Peringatan Maulid Nabi di Dukuh Kalijambu Sitail, KH Nur Fuad Tegaskan Empat Jalan Menuju Keberuntungan Dunia Akhirat

Avatar photo
KH Nur Fuad dari Pemalang menyampaikan tausiyah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Baitul Istiqomah, Dukuh Kalijambu, Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu malam Kamis (26/8/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Baitul Istiqomah, Dukuh Kalijambu, Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, berlangsung khidmat sekaligus semarak, Rabu malam Kamis (26/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat dari berbagai unsur, mulai dari bapak-ibu, kaum muslimin-muslimat, Nahdliyin-Nahdliyat, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU hingga Banser.

Peringatan yang digelar di halaman Mushola Baitul Istiqomah itu menghadirkan KH Nur Fuad dari Pemalang sebagai pembicara. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengawali tausiyah, KH Nur Fuad menyapa jamaah dengan penuh keakraban. Ia juga memberikan apresiasi kepada Banser yang selama ini dikenal aktif berkhidmat dalam menjaga ulama, kiai, serta mengawal berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Banser itu tetap satu komando, satu gerakan, satu tujuan: bela ulama, bela kiai, bela negara, bela NKRI,” tutur KH Nur Fuad yang disambut tepuk tangan jamaah.

Menurutnya, pengabdian kepada jam’iyah dan perjuangan keumatan hendaknya dilakukan dengan ikhlas. Ia mendoakan agar seluruh kader dan warga Nahdlatul Ulama yang berkhidmat senantiasa mendapatkan rezeki yang berkah dan barokah.

“Insyaallah dengan berkhidmat dalam jam’iyah, saya doakan semoga rezekinya berkah dan barokah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Nur Fuad juga mengajak jamaah untuk menghormati lantunan Al-Qur’an. Ketika Al-Qur’an dibacakan, umat Islam hendaknya mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan menyimak pesan yang terkandung di dalamnya.

Ia kemudian membacakan Surat Al-A’raf ayat 157 yang memuat beberapa karakter orang yang memperoleh keberuntungan, yakni beriman kepada Nabi Muhammad SAW, memuliakan dan menolong beliau, serta mengikuti cahaya Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya.

Baca Lainnya  Haul Syekh Armia Cikura ke-94: Gus Anam Ajak Jamaah Menjemput Berkah Majelis Zikir dan Meneladani Jejak Para Wali

“Allah berfirman, falladziina aamanuu bihi wa ‘azzaruuhu wa nasharuuhu wattaba’un-nuuralladzii unzila ma’ah, ulaa-ika humul muflihuun. Mereka itulah orang-orang yang beruntung,” jelasnya.

KH Nur Fuad kemudian mengaitkan kandungan ayat tersebut dengan kehidupan warga Nahdliyin. Menurutnya, setidaknya ada empat prinsip yang harus dijalankan agar seorang Muslim memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, yakni beriman kepada Allah, memuliakan Rasulullah SAW, menolong agama Islam, serta mengikuti Al-Qur’an yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

“Yang pertama, aamanuu bihi, kita semua diperintahkan untuk beriman kepada Allah. Kedua, wa ‘azzaruuhu, kita diperintahkan memuliakan Nabi. Ketiga, wa nasharuuhu, kita diperintahkan menolong agama Islam. Keempat, wattaba’un-nuuralladzii unzila ma’ah, kita diperintahkan mengikuti Al-Qur’an yang dibawa Nabi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keimanan tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus dibuktikan melalui amal perbuatan. Ketaatan kepada Allah, lanjutnya, antara lain diwujudkan dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Salah satu bentuk ketaatan yang ditekankan adalah menjaga shalat lima waktu. KH Nur Fuad mengingatkan jamaah agar semangat berjamaah tidak hanya terlihat pada waktu tertentu, tetapi terus dijaga, termasuk pada waktu Subuh.

Dengan gaya khasnya yang komunikatif dan diselingi humor, ia mengajak jamaah Mushola Baitul Istiqomah untuk terus memakmurkan tempat ibadah. Menurutnya, keberadaan mushola akan semakin bermakna apabila dihidupkan dengan shalat berjamaah, pengajian, membaca Al-Qur’an dan berbagai amal kebajikan.

“Semoga mushola dan masjid yang dibangun benar-benar dimakmurkan dengan berjamaah. Mudah-mudahan panjenengan semua yang taat, tunduk dan rajin berjamaah, hidupnya diberi keberkahan,” katanya.

Lebih lanjut, KH Nur Fuad mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana mengenal lebih dekat sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Ia menguraikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa agung yang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan kelahiran manusia pada umumnya.

Baca Lainnya  KH Fahrurozi: Membaca Shalawat Nariyah Ada Tingkatannya, Begini Penjelasannya

Ia juga mengisahkan keadaan Siti Aminah ketika mengandung Nabi Muhammad SAW. Dalam penyampaiannya yang khas, KH Nur Fuad mengajak jamaah memahami bahwa fase kehamilan hingga kelahiran Rasulullah SAW merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah kehidupan manusia pilihan Allah SWT.

Memasuki kisah kelahiran Rasulullah SAW, ia mengutip keterangan dari Al-Barzanji mengenai keadaan Nabi ketika dilahirkan. “Wa lamma shallallahu ‘alaihi wa sallama wadhi’an yadaihi ‘alal ardhi rafi’an ra’sahu ilas-samaa’il ‘aliyyah,” lantunnya.

Menurut KH Nur Fuad, kisah tersebut menggambarkan keistimewaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa posisi dan keadaan Rasulullah SAW ketika lahir mengandung isyarat tentang kedudukan beliau sebagai manusia pilihan dengan derajat yang luhur.

“Lahire Kanjeng Nabi berbeda. Rasulullah SAW lahir dalam keadaan yang memiliki keistimewaan. Ini menjadi tanda bahwa beliau memiliki derajat dan kedudukan yang luhur,” jelasnya.

KH Nur Fuad kemudian mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Baginya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada ungkapan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlaknya, mencintai umat, serta menjaga ajaran Islam.

Menutup tausiyah, KH Nur Fuad mendoakan seluruh jamaah yang hadir agar mendapatkan keberkahan dalam umur, rezeki, keluarga, anak cucu dan seluruh kehidupannya. Ia berharap peringatan Maulid Nabi di Mushola Baitul Istiqomah menjadi wasilah tumbuhnya kecintaan kepada Rasulullah SAW dan semakin kuatnya semangat warga dalam memakmurkan mushola.

“Semoga malam ini kita semua diberi keberkahan, keberkahan dalam umur, rezeki, anak dan cucu, serta segala-galanya. Allahumma amin, ya Rabbal ‘alamin,” pungkas KH Nur Fuad, yang kemudian diikuti jamaah dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *