Warta  

Lailatul Ijtima’ Perdana PRNU Blubuk, Perkuat Ukhuwah Jam’iyah dan Kepedulian Sosial Melalui Santunan Yatim

Avatar photo
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ putaran perdana masa khidmat 2026–2031 di Masjid Baitul Rahman (Masjid Sawo), Selasa (23/6/2026).

Dukuhwaru, Warta NU Tegal

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ putaran perdana masa khidmat 2026–2031 di Masjid Baitul Rahman (Masjid Sawo), Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut menjadi momentum konsolidasi jam’iyah, penguatan spiritual, serta peningkatan kepedulian sosial warga Nahdliyin di Desa Blubuk.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti kebersihan lingkungan masjid oleh GP Ansor Ranting Blubuk pada pagi hari, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Pengurus Fatayat NU Blubuk pada sore hari. Memasuki malam, acara diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, istighotsah, Yasin, tahlil, santunan anak yatim, sambutan-sambutan, serta mauidhotul hasanah yang dihadiri jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, badan otonom NU, pengurus masjid, dan masyarakat setempat.

Takmir Masjid Baitul Rahman (Masjid Sawo), Ustadz Imam Tohroni, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat yang telah membantu persiapan acara, mulai dari tenaga, konsumsi, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan pengurus jam’iyah yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Nahdliyin,” ujar Ustadz Imam Tohroni.

Ia berharap pelaksanaan Lailatul Ijtima’ di bulan Syuro 1448 Hijriah dapat menjadi momentum peningkatan ibadah dan perbaikan diri bagi masyarakat. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pembinaan akhlak, keilmuan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

“Semoga setelah kegiatan ini masyarakat semakin giat beribadah, memperbanyak taubat, serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Imam Tohroni juga berharap kegiatan Lailatul Ijtima’ di masa mendatang semakin ramai dihadiri warga serta mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk bergabung dan berkhidmah melalui Banser dan GP Ansor NU.

Baca Lainnya  Khaul ke-11 Mbah Patih Mendek Penyalahan Semarakkan Muharam dengan Pawai Obor, Santunan Yatim, dan Mauizhah Hasanah Gus Mahatir Muhammad

Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Blubuk, Nurkhasan, dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, badan otonom NU, pengurus masjid, serta seluruh jamaah yang hadir. Ia menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan agenda penting yang menjadi wadah silaturahim seluruh unsur Nahdlatul Ulama.

“Lailatul Ijtima’ adalah kegiatan bersama yang harus diikuti seluruh elemen NU. Di forum inilah seluruh unsur jam’iyah berkumpul, bermusyawarah, mempererat persaudaraan, dan memperkuat organisasi,” katanya.

Menurut Nurkhasan, keberadaan kegiatan rutin tersebut menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap desa dan tanah kelahiran. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun Desa Blubuk melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Kita harus mencintai desa kita sendiri. Dari rasa cinta itulah lahir kepedulian untuk menjaga, membangun, dan memajukan lingkungan tempat kita dilahirkan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa santunan yang diberikan pada kesempatan tersebut ditujukan kepada sepuluh anak yatim dan piatu sebagai bentuk kepedulian sosial warga Nahdliyin. Selain itu, program santunan ke depan diharapkan dapat menjangkau kaum dhuafa di lingkungan tempat pelaksanaan Lailatul Ijtima’.

“Semoga kepengurusan masa khidmat 2026–2031 dapat melanjutkan program-program baik yang telah berjalan sebelumnya serta menghadirkan inovasi demi mewujudkan organisasi yang semakin maju, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rois Syuriyah PRNU Desa Blubuk, Ustadz Muhammad Abu Ja’far, dalam mauidhotul hasanah menjelaskan tentang hukum dan tata cara pelaksanaan shalat ghaib yang sebelumnya diawali dengan pencerahan kepada jamaah.

“Shalat ghaib berbeda dengan shalat jenazah. Shalat ghaib dilaksanakan untuk mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia ketika jenazahnya tidak berada di tempat atau berada jauh dari orang yang menshalatinya,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa para ulama membolehkan pelaksanaan shalat ghaib ketika seseorang baru menerima kabar wafatnya seorang muslim setelah jenazah dimakamkan atau berada di lokasi yang sangat jauh sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti shalat jenazah secara langsung.

Baca Lainnya  Pagarnusa Bojong Tegal Buka Rekrutmen 2026, Meneguhkan Silat Aswaja dan Kaderisasi Nahdlatul Ulama

“Esensi dari shalat ghaib adalah menghadirkan doa dan penghormatan kepada sesama muslim yang telah meninggal dunia. Ini merupakan bentuk ukhuwah Islamiyah yang diajarkan dalam syariat,” terangnya.

Menurutnya, umat Islam perlu memahami perbedaan antara shalat jenazah dan shalat ghaib agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Selain memahami tata cara ibadah, kita juga perlu menjaga tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama karena di dalamnya terdapat nilai persatuan, kepedulian, dan penghormatan kepada sesama muslim,” ujarnya.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ putaran perdana tersebut ditutup dengan doa bersama dan berlangsung khidmat. Acara santunan anak yatim yang didukung UPZISNU Blubuk, para pengusaha, pedagang, masyarakat umum, serta pengurus masjid dan mushala menjadi salah satu rangkaian yang mendapat perhatian jamaah.

Sebagai informasi, PRNU Desa Blubuk juga tengah mempersiapkan agenda pelantikan pengurus masa khidmat 2026–2031 yang direncanakan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Lapangan Tengah Desa Blubuk dan akan dirangkai dengan kegiatan “Blubuk Bersholawat” sebagai bentuk syiar keagamaan dan penguatan ukhuwah Nahdliyin.

Editor : Tahmid
Kontributor: Tarjono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *