MTs Ma’arif NU Jatinegara Gelar Haul Pendiri dan Pelepasan Siswa Kelas IX, Tekankan Pentingnya Akhlak dan Jasa Guru

Avatar photo
MTs Ma’arif NU Jatinegara menggelar Haul Pendiri dan Pewakaf sekaligus Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas IX di halaman madrasah, Senin (18/5/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

MTs Ma’arif NU Jatinegara menggelar Haul Pendiri dan Pewakaf sekaligus Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas IX di halaman madrasah, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan khatmil Al-Qur’an, tahlil bersama, karnaval marching band Syubanul Madaris, hingga prosesi wisuda siswa kelas IX.

Acara tersebut dihadiri oleh wali murid, dewan guru, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus Nahdlatul Ulama setempat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pendiri serta pewakaf lembaga pendidikan NU tersebut.

Kepala MTs Ma’arif NU Jatinegara, H. Maksus menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di MTs Ma’arif NU Jatinegara,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi amanah besar bagi lembaga dalam mendidik generasi muda agar memiliki ilmu, akhlak, dan semangat keislaman ala ahlussunnah wal jamaah.

“Madrasah berusaha mendidik anak-anak tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga membangun akhlak dan karakter ke-NU-an,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dan pembinaan siswa.

“Kami menyadari dalam mendidik tentu masih banyak kekurangan. Karena itu kami mohon maaf apabila belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal,” tuturnya.

Maksus berharap seluruh wali murid terus memberikan doa dan dukungan demi kemajuan MTs Ma’arif NU Jatinegara ke depan.

“Kami mohon doa restu agar madrasah ini terus berkembang dan mampu mencetak generasi yang berilmu serta berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Dalam momentum wisuda tersebut, pihak madrasah secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan dan perjalanan kehidupan berikutnya.

Baca Lainnya  Tasyakuran Kelulusan SMA Ma’arif NU Jatinegara, Tanamkan Akhlak dan Restu Orang Tua

“Hari ini kami mengembalikan anak-anak kepada orang tua. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal kehidupan dan membawa keberkahan,” pungkasnya.

Sementara itu, penceramah dari Banjarnegara, Nyai Mar’atus Sholihah dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menghormati dan tidak melupakan jasa para guru.

“Guru adalah orang yang telah membimbing ilmu dan akhlak anak-anak kita. Karena itu jasa guru jangan pernah dilupakan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak lepas dari peran guru yang dengan sabar mendidik dan membimbing di lingkungan madrasah.

“Ilmu yang bermanfaat lahir dari keberkahan guru dan adab murid kepada gurunya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memperhatikan pendidikan putra-putrinya, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

“Orang tua harus benar-benar peduli terhadap pendidikan anak karena pendidikan menjadi bekal masa depan mereka,” tuturnya.

Nyai Mar’atus Sholihah mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan dan perkembangan generasi muda.

“Lingkungan juga harus peduli terhadap pendidikan. Jangan sampai ada lembaga pendidikan di sekitar kita tetapi masyarakat justru tidak ikut menjaga dan mendukung,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan sikap acuh terhadap pendidikan seperti perumpamaan ayam yang mati di gudang beras.

“Jangan menjadi seperti ayam mati di gudang beras, memiliki lingkungan pendidikan tetapi tidak peduli terhadap keberlangsungannya,” pesannya.

Menurutnya, keberadaan madrasah NU harus dijaga bersama karena menjadi tempat membangun akhlak dan nilai-nilai keislaman generasi muda.

“Madrasah NU adalah benteng akhlak dan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang harus terus dirawat bersama,” jelasnya.

Ia berharap para siswa yang telah lulus tetap menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, serta melanjutkan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Anak-anak harus terus belajar, menjaga adab, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tandasnya.

Baca Lainnya  Wisuda ke-3 STKIP NU Kabupaten Tegal, Cetak Sarjana Berintegritas dan Siap Mengabdi untuk Umat

Editor : Tahmid
Kontributor: Amirin Soleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *