Berita  

Pekan Madaris XXVI Bojong: Bupati Tegal Tegaskan Madrasah Diniyah Pilar Pembentukan Karakter Generasi

Avatar photo
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Bojong di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Sabtu (08/08/2026).

Bojong, Warta NU Tegal

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Bojong di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah pengembangan potensi, kompetensi, dan karakter santri serta santriwati madrasah diniyah di Kecamatan Bojong dan sekitarnya.

Pekan Madaris XXVI juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara madrasah diniyah dan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Tegal yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ischak menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki posisi penting di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Pembangunan Kabupaten Tegal tidak hanya menyangkut infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” kata Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.

“Madrasah diniyah memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, keberadaan madrasah diniyah harus terus kita dukung dan kita apresiasi,” ujarnya.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan arus globalisasi, anak-anak kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Pendidikan agama menjadi benteng moral yang sangat penting agar generasi muda kita memiliki keimanan yang kokoh dan akhlak yang baik,” tutur Ischak.

“Madrasah diniyah selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mengajarkan sikap hormat kepada guru dan orang tua, serta membangun kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari para santri,” katanya.

“Pemerintah Kabupaten Tegal ingin memastikan bahwa perhatian terhadap pendidikan keagamaan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui dukungan yang nyata. Salah satunya melalui peningkatan insentif bagi para guru ngaji,” jelasnya.

Baca Lainnya  Kolaborasi Pemdes dan BUM Desa Sidapurna Hidupkan Kembali TPST melalui Program PKTD Clean Up Day

“Tahun 2026 insentif guru ngaji sudah bertambah menjadi Rp2 juta. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tegal untuk meningkatkan perhatian dan kesejahteraan para ustaz dan ustazah yang selama ini telah mengabdikan diri mendidik anak-anak kita,” ungkap Ischak.

“Selain meningkatkan besaran insentif, jumlah penerima juga ditargetkan bertambah. Dari sekitar 9.300 penerima, pada 2026 ditargetkan menjadi sekitar 10.500 orang,” paparnya.

“Dukungan anggaran untuk insentif guru ngaji juga meningkat, dari sekitar Rp18 miliar menjadi sekitar Rp21 miliar. Mudah-mudahan dukungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi para guru ngaji dalam menjalankan pengabdiannya,” lanjutnya.

“Pemerintah Kabupaten Tegal juga ingin terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para ustaz dan ustazah. Kita menyadari bahwa pengabdian mereka dalam mendidik generasi tidak ringan, sehingga sudah semestinya mendapatkan perhatian dan penghargaan,” kata Bupati.

Ischak juga mengapresiasi konsistensi DPAC FKDT Kecamatan Bojong yang selama puluhan tahun mampu menyelenggarakan Pekan Madaris dengan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, tidak bergantung kepada pemerintah daerah, kecamatan maupun desa. Ini merupakan bentuk gotong royong yang luar biasa dan patut kita apresiasi,” tegasnya.

“Kepada para santri dan santriwati, saya berpesan agar terus belajar, terus meningkatkan kemampuan, dan tetap menjaga akhlak. Jadikan ilmu agama dan akhlak sebagai bekal dalam meraih cita-cita serta menghadapi tantangan kehidupan,” pesan Ischak.

“Dalam mengikuti seluruh rangkaian Pekan Madaris, saya juga berpesan agar para santri menjunjung tinggi sportivitas. Yang kalah jangan menyerah, yang menang juga tidak boleh sombong. Tetap junjung sportivitas dan persaudaraan dalam setiap kegiatan,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *