Jatinegara, Warta NU Tegal
Keluarga Besar Bani Kiai Kasnari menggelar rangkaian kegiatan ziarah dan halal bihalal pada hari pertama Idulfitri, Sabtu (21/3/2026), di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan keluarga dalam menjaga silaturahmi sekaligus mendoakan para leluhur yang telah wafat.
Nuansa religius dan kekeluargaan terasa kental sejak awal hingga akhir rangkaian acara yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga besar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur keluarga.
Keluarga mengunjungi makam Kiai Dakhlan, Nyai Sopiyah sebagai salah tokoh sesepuh keluarga bersamaan dengan ziarah ke makam Ibu Wakilah, Ibu Kamah, Ibu Jaitun yang berada di kompleks pemakaman sesepuh keluarga di Dukuh Sampe.
Di lokasi tersebut, keluarga bersama-sama memanjatkan doa dan tahlil untuk para leluhur.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi ziarah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Setelah selesai ziarah, keluarga besar melanjutkan kegiatan menuju kediaman Ustadz H. Imron.
Lokasi rumah berada di Dukuh Krajan RT 01/02 Desa Sitail.
Kediaman tersebut menjadi titik kumpul utama seluruh anggota keluarga.
Keluarga yang hadir berasal dari berbagai wilayah, seperti Cikura, Lebakwangi, dan Sitail.
Kehadiran lintas wilayah ini menambah semarak suasana kebersamaan keluarga.
Seluruh anggota keluarga, mulai dari anak, menantu, cucu hingga cicit turut hadir.
Momentum halal bihalal dimanfaatkan untuk saling bersalaman dan bermaaf-maafan.
Setiap anggota keluarga saling berjabat tangan sebagai simbol membersihkan hati.
Ungkapan permohonan maaf disampaikan dengan penuh keikhlasan.
Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan keluarga besar.
Setelah prosesi saling memaafkan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah.
Keluarga tampak bercengkrama dan saling berbagi cerita.
Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam setiap percakapan.
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antar generasi.
Selanjutnya, keluarga menikmati hidangan makan bersama.
Makan bersama menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat silaturahmi.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama keluarga besar Bani Kiai Kasnari.
Seluruh anggota keluarga tampak antusias mengabadikan momen kebersamaan tersebut.
Dalam tradisi ke-NU-an, kegiatan ziarah dan halal bihalal ini merupakan bagian dari amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah yang mengajarkan pentingnya doa kepada leluhur dan menjaga silaturahmi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga besar Bani Kiai Kasnari senantiasa diberikan keberkahan, kerukunan, serta kekuatan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi yang diwariskan para ulama.
Editor : Tahmid












