Jombang, Warta NU Tegal
Suasana menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, semakin semarak. Selain persiapan arena muktamar, layanan transportasi bagi para tamu juga mulai disiapkan, salah satunya dengan menyediakan ratusan becak yang akan mengantar peserta secara gratis.
Pantauan Warta NU Tegal, Selasa (25/8/2026), sejumlah becak telah disiapkan di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kendaraan tradisional tersebut menjadi salah satu layanan transportasi yang dipersiapkan untuk memudahkan mobilitas tamu dan peserta Muktamar ke-35 NU.
Salah seorang penarik becak, Supardi (56), menyebut kehadiran layanan becak tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat sekitar. Becak-becak itu nantinya siap mengantarkan tamu muktamar menuju sejumlah titik yang telah ditentukan panitia.
Sekitar 200 Becak Disiapkan
Menurut Seksi Transportasi Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, H. Mujiburohman, layanan becak tersebut akan beroperasi selama pelaksanaan muktamar pada 27–31 Agustus 2026.
“Pelayanan ini untuk tamu muktamar dari tanggal 27 sampai 31 Agustus 2026 dan gratis,” ujar Mujiburohman.
Ia menjelaskan, sekitar 200 becak disediakan sebagai bagian dari dukungan transportasi bagi peserta dan tamu Muktamar ke-35 NU. Menurut informasi panitia, penyediaan becak tersebut merupakan bantuan dari Presiden Prabowo.
Sehari sebelum pantauan ini, panitia bagian transportasi juga telah memberikan pengarahan kepada para penarik becak yang setiap hari mangkal di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Pengarahan dilakukan agar para penarik becak memahami mekanisme pelayanan selama muktamar berlangsung.
Jalur Becak Disesuaikan Kawasan Muktamar
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa layanan becak tersebut akan beroperasi di jalur yang telah ditentukan di kawasan Muktamar ke-35 NU. Pengaturan jalur disesuaikan dengan ketentuan dan tata ruang kegiatan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kehadiran becak gratis ini diharapkan dapat membantu mobilitas peserta, terutama ketika kawasan muktamar mulai dipadati tamu dan muktamirin dari berbagai daerah. Selain praktis, becak juga menjadi bagian dari suasana khas masyarakat Jombang yang menyambut gelaran besar NU.
Baliho Ucapan Selamat Mulai Memadati Arena
Selain persiapan transportasi, suasana kawasan Muktamar ke-35 NU juga semakin semarak dengan bermunculannya baliho dan spanduk ucapan selamat serta sukses. Berbagai ucapan datang dari tokoh masyarakat, pejabat, organisasi, badan otonom, dan lembaga di lingkungan NU.
Pantauan Warta NU Tegal pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB menunjukkan aktivitas di kawasan muktamar masih berlangsung. Para panitia teknis terlihat terus bekerja mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan yang telah ditata selama kurang lebih satu bulan.
Pedagang lokal dan pedagang dari sejumlah daerah sekitar Jombang juga mulai memanfaatkan momentum muktamar dengan membuka lapak di sekitar kawasan kegiatan. Aktivitas tersebut semakin menambah denyut keramaian menjelang kedatangan para muktamirin.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kedatangan peserta diperkirakan semakin ramai menjelang agenda registrasi pada Kamis, (27/08/2026). Kawasan Tambakberas pun mulai menunjukkan atmosfer sebagai pusat perhelatan permusyawaratan tertinggi NU.
Baliho dan Media Sosial Mulai Ramai
Ucapan selamat dan sukses tidak hanya terlihat dalam bentuk baliho di arena muktamar. Di ruang digital, berbagai tokoh dan kader NU juga mulai menjadi bahan pembicaraan menjelang rangkaian Muktamar ke-35 NU, termasuk nama-nama yang disebut dalam berbagai pemberitaan dan podcast terkait bursa kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.
Di antara nama yang muncul dalam percakapan publik tersebut adalah Gus Rosi, KH Marsudi Syuhud yang disebut memiliki latar belakang kelahiran Kebumen dan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Kedoya Jakarta, Gus Yusuf Khudori dari Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, Gus Kikin, Gus Salam, KH Marzuqi Mustamar, serta KH Yahya Cholil Staquf.
Beragamnya nama yang muncul menunjukkan tingginya perhatian warga Nahdliyin terhadap Muktamar ke-35 NU. Namun, siapa yang nantinya dipercaya memimpin NU merupakan bagian dari proses permusyawaratan muktamar dan keputusan para peserta sesuai mekanisme organisasi.
Dari Tambakberas, Jombang, Warta NU Tegal terus memantau persiapan Muktamar ke-35 NU, mulai dari layanan transportasi becak gratis, aktivitas panitia, geliat pedagang, hingga suasana kedatangan para muktamirin.
Pewarta: Eko Wahyudi Sagino – Warta NU Tegal
Jombang, 25 Agustus 2026












