Warta  

Khaul ke-11 Mbah Patih Mendek Penyalahan Semarakkan Muharam dengan Pawai Obor, Santunan Yatim, dan Mauizhah Hasanah Gus Mahatir Muhammad

Avatar photo
Peringatan Khaul ke-11 Mbah Patih Mendek Penyalahan yang digelar di kawasan Makam Mbah Patih, Dukuh Sumendek, Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Kamis malam (25/6/2026)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Semangat kebersamaan dan kecintaan kepada ulama tampak mewarnai peringatan Khaul ke-11 Mbah Patih Mendek Penyalahan yang digelar di kawasan Makam Mbah Patih, Dukuh Sumendek, Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Kamis malam (25/6/2026), bertepatan dengan malam Jumat, 10 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga sekitar dan dirangkai dengan pawai obor ta’aruf keliling desa, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, serta pengajian umum sebagai wujud penghormatan kepada ulama dan syiar Islam di bulan Muharam.

Kegiatan yang berlangsung atas swadaya masyarakat tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan Jampes, Kediri, Jawa Timur, Gus Mahatir Muhammad, yang menyampaikan mauizhah hasanah tentang dahsyatnya hari kiamat, pentingnya amal saleh, dan syafaat Nabi Muhammad Saw.

Ketua Panitia Khaul Mbah Patih Mendek Penyalahan, Ustadz Syaifudin, mengatakan bahwa Khaul ke-11 tahun ini berlangsung semarak berkat dukungan dan gotong royong masyarakat.

“Alhamdulillah, Khaul ke-11 Mbah Patih dapat terselenggara dengan baik atas swadaya masyarakat. Antusiasme warga tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti pawai obor ta’aruf mengelilingi desa,” ujarnya kepada wartawan Warta NU Tegal di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi media mempererat ukhuwah warga serta menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada para ulama dan leluhur yang berjasa dalam syiar Islam.

“Selain pawai obor, kami juga menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim piatu dan sembilan kaum dhuafa. Semoga menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan para ulama terus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan keagamaan seperti Khaul Mbah Patih.

Baca Lainnya  Muslimat dan Fatayat NU Lengkong Salurkan 24 Paket Donasi untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi agenda yang memperkuat persatuan warga, melestarikan tradisi Islam, serta menghidupkan semangat berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Ustadz Syaifudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bergotong royong sehingga seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan lancar.

“Semoga Allah Swt. menerima amal kebaikan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini dan memberikan keberkahan kepada masyarakat Desa Sumendek,” pungkasnya.

Dalam tausiyahnya, Gus Mahatir Muhammad mengingatkan bahwa seluruh manusia, mulai dari umat Nabi Adam hingga umat Nabi Muhammad Saw., kelak akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah Swt.

“Kelak seluruh umat manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Matahari berada sangat dekat sehingga manusia merasakan panas yang luar biasa. Pada saat itulah setiap orang sangat membutuhkan pertolongan Allah,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai riwayat disebutkan manusia akan mendatangi para nabi untuk memohon syafaat. Namun setiap nabi menyampaikan bahwa mereka memiliki keterbatasan dan mengarahkan umat kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pemilik syafaat kubra atas izin Allah.

“Manusia akan mendatangi para nabi untuk memohon syafaat. Hingga akhirnya mereka diarahkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang diberi kemuliaan oleh Allah untuk memberikan syafaat pada hari kiamat bagi umatnya yang memperoleh izin-Nya,” jelasnya.

Gus Mahatir menegaskan bahwa syafaat bukan alasan untuk bermalas-malasan dalam beribadah. Menurutnya, setiap orang tetap harus mempersiapkan bekal amal saleh selama hidup di dunia.

“Jangan hanya berharap syafaat tanpa memperbaiki amal. Apa yang kita lakukan selama hidup di dunia akan menjadi bekal yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.,” pesannya.

Baca Lainnya  Gerakan Ekonomi dalam Tradisi Welasan Desa Penyalahan, Warisan Ulama yang Terus Menguatkan Solidaritas Warga

Menutup tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperbanyak taubat, ibadah, sedekah, dan kepedulian sosial agar termasuk golongan yang memperoleh rahmat serta syafaat Rasulullah Saw. di Yaumul Mahsyar.

“Mari kita isi bulan Muharam dengan amal saleh, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan menolong sesama. Semoga Allah mempertemukan kita dengan syafaat Nabi Muhammad Saw. pada hari yang tidak ada pertolongan selain dari-Nya,” pungkas Gus Mahatir Muhammad.

Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *