Jatinegara, Warta NU Tegal
Sarasehan Yaumi ke-387 yang berlangsung di Masjid Nurul Huda, Dukuh Jlatong, Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis malam (20/8/2026), menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat kepedulian sosial melalui gerakan sedekah. Kegiatan tersebut dihadiri para alim ulama, kiai, ibu nyai, sepuh dan pinisepuh serta jajaran pemerintah dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Camat Jatinegara Haji Sugeng menyambut hangat kehadiran para tamu dan peserta Sarasehan Yaumi ke-387. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Yaumi Kabupaten Tegal dan seluruh masyarakat yang telah menjaga keberlangsungan gerakan sosial tersebut. Ia berharap sarasehan membawa keberkahan serta memperkuat persaudaraan antarelemen masyarakat.
“Para sedoyo ingkang kawulo mulyaken, kami ucapkan ahlan wasahlan bi durikum kepada jajaran Forkopimda, Forkopimcam, dari Pak Kapolsek sedoyo, dari tokoh pendidik, semua saja yang hadir pada malam hari ini. Saya sampaikan selamat datang, mudah-mudahan acara pada malam hari ini mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Haji Sugeng.
“Acara pada malam hari ini adalah Sarasehan Yaumi yang ke-387. Mudah-mudahan tamu yang pada hari ini hadir tidak ada yang kesasar, insyaallah. Kalau Pak Basit itu karena mantan Sekcam Jatinegara, hafal semua. Mana yang janda, mana yang perawan hafal semua ini,” katanya disambut suasana hangat jamaah.
“Ya, hafal ya. Mudah-mudahan untunge ora kecantol, Pak. Mudah-mudahan fiddunya wal akhirah panjang umur, dan mudah-mudahan beliau di Yaumi, mudah-mudahan semua saja mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin ya Rabbal Alamin,” lanjutnya.
“Desa Sumbarang, tapi Dukuh Jletong. Kadang-kadang kecelitut muni Jletong. Jletong artine apa? Tokoh masyarakat ora ngerti, ya? Jletong itu nama pedukuhan, sedangkan desanya bernama Sumbarang. Ini yang perlu kita pahami bersama,” ungkapnya.
“Tadi Staf Ahli menanyakan, Sumbarang itu artinya apa? Ya, sumbereng barang, Pak. Tapi dudu barange wong wadon. Sumbereng barang itu barangnya banyak sekali di sini. Barang-barang antik, ya. Mungkin para ulama, para kiai juga banyak di sini, insyaallah,” tutur Haji Sugeng dengan gaya khas yang mengundang senyum para hadirin.
“Dengan suasana seperti ini, mudah-mudahan selamat datang ini membawa keberkahan. Kami atas nama Camat Jatinegara sekali lagi mengucapkan jazakumullahu ahsanal jaza kepada jajaran Pengurus Yaumi atau Yayasan Amal Umat Islam di Kabupaten Tegal yang sampai sekarang sudah berumur 387 kali kegiatan,” katanya.
“Yaumi ini sudah tua sekali. Mudah-mudahan amalipun panjenengan setelah sekian lama melaksanakan kegiatan ini terus mendapatkan keberkahan. Kalau dihitung, kegiatan ini sudah berlangsung dalam waktu yang panjang. Semoga para pengurus dan seluruh yang terlibat senantiasa diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan sosial ini,” ujarnya.
“Untuk para pendiri yang telah mendahului kita, mari kita hadiahkan Al-Fatihah. Mudah-mudahan beliau semuanya mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan mendapatkan tempat min riyadhil jannah. Allahumma amin ya Rabbal Alamin,” tutur Haji Sugeng.
Ia menilai keberlangsungan Sarasehan Yaumi tidak terlepas dari kontribusi para pendiri, pengurus, jamaah, dan masyarakat yang secara konsisten menjaga tradisi sedekah serta kepedulian terhadap sesama.
“Demikian dari saya, dari Pemerintah Kecamatan Jatinegara. Terima kasih kepada semua saja yang hadir pada hari ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi bagian dari amal baik kita bersama,” katanya.
Menurut Haji Sugeng, Desa Sumbarang memiliki posisi strategis karena berada di wilayah paling ujung Kecamatan Jatinegara dan berdekatan dengan wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, serta Kabupaten Pemalang.
“Inilah desa yang terakhir, sebelahnya sudah Kecamatan Bojong dan Kabupaten Pemalang. Jadi kalau mingser sedikit, sudah Pemalang. Kalau ke arah sana, ada Gendoang, Kejenengan, Bojong. Wilayah ini memiliki hubungan yang sangat dekat meskipun secara administratif berada di wilayah kabupaten yang berbeda,” jelasnya.
“Jadi ini segitiga emas. Sumbarang, Sumbereng Barang, Kejenengan, Kudan, Gendoang. Ini sudah menjadi satu kesatuan, bukan sekadar wilayah yang berbatasan antarkabupaten, tetapi sudah menjadi saudara semuanya,” ungkapnya.
“Hubungan masyarakat di wilayah perbatasan seperti ini harus terus kita rawat. Walaupun berbeda desa, kecamatan, bahkan kabupaten, persaudaraan dan silaturahmi jangan sampai terputus. Justru kegiatan seperti Sarasehan Yaumi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan itu,” tegasnya.
“Karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Jatinegara yang telah memberikan sodaqah Yaumi. Apa yang diberikan mungkin terlihat kecil secara pribadi, tetapi ketika dikumpulkan bersama-sama menjadi kekuatan besar untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.
Haji Sugeng juga mengapresiasi semangat masyarakat Jatinegara yang turut mendukung gerakan Yaumi. Menurutnya, sedekah bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan sodaqah Yaumi yang telah diberikan oleh masyarakat Kecamatan Jatinegara menjadi amal yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan rezekinya ditambah, keluarganya diberikan kesehatan, dan kehidupannya penuh keberkahan,” harapnya.
“Terima kasih kepada semuanya yang telah hadir di Desa Sumbarang, khususnya Dukuh Jlatong. Mudah-mudahan pertemuan malam ini bukan hanya menjadi pertemuan biasa, tetapi menjadi pertemuan yang mempererat ukhuwah, memperkuat kepedulian, dan menjadi jalan turunnya keberkahan Allah SWT,” pungkas Haji Sugeng.
Editor: Tahmid












