Bojong, Warta NU Tegal
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Desa Lengkong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (27–28/6/2026), berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya digelar sebagai wujud syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sunatan massal pada Sabtu siang, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an 30 juz dan penampilan Hadroh Nurul Hidayah Lengkong pada malam harinya. Memasuki Ahad pagi, kegiatan semakin meriah dengan pawai ta’aruf, lomba musikalisasi musik alat dapur, santunan, mau’idzah hasanah, hingga pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.
Ketua Muslimat NU Ranting Desa Lengkong, Hj. Murhikmah, mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat persaudaraan di lingkungan masyarakat.
“Muharam adalah bulan penuh keberkahan. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum memperbanyak amal saleh, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah warga,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Muslimat NU, Fatayat NU, badan otonom, majelis taklim, serta masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Ia berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda bersama yang memberikan manfaat bagi umat.
“Semua kegiatan terselenggara berkat kebersamaan. Inilah kekuatan Nahdlatul Ulama yang selalu mengedepankan persatuan dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Hj. Murhikmah menjelaskan bahwa selain kegiatan keagamaan, panitia juga menghadirkan berbagai perlombaan sebagai media dakwah yang kreatif dan edukatif. Salah satunya adalah Lomba Musikalisasi Musik Alat Dapur yang mengajak peserta menampilkan kreativitas dengan memanfaatkan peralatan rumah tangga sebagai instrumen musik.
“Kami ingin menghadirkan syiar Islam yang menggembirakan, sehingga seluruh kalangan dapat ikut berpartisipasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, pemerintah desa, majelis taklim, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga seluruh rangkaian peringatan Tahun Baru Islam ini menjadi amal ibadah, mempererat silaturahim, serta membawa keberkahan bagi Desa Lengkong dan seluruh warga,” pungkasnya.
Panitia menyusun rangkaian acara secara sistematis, dimulai dari registrasi peserta, pawai ta’aruf, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Nahdliyah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, Mars Fatayat, Syair 1 Muharam, sambutan para tokoh, santunan, Mau’idzah Hasanah, doa penutup, hingga pembagian hadiah lomba.
Dalam Lomba Musikalisasi Musik Alat Dapur, dewan juri menetapkan tiga aspek penilaian utama, yaitu kekompakan kostum dan kreativitas, kekompakan bunyi musik dari alat-alat dapur, serta keutuhan formasi peserta. Setiap regu terdiri atas 27 orang, yakni satu pemimpin barisan, sepuluh pemain musik alat dapur, dan enam belas peserta pengiring dengan mengenakan kostum badan otonom Nahdlatul Ulama.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Majelis Ta’lim Roudlatul Jannah berhasil meraih Juara I dengan nilai 825, disusul Majelis Ta’lim Riyadul Jannah sebagai Juara II dengan nilai 800, dan Majelis Ta’lim Nurul Hikmah 2 sebagai Juara III dengan nilai 793.
Sementara itu, kategori Harapan diraih oleh Majelis Ta’lim Nurul Hidayah sebagai Harapan I dengan nilai 768, Majelis Ta’lim Cahaya Hasbana sebagai Harapan II dengan nilai 740, serta Majelis Ta’lim Darul Istiqamah sebagai Harapan III dengan nilai 735.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Desa Lengkong menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan Nahdlatul Ulama yang tidak hanya aktif dalam bidang keagamaan, tetapi juga terus mengembangkan kegiatan sosial, pendidikan, seni budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Editor: Tahmid












