lapsus  

LBM MWCNU Jatinegara Susun Program Bahtsul Masa’il 2026–2031, Perkuat Kaderisasi dan Kajian Fikih Kontekstual

Avatar photo
Sekretaris LBM MWCNU Kecamatan Jatinegara, Ustadz Zuhron, mewakili Ustadz Khasani yang berhalangan hadir, menyampaikan paparan program kerja di hadapan jajaran Pengurus MWCNU Jatinegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung MWCNU Jatinegara pada Jumat, (1/5/2026)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Musyawarah Kerja (Musyker) MWCNU Jatinegara masa khidmah 2026–2031 yang digelar pada Jumat (1/5/2026) di Gedung MWCNU Jatinegara menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerak organisasi, termasuk penguatan peran Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU Jatinegara serta pengurus lembaga-lembaga di bawah naungan MWCNU, sebagai bagian dari konsolidasi dan penyusunan program kerja strategis lima tahun ke depan.

Dalam forum Musyker tersebut, LBM MWCNU Jatinegara memaparkan rencana program kerja yang menitikberatkan pada penguatan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam kajian fiqih dan penyelesaian persoalan keagamaan melalui forum Bahtsul Masa’il.

Ketua LBM MWCNU Jatinegara, Ustadz Akhmad Khasani, menyampaikan bahwa program kerja ini disusun pasca pelantikan lembaga pada (11/4/2026), sebagai bentuk komitmen menghadirkan forum keilmuan yang aktif, sistematis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

PROGRAM LEMBAGA BAHTSUL MASAIL (LBM) MWCNU KECAMATAN JATINEGARA MASA KHIDMAH 2026–2031

Program kerja LBM MWCNU Jatinegara diawali dengan penyusunan komposisi unsur dan anggota peserta Bahtsul Masa’il guna menciptakan kondusivitas majelis dan tertibnya proses pembahasan masalah keagamaan, dengan sasaran para peserta Bahtsul Masa’il di lingkungan MWCNU.

Selanjutnya, LBM juga merencanakan melengkapi sarana prasarana serta alat tulis kantor (ATK) guna menunjang penataan majelis Bahtsul Masa’il yang representatif dan profesional.

Pada aspek penguatan kelembagaan, dilakukan sosialisasi LBMNU ke tingkat ranting melalui pendataan kepengurusan LBM, pendataan alumni pesantren, serta pengkaderan lulusan pesantren untuk dilibatkan dalam forum Bahtsul Masa’il.

Pelaksanaan Bahtsul Masa’il direncanakan berlangsung secara rutin dua bulan sekali sebagai media kajian masalah diniyah aktual dan kontekstual yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, LBM juga mengagendakan kajian ilmiah berupa pendalaman kitab Ushul Fiqih dan Qawaid Fiqhiyyah yang dilaksanakan satu bulan sekali guna meningkatkan kapasitas keilmuan para pengurus dan kader NU.

Baca Lainnya  Banser Kabupaten Tegal Terus Bergerak, Evakuasi Barang Warga Padasari

Sebagai bagian dari jejaring keilmuan, LBM MWCNU Jatinegara juga akan mendelegasikan peserta dalam forum Bahtsul Masa’il tingkat PCNU Kabupaten Tegal sebagai bentuk partisipasi aktif dan eksistensi lembaga.

Hasil-hasil Bahtsul Masa’il selanjutnya akan didokumentasikan dan dibukukan untuk menjadi referensi masyarakat dalam menjawab persoalan keagamaan.

Dari sisi pendanaan, program ini didukung melalui sinergi dengan UPZIS NU guna memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan.

Dalam program jangka pendek, LBM menitikberatkan pada pembentukan struktur peserta Bahtsul Masa’il, pengadaan sarana pendukung, sosialisasi ke ranting, pelaksanaan rutin Bahtsul Masa’il, serta pendataan dan kaderisasi alumni pesantren.

Sementara dalam program jangka panjang, LBM menargetkan menjadi tuan rumah Bahtsul Masa’il tingkat PCNU Kabupaten Tegal, memperkuat delegasi peserta, mengintensifkan kajian ilmiah, serta menyusun dokumentasi hasil Bahtsul Masa’il secara sistematis.

Adapun susunan kepengurusan LBM MWCNU Jatinegara dipimpin oleh Ustadz Akhmad Khasani, sebagai Ketua dan Ustadz Zuhron, sebagai Sekretaris, dengan anggota Ustadz Ahmad Maghfuri dan Ustadz Muhammad Makhrus.

Dalam struktur Bahtsul Masa’il, para masyayikh bertindak sebagai mushohih di antaranya KH. Fahrurrozi, KH. Tasrifin Salim, KH. A. Fatchuri, KH. M. Yusuf, dan Kiai. Muhaimin.

Tim perumus diisi oleh KH. Ahmad Tahroni, KH. Atfal Busthom, Ustadz Ahmad Maghfuri, dan Kiai. Solihin, yang bertugas merumuskan hasil keputusan Bahtsul Masa’il.

Sementara itu, moderator terdiri dari Akhmad Khasani, Ustadz Zuhron, dan Ustadz Muhammad Makhrus, dengan notulen Ustadz Saeful Aziz, Ustadz Jazeri Adam, dan Ustadz Ahmad Fauzan.

Komposisi ini masih bersifat dinamis dan terbuka terhadap masukan dari para kiai dan pengurus demi penyempurnaan kinerja lembaga.

Dengan tersusunnya program kerja ini, diharapkan LBM MWCNU Jatinegara mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah, serta memberikan kontribusi nyata dalam menjawab problematika keagamaan masyarakat secara bijak, ilmiah, dan penuh keberkahan.

Baca Lainnya  Ini Susunan Kepengurusan MWCNU Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Lengkap Masa Khidmah 2026 - 2031

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *