Warta  

Halal Bihalal dan Raker DPW LASQI Jateng, Perkuat Syiar Qasidah dan Siapkan Festival Tingkat Provinsi

Avatar photo
Pengurus DPW LASQI Jawa Tengah yang dipimpin oleh KMT Hj. Siti Maryani Setyaningtyas, beserta jajaran, melakukan sesi foto bersama dengan para Ketua dan pengurus DPD LASQI Kabupaten/Kota, yaitu Ketua DPD LASQI Kabupaten Tegal H. Khujatul Islam, Ketua DPD LASQI Kabupaten Brebes Sartono, serta Ketua DPD LASQI Solo KMT Hj. Roch Mulyani Arumingtyas, pada Jumat, (3/4/2026).

Solo, Warta NU Tegal

Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPW LASQI) Jawa Tengah menggelar Halal Bihalal 1447 H yang dirangkaikan dengan rapat kerja, pada Jumat (3/4/2026), bertempat di Kantor Sekretariat DPW LASQI Jawa Tengah, Jalan Baturan Raya Nomor 6, Kota Surakarta (Solo).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar pengurus serta menyusun langkah strategis pengembangan seni qasidah di Jawa Tengah.

Acara, dihadiri para alim ulama, sesepuh LASQI, serta jajaran pengurus DPW dan DPC se-Jawa Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW LASQI Jawa Tengah KMT Hj. Siti Maryani Setyaningtyas, beserta jajaran, Ketua DPD LASQI Kabupaten Tegal H. Khujatul Islam, Ketua DPD LASQI Kabupaten Brebes Sartono, serta Ketua DPD LASQI Kota Surakarta KMT Hj. Roch Mulyani Arumingtyas.

Selain sebagai ajang halal bihalal, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi organisasi dalam rangka mempersiapkan berbagai program strategis, khususnya Festival LASQI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua DPW LASQI Jawa Tengah, KMT Hj. Siti Maryani Setyaningtyas menyampaikan pentingnya menjadikan momen halal bihalal sebagai sarana memperkuat kebersamaan.

“Salam seni, salam budaya. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para alim ulama, sesepuh, serta seluruh pengurus LASQI se-Jawa Tengah dalam forum yang penuh keberkahan ini,” ungkapnya.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi ruang untuk saling memaafkan, meneguhkan silaturahmi, dan menyegarkan kembali niat pengabdian kita,” lanjutnya.

Menurutnya, seni qasidah memiliki peran penting dalam dakwah Islam yang menyejukkan dan membangun karakter umat.

“Qasidah bukan sekadar lagu, melainkan jembatan dzikir dan seni yang mampu merawat akhlak generasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, LASQI harus mampu menjadi wadah yang relevan bagi generasi muda.

Baca Lainnya  Bupati Tegal Tekankan Peran Strategis Pendamping Desa, Dorong Tata Kelola Transparan dan Akuntabel

“LASQI Jawa Tengah ingin terus menjadi rumah bagi suara-suara muda yang membawakan puji-pujian dengan mutu, adab, dan kreativitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat kualitas dan sinergi organisasi.

“Kita perlu menjaga kualitas vokal dan syiar qasidah agar tetap berdaya saing dan bernilai dakwah,” katanya.

Selain itu, kolaborasi antar daerah dinilai menjadi kunci dalam memperluas jangkauan syiar seni Islami.

“Melalui kolaborasi antardaerah, kita bisa saling menguatkan dan memperkaya khazanah seni qasidah di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui latihan yang terarah.

“Kegiatan latihan bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kedisiplinan anggota,” jelasnya.

Menutup sambutannya, ia berharap seluruh program LASQI dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga langkah kecil kita hari ini menjadi lantunan berkah yang membawa manfaat bagi umat,” pungkasnya.

Rapat kerja yang dilaksanakan setelah halal bihalal membahas sejumlah agenda penting, di antaranya persiapan Festival LASQI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Beberapa cabang lomba yang akan dipertandingkan meliputi lomba qasidah, hadroh Al-Habsyi, bintang vokalis, serta fashion Islami.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ajang pembinaan sekaligus apresiasi bagi para pelaku seni Islami di Jawa Tengah.

Melalui forum ini, DPW LASQI Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan seni qasidah sebagai media dakwah yang santun dan berbudaya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, LASQI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi seni Islami di tengah masyarakat.

Halal bihalal dan rapat kerja ini pun menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus menyongsong berbagai program ke depan yang lebih progresif dan berdampak luas.

Baca Lainnya  Shanti Alda Natalia Tinjau Bencana Tanah Bergerak Padasari, Dorong Relokasi dan Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Editor : Tahmid
Kontributor : Sohib Al Wafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *