berbagai program sosial-keagamaan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Menutup sambutannya, H. M. Ramdhan mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menjadikan KOIN NU sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah masing-masing. Menurutnya, kebiasaan berinfak setiap hari merupakan ikhtiar sederhana yang akan melahirkan kekuatan besar bagi kemaslahatan umat dan kemandirian organisasi.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah. Semoga KOIN NU terus menjadi wasilah memperkuat pelayanan NU kepada umat dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Nahdliyin,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *