Jatinegara, Warta NU Tegal
Acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI SD Negeri Penyalahan 02 berlangsung khidmat dan meriah di halaman sekolah pada Rabu (3/6/2026). Pada tahun ajaran 2025/2026, SD Negeri Penyalahan 02 berhasil meluluskan 23 siswa-siswi yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wali murid, Kepala Desa Penyalahan H. Khudori, Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Jatinegara Susanto, Ketua Komite Sekolah Moh. Soleh, serta anggota DPRD Kabupaten Tegal Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang diwakili oleh suaminya, Eko Wahyudi selaku Ketua HIPSI Kabupaten Tegal. Acara ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan sebagai bentuk pelepasan peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Dalam sambutannya, Ketua HIPSI Kabupaten Tegal Eko Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
“Pendidikan formal maupun nonformal merupakan modal penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memberikan perhatian yang serius terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurut Eko, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat menuntut lembaga pendidikan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan.

“Sekolah tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan akademik. Lembaga pendidikan juga harus mampu membangun karakter, kreativitas, serta kemampuan adaptasi peserta didik terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat,” katanya.
Ia menilai bahwa penguatan pendidikan berbasis kebudayaan lokal menjadi salah satu strategi yang relevan untuk diterapkan di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kurikulum yang memanfaatkan potensi desa, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya masyarakat akan membantu peserta didik memahami lingkungan mereka sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerahnya sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko berharap lulusan SD Negeri Penyalahan 02 dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang.
“Anak-anak yang hari ini dilepas adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus dibekali ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan penuh optimisme,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Penyalahan 02, Suharto, menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
“Kelulusan bukan akhir dari perjalanan kalian, tetapi justru menjadi awal untuk menapaki masa depan. Dalam perjalanan itu tentu akan ada tantangan, hambatan, bahkan kegagalan. Namun orang-orang sukses adalah mereka yang mampu bangkit dan belajar dari setiap kegagalan,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa menjaga akhlak dalam setiap langkah kehidupan karena keberhasilan akan lebih bermakna apabila disertai karakter yang baik.
“Jagalah hati dan akhlak kalian. Kepintaran akan lebih dihargai apabila didasari dengan akhlak yang mulia. Hormati orang tua dan hargai guru-guru yang telah mendampingi kalian dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” pesannya.
Menutup sambutannya, Suharto mengajak seluruh siswa untuk terus bermimpi, belajar, dan berjuang meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Selamat menempuh perjalanan baru. Teruslah bermimpi, terus berjuang, dan jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” katanya.
Acara perpisahan tersebut menjadi momentum penuh makna bagi seluruh keluarga besar SD Negeri Penyalahan 02. Dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta dukungan orang tua dan guru, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan, sebagaimana nilai-nilai pendidikan yang selama ini ditanamkan oleh sekolah dan masyarakat.
Editor: Tahmid












