Slawi, Warta NU Tegal
Pemerintah Kabupaten Tegal terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel melalui peran strategis pendamping desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dalam kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Slawi, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 104 peserta yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Dinas Permades Kabupaten Tegal, serta organisasi kepala desa seperti APDESI dan PAPDESI.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dalam suasana Halal Bihalal 1447 H, sekaligus menjadi momentum penguatan koordinasi pendamping desa dalam mengawal pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Bupati Tegal menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendamping desa.
“Minal aidin wal faidzin, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendamping desa atas dedikasinya selama ini,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran pendamping desa sebagai ujung tombak pembangunan desa.
“Pendamping desa memiliki posisi strategis dalam mengawal pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh pendamping untuk bekerja secara profesional dan berintegritas.
“Saya mengajak pendamping desa untuk profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas,” katanya.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama keberhasilan desa.
“Tata kelola pemerintahan desa harus transparan dan akuntabel agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pendamping desa.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pendamping desa akan mempercepat terwujudnya desa sejahtera,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia berharap pendamping desa mampu menjadi agen perubahan.
“Pendamping desa harus menjadi motor penggerak perubahan menuju desa mandiri,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan agar pendamping desa terus meningkatkan kapasitas diri.
“Tingkatkan kompetensi dan terus belajar agar mampu menjawab tantangan pembangunan desa,” pesannya.
Sementara itu, Koordinator Kabupaten TPP Kabupaten Tegal, Teguh Aris Handoyo, menegaskan pentingnya peran pendamping desa di semua level.
“Halal bihalal dan rakor ini menjadi momentum penguatan peran pendamping desa di Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa pendamping desa memiliki fungsi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Pendamping desa sangat strategis dalam mendukung proses penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik,” katanya.
Menurutnya, pendamping desa juga berperan dalam pencegahan penyimpangan.
“Peran pendamping desa sangat penting dalam mencegah potensi penyimpangan sejak dini,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pendamping untuk meningkatkan partisipasi aktif.
“Pendamping desa harus aktif dalam setiap proses pembangunan desa,” imbuhnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif.
“Kerja sama antarpendamping desa di semua level harus terus diperkuat,” tuturnya.
Ia juga berharap pendamping desa mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
“Pendamping desa harus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Teguh menutup dengan harapan besar terhadap masa depan desa di Kabupaten Tegal.
“Semoga dengan peran pendamping desa, kita mampu mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino












