Warta  

Bank Sampah Jadi Program Unggulan, PR Fatayat NU Kabunan Dukuhwaru Bangun Kemandirian Organisasi dan Kepedulian Lingkungan

Avatar photo
PR Fatayat NU Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, menguatkan gerakan peduli lingkungan melalui program Bank Sampah sebagai program unggulan tahun 2026. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi organisasi, Ahad (26/7/2026).

Dukuhwaru, Warta NU Tegal

Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal terus memperkuat gerakan peduli lingkungan melalui program Bank Sampah. Program yang menjadi unggulan kepengurusan periode 2026 ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi organisasi, Ahad (26/7/2026).

Program yang dikoordinasikan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup tersebut dipimpin oleh Siti Nurokti dan Aida Sofiyati. Melalui pengelolaan sampah bernilai ekonomis, Fatayat NU Kabunan berupaya menghadirkan gerakan yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga mendukung keberlangsungan berbagai program organisasi.

Ketua PR Fatayat NU Kabunan, Yuliyani, menegaskan bahwa Bank Sampah merupakan bentuk ikhtiar nyata Fatayat NU dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan. Menurutnya, organisasi perempuan NU harus mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian jam’iyah.

“Melalui Bank Sampah, kami mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk membiasakan memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, logam, dan berbagai jenis barang bekas lainnya. Gerakan kecil ini diharapkan menjadi budaya positif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun organisasi,” ujar Yuliyani.

Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan, ditimbang, dan dijual kepada pengepul setelah jumlahnya mencukupi. Selain kegiatan pengumpulan bersama, anggota juga diberi kesempatan menjual sampah secara mandiri, kemudian hasilnya disetorkan sebagai kontribusi untuk kas PR Fatayat NU Kabunan.

Menurut Yuliyani, dana yang diperoleh dari hasil pengelolaan Bank Sampah akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi. Dengan demikian, pembiayaan program tidak hanya bergantung pada iuran anggota, tetapi juga diperkuat melalui gerakan ekonomi berbasis kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Lainnya  Semangat Tak Surut Meski Hujan, Ansor Slaranglor Laksanakan Rutinan Rijalul Ansor

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program Bank Sampah merupakan salah satu keputusan penting dalam Rapat Kerja PR Fatayat NU Kabunan yang diselenggarakan pada 12 Juli 2026. Meski demikian, pelaksanaan program tersebut sejatinya telah dimulai sejak Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya masa khidmah kepengurusan baru.

“Semangat kami adalah menghadirkan Fatayat NU yang mandiri, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi ranting-ranting Fatayat NU lainnya dalam membangun organisasi yang berdaya melalui kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Yuliyani.

Editor : Tahmid
Kontributor: Sabit Rizkiatun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *