Warta  

Malam 10 Muharam di Sitail, Warga Kalijambu Gelar Ruwat Bumi dan Kalisalam Semarakkan Pawai Obor

Avatar photo
Pawai obor dalam rangka Malam 10 Muharam 1448 Hijriah Dukuh Kalisalam RT 04 RW 02, Kamis, (26/6/2026) malam

Jatinegara, Warta NU Tegal

Malam 10 Muharam 1448 Hijriah di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Warga di dua wilayah dukuh menggelar rangkaian kegiatan keagamaan sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan kepada Allah Swt. sekaligus melestarikan tradisi turun temurun (terutama bagi warga NU) yang telah mengakar di tengah masyarakat, Kamis malam Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni pembacaan tahlil, doa bersama dan ruwat bumi di Dukuh Kalijambu RW 01 serta pawai obor di Dukuh Kalisalam RW 02. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang berlangsung tertib, religius, dan penuh semangat kebersamaan.

Ruwat bumi di Dukuh Kalijambu diikuti warga RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 RW 01 yang berkumpul di masjid setempat. Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dilanjutkan doa bersama.

Ruwat bumi di Dukuh Kalijambu diikuti warga RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 RW 01 yang berkumpul di halaman masjid Baitul Muttaqin Kamis, (26/6/2026) malam

Pembacaan Tahlil dan doa bersama dipimpin oleh ulama setempat, Kiai Wasroni, yang juga menjabat sebagai Katib NU Ranting Sitail. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipanjatkan adalah sebagai bentuk ikhtiar mendoakan para leluhur yang telah berjasa dan menjadi cikal bakal berdirinya Desa Sitail, agar senantiasa mendapatkan rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi Allah Swt.

Usai pembacaan tahlil dan doa bersama, seluruh warga menikmati makan bersama yang telah disiapkan secara gotong royong. Suasana penuh keakraban terlihat ketika masyarakat duduk bersama tanpa membedakan usia maupun latar belakang, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas tradisi masyarakat Nahdliyin.

Baca Lainnya  Bupati Ischak Maulana Rohman Raih Gelar Magister Manajemen, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat

Sementara itu, di Dukuh Kalisalam RT 04 RW 02, warga menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Para peserta mengenakan busana muslim berupa gamis dan membawa obor sambil melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. sepanjang perjalanan.

Pantauan di lokasi, pawai dimulai dari Blok Kalisalam, kemudian melintasi Blok Kalitlaya dan kawasan Krajan sebelum kembali ke titik awal. Lantunan shalawat yang menggema di sepanjang rute menambah suasana religius sekaligus menjadi syiar Islam yang menyejukkan di tengah masyarakat.

Masyarakat menyambut pawai obor dengan penuh antusias. Warga yang berada di sepanjang jalan tampak menyaksikan iring-iringan peserta dengan tertib. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi media mempererat silaturahim dan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah Saw., khususnya bagi generasi muda.

Setelah pawai selesai, seluruh peserta kembali berkumpul untuk menikmati makan bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus memperkuat semangat persaudaraan. Kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa tradisi keagamaan mampu menjadi perekat persatuan warga dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan Malam 10 Muharam 1448 Hijriah tersebut, masyarakat Desa Sitail berharap Allah Swt. senantiasa melimpahkan keberkahan, keselamatan, dan kerukunan bagi seluruh warga. Semangat doa, shalawat, gotong royong, dan kebersamaan diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari tradisi Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Editor: Tahmid

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *