Jatinegara, Warta NU Tegal
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banser Ranting Argatawang kembali menggelar rutinan selapanan pada Jumat malam Sabtu (10/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sahabat Banser Moh. Umar, Desa Argatawang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menjadi sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan spiritualitas, sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjalankan tugas-tugas kebanseran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, tahlil dan doa bersama, kemudian ditutup dengan diskusi keorganisasian serta ramah tamah.
Kasatkorkel Banser Argatawang, Kiai Nurrofiq, menegaskan bahwa menjadi anggota Banser bukan sekadar mengenakan seragam, melainkan mengemban amanah pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama melalui pengorbanan yang nyata.
“Tugas Banser adalah tugas yang berkeringat. Kita hadir untuk menjaga, mengayomi, dan mengawal para kiai serta mengabdi kepada Nahdlatul Ulama dengan penuh keikhlasan. Pengabdian ini harus dilandasi niat ibadah dan semangat khidmah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rutinan selapanan memiliki nilai strategis dalam membangun kekompakan antarkader. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan secara istiqamah akan melahirkan kekuatan organisasi yang semakin kokoh.
“Ketika kita berkumpul, di situlah lahir kekuatan. Ibarat sapu lidi, satu batang mudah dipatahkan, tetapi ketika disatukan akan menjadi kuat. Begitu pula Banser, kekuatan lahir dari kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, Kiai Nurrofiq mengutip pesan para pembina bahwa kader Banser harus terus meningkatkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Sebagaimana kedelai yang dapat diolah menjadi berbagai makanan yang bermanfaat, kader Banser juga harus mampu memberi manfaat di mana pun berada. Selain itu, mahabbah atau rasa cinta akan tumbuh karena sering bertemu, saling mengenal, dan terus menjaga silaturahim dalam wadah organisasi,” tuturnya.
Editor : Tahmid












