Adiwerna, Warta NU Tegal
Semangat membangun kemandirian umat melalui wakaf produktif terus digelorakan di Kabupaten Tegal. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal resmi meluncurkan Gerakan Wakaf Uang yang berhasil menghimpun dana ratusan juta rupiah dalam waktu singkat.
Kegiatan launching tersebut digelar pada Rabu (8/4/2026) di Syailendra Convention Hall, Grand Dian Hotel Adiwerna, sebagai bagian dari tindak lanjut program penguatan wakaf produktif yang diinisiasi oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenag, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah H. Saiful Mujab, Kepala Kemenag Kabupaten Tegal H. Ahmad Muhdzir, serta para pejabat struktural dan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jateng H. Saiful Mujab menegaskan pentingnya transformasi paradigma wakaf di tengah perkembangan zaman.
“Selama ini wakaf identik dengan 3M, yaitu masjid, madrasah, dan makam. Namun kini kita dorong pengembangan wakaf uang sebagai bentuk wakaf produktif yang manfaatnya bisa lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa wakaf uang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan transparan.
“Wakaf uang adalah instrumen yang sangat strategis untuk memperkuat kesejahteraan umat, karena hasil pengelolaannya bisa dimanfaatkan secara terus-menerus,” lanjutnya.
Saiful Mujab juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan wakaf sebagai bagian dari kesadaran spiritual dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ada sebuah slogan, ‘Jangan berani mati sebelum berwakaf.’ Karena dengan wakaf, pahala kebaikan akan terus mengalir selama harta tersebut dimanfaatkan,” tegasnya.
Menurutnya, gerakan ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah nyata dalam membangun budaya filantropi Islam yang berkelanjutan.
“Kita ingin wakaf tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan literasi wakaf perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami konsep wakaf secara lebih luas.
“Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar wakaf tidak lagi dipahami secara sempit, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan umat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Saiful Mujab berharap gerakan wakaf uang ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis keumatan.
“Jika dikelola dengan baik, wakaf uang bisa menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi antusiasme ASN Kemenag Kabupaten Tegal yang turut berpartisipasi aktif dalam gerakan ini.
“Alhamdulillah, partisipasi ASN sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran kolektif untuk berkontribusi bagi umat,” ungkapnya.
Hingga pukul 15.00 WIB, total wakaf uang yang berhasil dihimpun mencapai Rp132.300.000, sebuah capaian yang menunjukkan tingginya kepedulian sosial di lingkungan Kemenag Kabupaten Tegal.
Program ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan wakaf produktif demi kemaslahatan umat.
Dengan adanya gerakan ini, Kemenag Kabupaten Tegal optimistis wakaf uang akan berkembang menjadi budaya baru dalam membangun kemandirian ekonomi umat berbasis nilai-nilai keislaman.
Semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menguatkan gerakan wakaf produktif di masa mendatang.
Ke depan, gerakan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi amal jariyah yang terus mengalir bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Editor : Tahmid












