Wisuda ke-3 STKIP NU Kabupaten Tegal, Cetak Sarjana Berintegritas dan Siap Mengabdi untuk Umat

Avatar photo
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal menggelar Wisuda Program Sarjana (S1) ke-3 di Gedung Syailendra Convention Hall, Grand Dian Hotel Slawi, Rabu (11/2/2026).

Slawi, Warta NU Tegal

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal sukses menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana (S1) ke-3 di Gedung Pertemuan Syailendra Convention Hall, Grand Dian Hotel Slawi, pada Rabu (11/2/2026).

Wisuda tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, wisudawan dan wisudawati, orang tua, serta tamu undangan dari unsur yayasan dan pemerintah daerah. Momentum ini menjadi tonggak penting perjalanan STKIP NU Kabupaten Tegal dalam mencetak generasi sarjana yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Selain prosesi pengukuhan, acara juga diisi dengan sambutan pimpinan, orasi ilmiah, pemberian penghargaan kepada wisudawan berprestasi, serta penampilan seni yang menambah semarak suasana.

Rektor STKIP NU Kabupaten Tegal, Taufiq, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perjuangan para wisudawan yang telah menuntaskan studi dengan penuh dedikasi.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujar Taufiq.

Ia menegaskan bahwa lulusan STKIP NU harus mampu menjaga integritas sebagai sarjana Nahdliyin.

“Jaga integritas, jaga nama baik almamater, dan pegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya.

Menurutnya, kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan akhlak dan karakter.

“Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah. Maka jadilah sarjana yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual,” tegasnya.

Taufiq juga mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah tantangan zaman.

“Dunia terus berubah. Kalian harus adaptif, inovatif, dan tidak berhenti belajar,” katanya.

Ia berharap para alumni mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

“Bangunlah Kabupaten Tegal dan Indonesia dengan ilmu yang telah kalian peroleh. Jadilah agen perubahan yang membawa kemaslahatan,” imbuhnya.

Baca Lainnya  Pemerintah Tetapkan Skema Pembelajaran Ramadhan 2026, Tekankan Pendidikan Karakter dan Nilai Keagamaan
Acara Wisuda Program Sarjana (S1) ke-3 STKIP Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, wisudawan dan wisudawati, orang tua, serta tamu undangan dari unsur yayasan dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan/Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi NU, H. A. Mafrokhi, menegaskan komitmen yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di lingkungan STKIP NU.

“Yayasan berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengembangan kualitas akademik dan kelembagaan STKIP NU Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan wisuda ke-3 ini menjadi bukti konsistensi pengelolaan pendidikan yang berorientasi mutu.

“Kita tidak hanya mengejar kuantitas lulusan, tetapi kualitas yang benar-benar siap bersaing,” tegasnya.

Menurutnya, STKIP NU harus menjadi pusat pengkaderan intelektual Nahdliyin.

“Kampus ini adalah tempat lahirnya kader-kader NU yang profesional, berintegritas, dan cinta tanah air,” katanya.

A. Mafrokhi juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga semangat kolaborasi.

“Kemajuan kampus ini adalah hasil kerja bersama. Sinergi antara yayasan, pimpinan, dosen, dan mahasiswa harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia berharap para lulusan tetap menjaga hubungan dengan almamater.

“Jangan putus silaturahmi. Jadilah duta kampus di tengah masyarakat,” pesannya.

Momentum akademik semakin bermakna dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh H. Ali Formen, yang memberikan motivasi kepada para wisudawan.

“Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab sosial yang lebih besar,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat.

“Di era disrupsi, yang bertahan bukan yang paling pintar, tetapi yang paling mampu beradaptasi dan terus belajar,” jelasnya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya kritis dan kreativitas.

“Jangan takut pada perubahan. Jadikan perubahan sebagai peluang untuk berkarya dan berinovasi,” pesannya.

Ali Formen juga mengingatkan pentingnya karakter dalam menghadapi kompetisi global.

“Kompetensi penting, tetapi karakter jauh lebih menentukan. Integritas adalah modal utama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penghargaan akademik, kampus memberikan apresiasi kepada tiga wisudawan dengan IPK tertinggi. Peraih IPK tertinggi pertama, Siti Khujatiani (IPK 3,94) dari Prodi Bimbingan dan Konseling, menyampaikan orasi ilmiah wisudawan. Sementara Robiatul Adawiyah (IPK 3,79) membacakan ikrar mahasiswa, dan Anis Fakihudin (IPK 3,78) turut menerima penghargaan atas prestasinya.

Baca Lainnya  Senam Sehat hingga Donasi Peduli, SMP Negeri 2 Bojong Galang Solidaritas untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

Rangkaian acara ditutup secara resmi oleh Abdul Wakhid, dan doa dipimpin oleh KH. Nawawi. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara dan tari persembahan yang menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan wisuda.

Wisuda Sarjana ke-3 ini menjadi bukti komitmen STKIP NU Kabupaten Tegal dalam melahirkan generasi sarjana berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi. Dengan semangat Aswaja An-Nahdliyah, kampus terus melangkah membangun peradaban melalui pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Editor : Tahmid
Kontributor : Abda Syahrul Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *