lapsus  

Dini Hari, Warta NU Tegal Berziarah ke Makam KH Abdul Wahab Hasbullah

Liputan Khusus Muktamar ke-35 NU (3)

Avatar photo
Sejumlah pekerja tampak menata dekorasi untuk persiapan kegiatan, termasuk pemasangan tulisan “KH Wahab Hasbullah Lounge and Sponsorship.”

Jombang, Warta NU Tegal

Suasana dini hari di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terasa hening, Selasa (25/8/2026). Di tengah suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Warta NU Tegal menyempatkan diri berjalan kaki untuk berziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu ulama besar NU sekaligus Pahlawan Nasional.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Warta NU Tegal meninggalkan penginapan media Muktamar NU yang berada di SMK IT Bahrul Ulum. Dengan berjalan kaki, perjalanan menuju kompleks makam KH Abdul Wahab Hasbullah ditempuh sekitar 17 menit.

Perjalanan dini hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian liputan khusus Muktamar ke-35 NU. Selain menjalankan tugas jurnalistik, ziarah ke makam ulama dan pendiri NU menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para muassis yang telah meletakkan dasar perjuangan Nahdlatul Ulama.

Menyusuri Jalan Menuju Makam Mbah Wahab

Dalam perjalanan, Warta NU Tegal sempat bertanya kepada seorang pedagang yang masih beraktivitas pada malam hari. Pedagang yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur, tersebut tidak berkenan disebutkan namanya.

Pedagang itu kemudian menunjukkan arah menuju kompleks makam KH Abdul Wahab Hasbullah. Dengan mengikuti petunjuk tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan makam.

Sesampainya di sekitar lokasi, Warta NU Tegal kembali bertanya kepada seorang santri yang sedang berjaga malam di pintu masuk. Dari santri tersebut, arah menuju makam Mbah Wahab Hasbullah kembali dipastikan.

Kawasan sekitar makam berada tidak jauh dari sejumlah pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Al Maliki, Al Falah, Al Asy’ariah, dan Pondok Pesantren As Salma. Keberadaan pesantren-pesantren tersebut semakin memperlihatkan kuatnya suasana pendidikan dan tradisi keislaman di kawasan Tambakberas.

Tiba di Pintu Makam pada Dini Hari

Sekitar pukul 02.46 WIB, Warta NU Tegal telah memasuki pintu masuk kawasan makam KH Abdul Wahab Hasbullah. Meskipun suasana masih dini hari, aktivitas persiapan terlihat berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Lainnya  Becak Prabowo Siap Antar Tamu Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Sejumlah pekerja tampak melakukan pemasangan dan penataan dekorasi untuk kebutuhan kegiatan. Salah satu bagian yang terlihat adalah persiapan dekorasi bertuliskan “KH Wahab Hasbullah Lounge and Sponsorship.”

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kawasan makam dan sekitarnya tengah dipersiapkan untuk mendukung berbagai rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Muktamar ke-35 NU.

Mengenang Perjuangan Sang Muassis NU

KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Sosok yang akrab disapa Mbah Wahab tersebut dikenal sebagai ulama, pejuang, dan salah satu pendiri NU yang memiliki peran besar dalam perjalanan organisasi.

Ziarah ke makam Mbah Wahab pada dini hari menjadi pengalaman tersendiri bagi Warta NU Tegal yang tengah menjalankan tugas liputan Muktamar ke-35 NU. Di tengah hiruk-pikuk persidangan, expo, bazar, dan aktivitas peserta muktamar, suasana makam menghadirkan ruang perenungan tentang jasa para ulama pendahulu.

Makam Mbah Wahab bukan sekadar tempat peristirahatan seorang tokoh. Bagi warga Nahdliyin, tempat tersebut menjadi salah satu ruang untuk mengenang keteladanan, perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para muassis NU.

Di kawasan Tambakberas, jejak perjuangan Mbah Wahab tetap terasa. Generasi demi generasi santri terus belajar dan menghidupkan tradisi keilmuan pesantren. Sementara itu, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum bagi warga Nahdliyin dari berbagai daerah untuk kembali memperkuat silaturahmi dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Pantauan Warta NU Tegal akan terus menyajikan berbagai sisi Muktamar ke-35 NU, termasuk suasana pesantren, aktivitas warga Nahdliyin, serta jejak sejarah para ulama yang menjadi bagian penting dari perjalanan NU.

Pewarta : Eko Wahyudi Sagino – Warta NU Tegal
Jombang, 25 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *