Warta  

Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid Siap Pimpin Haul Mbah Adipati Bojong, Ajak Warga Teladani Perjuangan Leluhur

Avatar photo
Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Haul Mbah Adipati Bojong, menyampaikan sambutan pada acara Istighasah dan Doa Bersama menjelang Haul Mbah Adipati Bojong dan Haul Umum Desa Sumbarang di Mahbarah Sumbarang, Kecamatan Bojong, Ahad (19/7/2026) ba'da Maghrib.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Menjelang pelaksanaan Haul Mbah Adipati Bojong dan Haul Umum Desa Sumbarang, masyarakat menggelar Istighasah dan Doa Bersama di Maqbarah Dukuh Bojong Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Ahad (19/7/2026) ba’da Maghrib.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, tokoh agama, panitia, serta masyarakat yang memadati lokasi.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Kitab Dzikrul Ghafilin, Khatmil Al-Qur’an, dan doa bersama yang dipimpin KH Amani Salim, Penyuluh Agama KUA Slawi sekaligus Pengasuh Pondok Tahfidz Ar-Rahman Slawi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Haul Mbah Adipati Bojong, menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati para ulama, guru, dan leluhur sebagai jalan meraih keberkahan hidup.

Mengawali sambutannya, Akhmad Kholid mengaku selalu merasakan ketenangan setiap kali menginjakkan kaki di Desa Sumbarang. Menurutnya, suasana yang sejuk dan damai tersebut menjadi ciri khas desa yang memiliki tokoh panutan seperti Mbah Adipati Bojong.

“Mudah-mudahan Bapak-Ibu semuanya mendapatkan keberkahan dengan hadir pada peringatan Haul Mbah Adipati Bojong. Terus terang, setiap datang ke Sumbarang saya selalu merasakan suasana yang adem, ayem, nyaman, dan penuh ketenangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Desa Sumbarang bukanlah tempat yang asing baginya. Bahkan sejak masa kampanye hingga menjabat sebagai Wakil Bupati, desa tersebut menjadi salah satu wilayah yang paling sering dikunjunginya di Kecamatan Jatinegara.

“Sejak masa kampanye hingga sekarang, Desa Sumbarang menjadi salah satu desa yang paling sering saya datangi. Setiap datang ke sini saya merasa seperti pulang ke keluarga sendiri,” katanya.

Menurut Akhmad Kholid, ketenteraman yang dirasakan masyarakat Sumbarang tidak terlepas dari keberadaan para tokoh terdahulu yang meninggalkan jejak perjuangan dan keteladanan bagi generasi penerus.

Baca Lainnya  Malam 10 Muharam di Sitail, Warga Kalijambu Gelar Ruwat Bumi dan Kalisalam Semarakkan Pawai Obor

“Saya meyakini salah satu sebab Desa Sumbarang terasa nyaman adalah karena adanya tokoh panutan, yaitu Mbah Adipati Bojong. Semoga keberkahan beliau senantiasa menyertai masyarakat Sumbarang,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menanggapi aspirasi masyarakat mengenai kondisi infrastruktur desa. Ia mempersilakan pemerintah desa mengajukan usulan pembangunan agar dapat diperjuangkan melalui pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Silakan pemerintah desa menyampaikan proposal pembangunan, terutama jalan desa yang masih rusak. Insyaallah akan saya perjuangkan agar masyarakat Sumbarang dapat menikmati infrastruktur yang lebih baik,” tegasnya.

Akhmad Kholid kemudian menceritakan awal dirinya dipercaya menjadi Ketua Panitia Haul Mbah Adipati Bojong. Ia mengaku sempat ragu menerima amanah tersebut karena padatnya agenda pemerintahan yang harus dijalankan.

“Beberapa waktu lalu perwakilan masyarakat Sumbarang datang ke rumah dinas meminta saya menjadi Ketua Panitia Haul. Awalnya saya merasa berat karena jadwal sangat padat, tetapi demi masyarakat Sumbarang akhirnya saya menyatakan siap,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh rangkaian haul, mulai malam istighasah hingga puncak acara, dapat berlangsung dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian haul berjalan lancar, sukses, dan menjadi sebab turunnya keberkahan Allah SWT bagi warga Desa Sumbarang,” harapnya.

Menurutnya, hakikat pelaksanaan haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, ilmu, dan keteladanan yang diwariskan para ulama maupun leluhur.

“Yang paling penting dari haul adalah menghidupkan kembali ilmu, perjuangan, dan akhlak tokoh panutan kita. Dengan begitu, seolah-olah Mbah Adipati Bojong tetap hidup di tengah-tengah masyarakat melalui keteladanannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang senantiasa menghormati guru, ulama, orang tua, dan tokoh panutan akan memperoleh keberkahan serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Baca Lainnya  Muslimat dan Fatayat NU Lengkong Salurkan 24 Paket Donasi untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

“Orang yang selalu menghargai guru, menghormati orang tua, dan mengenang jasa para tokoh melalui haul, insyaallah hidupnya akan diberi keberkahan dan dimudahkan oleh Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, Akhmad Kholid mengajak masyarakat menjadikan haul sebagai momentum untuk memperkuat keikhlasan dan kesadaran bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

“Haul mengingatkan kita bahwa cepat atau lambat semua akan dipanggil Allah. Karena itu mari mempersiapkan diri dengan amal saleh agar memperoleh husnul khatimah,” pesannya.

Ia juga mengaku terkesan dengan karakter masyarakat Sumbarang yang dinilai hidup sederhana, rukun, dan menerima segala ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan.

“Saya melihat masyarakat Sumbarang hidupnya ayem, tenteram, dan penuh keikhlasan. Orang yang hidup dengan rasa ikhlas dan qanaah akan lebih mudah mendapatkan pertolongan dan rezeki dari Allah,” tuturnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati, Akhmad Kholid berkomitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan Desa Sumbarang sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah.

“Kalau memungkinkan melalui APBD akan saya perjuangkan. Jika belum memungkinkan, insyaallah akan saya ikhtiarkan melalui program pemerintah pusat. Yang penting masyarakat terus menyampaikan aspirasi secara baik,” ujarnya.

Meskipun tidak dapat menghadiri puncak acara haul karena harus menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain, ia memastikan tetap memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Besok saya tidak bisa hadir karena ada agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun malam ini saya sempatkan hadir karena saya ingin menyapa masyarakat Sumbarang secara langsung,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Akhmad Kholid menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati maupun Ketua Panitia masih terdapat kekurangan. Ia memohon doa agar dapat terus mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Tegal dengan sebaik-baiknya.

Baca Lainnya  Arah Kiblat Masjid An Nur Cerih Diukur Ulang, Hasilnya Tepat Mengarah ke Ka'bah

“Mohon doa dan dukungannya. Semoga saya dapat menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati sekaligus Ketua Panitia Haul dengan baik. Semoga seluruh rangkaian Haul Mbah Adipati Bojong berlangsung lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Rukoyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *