Jatinegara, Warta NU Tegal
Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Jatinegara menggelar screening calon peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Gedung MWCNU Kecamatan Jatinegara, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal kaderisasi sebelum pelaksanaan PKD yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat-Ahad, 15–17 Mei 2026 di SMK Grafika Lebakwangi Jatinegara.
Screening diikuti sebanyak 67 calon peserta dan berlangsung dengan suasana serius namun penuh kekeluargaan. Proses seleksi awal tersebut dilakukan untuk memastikan calon kader Ansor memiliki komitmen kebangsaan, pemahaman ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah, serta kesiapan mengikuti proses kaderisasi secara penuh dan disiplin.
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Samsul Falah mengatakan screening menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi Ansor guna mencetak kader yang berkualitas dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Screening ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk memastikan bahwa kader Ansor benar-benar memiliki kesungguhan dan kesiapan dalam berkhidmah serta berproses di organisasi,” ujar Samsul Falah saat diwawancarai wartawan Pantauan Warta NU Tegal di sela-sela kegiatan Skrining PKD Ansor Jatinegara.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi perhatian dalam screening peserta PKD GP Ansor Kecamatan Jatinegara.
“Minimal ada beberapa indikator penting yang kita nilai. Pertama soal komitmen kebangsaan, kemudian komitmen mengikuti kaderisasi sampai selesai, dan pemahaman ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,” katanya.
Ia menegaskan, GP Ansor ingin memastikan setiap kader memiliki loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita ingin merekrut kader-kader Ansor yang setia terhadap NKRI, setia kepada Pancasila, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tegasnya.
Samsul menyebut proses screening juga menjadi langkah antisipatif agar kaderisasi Ansor tidak dimasuki paham-paham yang bertentangan dengan ideologi organisasi dan negara.
“Kita tidak ingin ada penyusup di dalam proses kaderisasi. Karena itu melalui screening ini kita bisa memantau dan menjaring kader yang benar-benar serius mengikuti Ansor,” imbuhnya.
Selain aspek kebangsaan, komitmen peserta mengikuti seluruh rangkaian PKD juga menjadi perhatian utama tim kaderisasi.
“Bagi kami, kaderisasi harus dilakukan secara serius. Kalau ada peserta yang tidak mengikuti materi atau sesi tertentu tanpa alasan jelas, maka bisa langsung dicoret,” ujarnya.
Ia mengatakan, ketegasan tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal agar proses kaderisasi berjalan disiplin dan berkualitas.
“Itu instruksi dari Ketua PC GP Ansor, Sahabat Abdul Basir. Kaderisasi Ansor harus melahirkan kader yang sungguh-sungguh dan siap berproses,” katanya.
Dalam screening tersebut, lanjut Samsul, pemahaman dasar ke-NU-an juga menjadi bagian penting yang diuji kepada calon peserta.
“Minimal peserta tahu dan memahami tradisi dasar NU, seperti qunut dan pemahaman ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman ke-NU-an penting agar kader Ansor memahami ideologi perjuangan organisasi sejak awal.
“Kader Ansor harus tahu apa yang diperjuangkan dan memahami ideologi keagamaannya, yaitu ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,” tutur Samsul.
Ia menjelaskan, hasil screening nantinya menjadi penilaian awal sebelum peserta mendapatkan penguatan materi selama pelaksanaan PKD.
“Setelah screening nanti kita pantau lagi bagaimana perkembangan pemahaman mereka setelah mengikuti PKD. Jadi proses kaderisasi ini berkelanjutan,” katanya.
Samsul juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam screening biasanya terletak pada aspek pemahaman kebangsaan dan nasionalisme peserta.
“Kalau soal ke-NU-an seperti qunut, rata-rata masih hafal atau minimal pernah tahu. Tetapi untuk pemahaman kebangsaan memang perlu terus di-refresh,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan sangat penting agar kader Ansor memiliki kesadaran bernegara yang kokoh.
“Kita ingin kader Ansor benar-benar setia terhadap NKRI dan Pancasila serta tidak mudah terpengaruh paham-paham yang menyimpang,” tegasnya.
Ia menambahkan, materi tentang ke-Indonesiaan akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKD mendatang.
“Nanti peserta akan mendapatkan materi tentang kebangsaan dan ke-Indonesiaan sehingga nasionalismenya tumbuh dan semakin kuat,” katanya.
Samsul menegaskan bahwa pola kaderisasi tertutup yang diterapkan Ansor saat ini bertujuan menjaga kualitas kader agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.
“Kita ingin menciptakan kader bukan sekadar banyak secara jumlah, tetapi benar-benar berkualitas dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Akhmad Mukhlisin menyampaikan bahwa jumlah peserta screening tahun ini dinilai sangat menggembirakan.
“Alhamdulillah peserta screening mencapai 67 orang. Artinya target kaderisasi yang diamanatkan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal sudah terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal menargetkan minimal 50 peserta dalam pelaksanaan PKD Kecamatan Jatinegara.
“Amanat Sahabat Abdul Basir minimal 50 peserta, dan hari ini kita bisa melampaui target tersebut,” katanya.
Mukhlisin menilai antusiasme peserta menunjukkan semangat kader muda NU untuk terus berproses di GP Ansor masih sangat besar.
“Ini menjadi tanda bahwa anak-anak muda NU di Jatinegara masih memiliki semangat besar untuk belajar dan berkhidmah di Ansor,” imbuhnya.
Menurutnya, screening juga menjadi sarana awal untuk membangun kedisiplinan dan keseriusan calon kader sebelum mengikuti PKD.
“Kami ingin peserta memahami bahwa proses kaderisasi Ansor membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan komitmen organisasi,” tuturnya.
Ia berharap seluruh peserta yang lolos screening dapat mengikuti seluruh tahapan PKD hingga selesai dengan penuh tanggung jawab.
“Mudah-mudahan seluruh peserta istiqamah mengikuti proses kaderisasi dan nantinya menjadi kader Ansor yang militan serta bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Mukhlisin menambahkan, PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara berkomitmen menjadikan PKD sebagai ruang lahirnya kader-kader muda NU yang memiliki wawasan kebangsaan, spiritualitas kuat, dan semangat pengabdian kepada umat.
“Kader Ansor harus siap menjadi penjaga NKRI, penjaga tradisi ulama, sekaligus pelayan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Editor : Tahmid












