Warta  

UPZISNU Ranting Sitail Salurkan Santunan 41 Anak Yatim Piatu Secara Door to Door, Jaga Martabat Penerima Manfaat

Avatar photo
Melalui Program KOIN NU Sitail, UPZISNU Ranting Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menyalurkan santunan kepada 41 anak yatim piatu secara door to door oleh tim penarik KOIN NU di setiap pedukuhan, sebagai bentuk kepedulian dan amanah dalam mengelola dana umat. Ahad (5/7/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana umat melalui Program KOIN NU Sitail. Pada Ahad (5/7/2026), UPZISNU menyalurkan santunan kepada 41 anak yatim piatu dengan mekanisme distribusi langsung dari rumah ke rumah oleh para penggerak atau tim penarik KOIN NU di masing-masing pedukuhan.

Berbeda dengan pola penyaluran secara seremonial, santunan disampaikan langsung kepada para penerima di kediaman masing-masing. Langkah tersebut merupakan implementasi nilai-nilai kepedulian sosial yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat anak yatim, sebagaimana dawuh KH. Muhammad Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, yang menyampaikan bahwa santunan kepada anak yatim sebaiknya tidak dijadikan tontonan karena dapat menimbulkan rasa sedih dan kurang nyaman bagi mereka.

Ketua UPZISNU Ranting Sitail, Tahmid, menjelaskan bahwa proses penyaluran diawali dengan koordinasi internal melalui grup pengurus KOIN NU Sitail. Seluruh tim penarik diminta melakukan pendataan anak yatim piatu di wilayah tugas masing-masing agar penyaluran tepat sasaran.

“Tahapan pertama yang kami lakukan adalah menyampaikan informasi kepada seluruh pengurus dan tim penarik KOIN NU Sitail melalui grup koordinasi. Kami meminta setiap tim mendata anak yatim piatu di masing-masing pedukuhan agar data penerima benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia menuturkan, setelah proses pendataan selesai, seluruh tim berkumpul dalam kegiatan rutin KOIN NU Sitail yang dilaksanakan di rumah Bapak Watab pada Ahad (5/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, santunan dibagikan kepada masing-masing koordinator wilayah untuk diteruskan kepada para penerima manfaat.

“Pada rutinan KOIN NU Sitail, santunan kami serahkan kepada masing-masing tim penarik. Mereka yang paling mengetahui kondisi wilayahnya sehingga penyaluran dapat berlangsung lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran,” katanya.

Baca Lainnya  Ketua Mabincap PC PMII Tegal: Kader Harus Kembali Jadi Penggerak Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Menurut Tahmid, pola distribusi dari rumah ke rumah dipilih agar anak-anak yatim menerima santunan dengan suasana yang lebih hangat dan penuh kekeluargaan, tanpa harus merasa menjadi pusat perhatian di depan umum.

“Kami berusaha menjaga perasaan anak-anak yatim. Mereka adalah amanah yang harus dimuliakan. Karena itu, santunan kami antarkan langsung ke rumah agar lebih nyaman, lebih humanis, dan tetap menjaga kehormatan mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut juga terinspirasi dari nasihat para ulama, salah satunya dawuh KH. Muhammad Anwar Manshur yang mengingatkan agar santunan kepada anak yatim tidak dijadikan ajang seremonial yang dapat membuat mereka merasa berbeda dengan anak-anak lainnya.

“Dawuh para masyayikh menjadi pegangan kami dalam menjalankan program sosial. Kami ingin bantuan ini benar-benar menjadi bentuk kasih sayang, bukan sekadar kegiatan yang bersifat seremonial. Semoga anak-anak yatim merasa diperhatikan sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tahmid menjelaskan bahwa Program KOIN NU Sitail merupakan gerakan gotong royong warga Sitail melalui infak recehan yang dikumpulkan secara rutin. Dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama, lahirlah manfaat besar yang dapat dirasakan masyarakat.

“Program KOIN NU mengajarkan bahwa tidak ada infak yang terlalu kecil. Justru dari recehan yang dikumpulkan secara istiqamah, kita mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anak yatim piatu, kegiatan keagamaan, dan program sosial lainnya,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi dedikasi seluruh tim penarik KOIN NU Sitail yang selama ini bekerja secara sukarela mendatangi rumah-rumah warga untuk menggerakkan semangat berinfak.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim penarik KOIN NU di setiap pedukuhan. Mereka adalah ujung tombak yang bekerja dengan penuh keikhlasan, mulai dari menghimpun infak hingga mengantarkan amanah kepada para penerima manfaat,” katanya.

Baca Lainnya  Tak Disangka dari Mushola Kecil di Slaranglor, Donasi untuk Korban Padasari Terkumpul Rp1,2 Juta

Tahmid berharap semangat kebersamaan warga Sitail dalam mendukung Program KOIN NU terus terjaga sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Kami berharap masyarakat terus mendukung Program KOIN NU Sitail. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin besar pula manfaat yang bisa kita hadirkan bagi umat. Inilah semangat gotong royong yang diwariskan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan dana KOIN NU dilakukan secara amanah, transparan, dan dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat sesuai prinsip khidmah Nahdlatul Ulama.

Amanah para munfiq menjadi tanggung jawab kami. Karena itu, setiap dana yang dihimpun akan kami kelola secara terbuka, profesional, dan dikembalikan untuk kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan para donatur dan relawan KOIN NU Sitail,” pungkasnya.

Pantauan Warta NU Tegal, santunan diberikan kepada 41 anak yatim piatu yang tersebar di seluruh wilayah RW 01 dan RW 02 Desa Sitail melalui para koordinator KOIN NU di masing-masing RT. Pola distribusi door to door mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai lebih menjaga martabat penerima manfaat sekaligus mencerminkan nilai kepedulian, kasih sayang, dan adab yang selama ini menjadi ciri khas gerakan sosial Nahdlatul Ulama.

Editor: @admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *