Warta  

Duet KH Bahroni – Ust Syaeful Amal Kembali Nahkodai MWCNU Lebaksiu, Teguhkan Khidmah untuk Umat

Avatar photo
Serah terima kepemimpinan Rais Syuriyah MWCNU Lebaksiu kepada KH. Bahroni untuk melanjutkan khidmah periode 2026–2031.

Lebaksiu, Warta NU Tegal

Konferensi XIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lebaksiu berlangsung khidmat pada Ahad Pahing, (5/4/2026) bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H di Gedung MWCNU Lebaksiu.

Mengusung tema “Menguatkan Jam’iyah, Memperkokoh Khidmah NU untuk Kemaslahatan Umat”, forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kecamatan ini menjadi momentum strategis untuk konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan arah gerak jam’iyah ke depan.

Hasilnya, konferensi secara demokratis kembali menetapkan duet kepemimpinan KH. Bahroni sebagai Rais Syuriyah dan Ust. Syaeful Amal sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat 2026–2031.

Rangkaian konferensi diawali dengan proses pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang terdiri dari para ulama sepuh dan tokoh Nahdliyin sebagai representasi penjaga marwah keulamaan dalam tubuh organisasi.

Dalam forum musyawarah yang dipimpin KH. Amirudin Umar, anggota AHWA secara mufakat menetapkan kembali KH. Bahroni sebagai Rais Syuriyah, setelah melalui pertimbangan matang atas rekam jejak dan kapasitas keulamaannya.

Sementara itu, pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan melalui Sidang Pleno V dengan mekanisme pemungutan suara langsung, di mana Ust. Syaeful Amal berhasil meraih dukungan mayoritas dengan perolehan 18 suara.

Dalam sambutannya, KH. Bahroni mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan oleh para ulama dan warga Nahdliyin Lebaksiu.

“Alhamdulillah, ini adalah amanah yang tidak ringan, tetapi kami terima dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari khidmah kepada jam’iyah dan umat,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi utama dalam gerak langkah organisasi.

“Prinsip kami tetap berpegang pada kaidah al-muhafadhotu ‘ala al-qodimi ash-sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih maslahat,” jelasnya.

Baca Lainnya  Solidaritas Sawelas untuk Padasari: Komunitas Guru Penggerak Angkatan 11 Tegal Salurkan 143 Paket Alat Tulis bagi Siswa Terdampak Tanah Bergerak

KH Bahroni juga mengajak seluruh elemen Nahdliyin untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun jam’iyah yang kokoh dan berdaya guna.

“Dengan kebersamaan, insyaAllah kita mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” pungkasnya.

Ketua Tanfidziyah terpilih, Ust. Syaeful Amal, menyampaikan tekadnya untuk melanjutkan sekaligus menguatkan program-program organisasi yang telah berjalan.

“Kami siap melanjutkan khidmah ini dengan penuh kesungguhan, menjaga kesinambungan program yang sudah baik sekaligus melakukan penguatan di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Syuriyah dan Tanfidziyah sebagai dua pilar utama dalam menjalankan roda organisasi.

“Sinergi yang solid antara ulama dan umara dalam struktur NU menjadi kunci utama keberhasilan organisasi dalam melayani umat,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan keorganisasian harus diiringi dengan peningkatan peran di bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.

“Kami akan fokus pada penguatan kaderisasi, dakwah yang ramah, serta pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ust. Syaeful Amal juga mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk aktif menghidupkan jam’iyah di semua tingkatan.

“Kunci keberhasilan bukan hanya pada pengurus, tetapi pada partisipasi aktif seluruh warga Nahdliyin dalam menggerakkan organisasi,” ungkapnya.

Ia berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi terus dijaga demi kemajuan NU Lebaksiu ke depan.

“Dengan kebersamaan, kita bisa menghadirkan NU yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Terpilihnya kembali duet kepemimpinan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam gerakan jam’iyah.

Dengan pengalaman KH. Bahroni dan energi kepemimpinan Ust. Syaeful Amal, MWCNU Lebaksiu optimistis dapat memperkuat peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Seluruh peserta konferensi pun menaruh harapan besar agar NU Lebaksiu semakin solid, progresif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Baca Lainnya  BADKO LPQ Margasari Salurkan Donasi Rp10,1 Juta untuk Guru TPQ Terdampak Tanah Bergerak di Padasari

Konferensi XIII MWCNU Lebaksiu tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi dan penguatan komitmen bersama dalam berkhidmah.

Dengan semangat tema yang diusung, Nahdlatul Ulama Lebaksiu diharapkan terus hadir sebagai pilar keumatan yang menjaga tradisi, merawat persatuan, dan menebar kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *