Tasyakuran Kelulusan SMA Ma’arif NU Jatinegara, Tanamkan Akhlak dan Restu Orang Tua

Avatar photo
Acara Khotmil Qur’an bersama Santriyah Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an dalam rangkaian kegiatan Tasyakuran Kelulusan Kelas XII SMA Ma'arif NU Jatinegara Tahun Pelajaran 2025/2026, yang dilaksanakan pada Selasa malam Rabu, (5/5/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

SMA Ma’arif NU Jatinegara menggelar rangkaian kegiatan Tasyakuran Kelulusan Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Selasa-Rabu (5-6/5/2026) di halaman SMA Ma’arif NU Jatinegara.

Kegiatan diawali dengan festival seni antarkelas, dilanjutkan khotmil Qur’an bersama santri Pondok Pesantren Syafaatul Qur’an pada Selasa malam, serta puncak acara tasyakuran kelulusan pada Rabu pagi.

Kepala SMA Ma’arif NU Jatinegara, Ismatul Afwah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas XII tahun ini.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama bersyukur atas kelulusan putra-putri kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di SMA Ma’arif NU Jatinegara.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan kelas XII, semoga sukses dalam melanjutkan perjalanan kehidupan,” katanya.

Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater.

“Jagalah nama baik sekolah, keluarga, dan Nahdlatul Ulama di mana pun kalian berada,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memohon maaf kepada seluruh wali murid.

“Kami mewakili keluarga besar SMA Ma’arif NU Jatinegara memohon maaf apabila selama mendidik masih banyak kekurangan,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa para siswa kini kembali menjadi tanggung jawab orang tua.

“Hari ini kami kembalikan anak-anak kepada bapak ibu orang tua untuk melanjutkan bimbingan dan pendampingan,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan tidak berhenti setelah siswa lulus sekolah.

“Perjalanan pendidikan anak-anak masih panjang dan membutuhkan doa serta dukungan orang tua,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah dalam kehidupan.

“Ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa keberkahan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia mendoakan seluruh lulusan agar meraih masa depan terbaik.

“Semoga anak-anak semua menjadi generasi yang sukses, berilmu, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Lainnya  UNWAHAS Perkuat Sinergi dengan PC Pergunu Kabupaten Tegal, Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Kader Nahdliyin

Sementara itu, penceramah Ustadz Noval Badalamah dalam tausiyahnya menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak.

“Baik buruknya seorang anak sangat dipengaruhi oleh didikan orang tua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa rumah menjadi madrasah pertama bagi anak-anak.

“Orang tua adalah guru pertama sebelum anak mengenal pendidikan di sekolah,” katanya.

Menurutnya, pendidikan akhlak harus dimulai sejak dini.

“Akhlak yang baik harus ditanamkan sejak kecil agar menjadi karakter,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua.

“Anak akan lebih mudah meniru perbuatan daripada sekadar mendengar nasihat,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan pergaulan anak.

“Lingkungan yang baik akan membantu membentuk pribadi yang baik pula,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak para siswa untuk selalu menghormati orang tua dan guru.

“Jangan pernah melupakan jasa orang tua dan guru yang telah mendidik kalian,” pesannya.

Ia berharap para lulusan terus menjaga semangat belajar.

“Kelulusan bukan akhir, tetapi awal untuk menapaki masa depan yang lebih luas,” katanya.

Ia menutup tausiyah dengan ajakan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Dekatlah kepada Allah, karena keberhasilan sejati lahir dari keberkahan hidup,” pungkasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Amirin Soleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *