MPLS SMP Ma’arif NU 3 Jatinegara Kenalkan IPNU-IPPNU, Ajak Pelajar Berkhidmah dan Berorganisasi Sejak Dini

Avatar photo
Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jatinegara turut ambil bagian dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMP Ma'arif NU 3 Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa (14/7/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jatinegara turut ambil bagian dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMP Ma’arif NU 3 Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa (14/7/2026). Kehadiran pengurus PAC tersebut bertujuan memperkenalkan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama kepada peserta didik baru sebagai bekal pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat berorganisasi sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IPNU Ranting Padasari, Aji Firansyah, dipercaya menyampaikan materi pengenalan organisasi IPNU dan IPPNU. Dengan suasana yang komunikatif dan penuh semangat, ia mengajak para peserta MPLS untuk mengenal lebih dekat organisasi pelajar NU sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berakhlakul karimah, berwawasan kebangsaan, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa sekaligus kader masa depan Nahdlatul Ulama. Karena itu, sejak di bangku sekolah sudah saatnya mengenal organisasi yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan jiwa pengabdian,” ujar Aji Firansyah di hadapan peserta MPLS.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang belajar yang membimbing anggotanya agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah, masyarakat, bangsa, dan agama.

“Di IPNU-IPPNU, kita belajar banyak hal. Tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang percaya diri, mampu bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap memberikan manfaat bagi sesama,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelajar NU harus mampu menjaga tradisi keislaman yang ramah, moderat, dan penuh toleransi sebagaimana diajarkan para ulama Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai tersebut, katanya, menjadi fondasi penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Sebagai pelajar NU, kita harus bangga dengan identitas kita. Pegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, hormati guru, sayangi teman, dan jadilah pelajar yang membawa kedamaian di mana pun berada,” tuturnya.

Baca Lainnya  Beasiswa STIES Putera Bangsa Tegal Diperpanjang, Peluang Emas Generasi Muda Nahdliyin Raih Pendidikan Tinggi

Aji juga mengajak seluruh peserta didik baru untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif, baik akademik maupun organisasi.

“Jangan hanya mengejar prestasi di dalam kelas. Ikutilah organisasi sebagai tempat belajar memimpin, belajar bertanggung jawab, dan belajar melayani. Pengalaman itu akan menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, pelajar harus bijak memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berdakwah, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, bukan untuk menyebarkan kebencian maupun informasi yang tidak benar.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk menebarkan manfaat. Jadilah pelajar yang cerdas dalam bermedia, mampu menyaring informasi, dan selalu menjaga adab dalam setiap perkataan maupun unggahan,” pesannya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Solikhin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *