Warta  

Menuju LATPELMAS 2026, PAC IPNU-IPPNU Margasari Matangkan Calon Instruktur dan Pelatih melalui SKB 1

Avatar photo
Para calon peserta LATPELMAS 2026 yang telah lolos tahap screening mengikuti kegiatan SKB 1 Pra-LATPELMAS yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari di SD Ma’arif NU Margaayu pada Ahad, (21/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi menuju LATPELMAS 2026.

Margasari, Warta NU Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem kaderisasi melalui pelaksanaan Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) 1 Pra-LATPELMAS Tahun 2026 yang berlangsung di SD Ma’arif NU Margaayu, Ahad (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kaderisasi menuju Latihan Pelatih dan Instruktur Masa Kesetiaan Anggota (LATPELMAS) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diikuti para calon peserta LATPELMAS yang sebelumnya telah melewati tahapan screening. Melalui SKB 1 ini, peserta dibekali penguatan wawasan kaderisasi, kepemimpinan, keorganisasian, serta pemahaman mengenai peran strategis instruktur dan pelatih dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi IPNU-IPPNU sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama.

Ketua PAC IPNU Margasari, Rekan Agus Ramdani, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses menjadi instruktur dan pelatih bukanlah perjalanan yang mudah karena membutuhkan kesiapan intelektual, mental, serta tanggung jawab organisasi yang besar.

“Menjadi seorang instruktur dan pelatih itu tidak mudah. Dibutuhkan kesungguhan dalam belajar, kemauan untuk terus berkembang, serta kesiapan menjadi teladan bagi kader-kader yang akan didampingi,” ujarnya.

Menurut Agus, keberhasilan kaderisasi di masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas para instruktur dan pelatih yang dipersiapkan saat ini.

“Dua tahun ke depan, berkembang atau tidaknya anggota IPNU-IPPNU di Kecamatan Margasari sangat dipengaruhi oleh kualitas instruktur dan pelatih yang kita siapkan hari ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seorang instruktur tidak hanya dituntut menguasai materi kaderisasi, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan dan integritas yang kuat.

“Seorang instruktur dan pelatih harus memiliki kualitas yang baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, serta keteladanan. Mereka adalah wajah kaderisasi yang akan menjadi rujukan bagi para kader,” tegasnya.

Agus juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap tahapan Pra-LATPELMAS sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri secara maksimal.

Baca Lainnya  Pelantikan MWCNU Lebaksiu dan Musker I, Bupati Ischak: NU Harus Hadir Menjawab Tantangan Zaman

“Jangan sia-siakan setiap proses yang sedang dijalani. Jadikan forum ini sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas diri agar siap mengemban amanah kaderisasi di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PR IPNU Margaayu, Rekan Handika, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, panitia, serta tamu undangan yang hadir di SD Ma’arif NU Margaayu.

“Atas nama keluarga besar PR IPNU Margaayu, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan SKB 1 Pra-LATPELMAS ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena SD Ma’arif NU Margaayu dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kaderisasi tingkat kecamatan tersebut.

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena SD Ma’arif NU Margaayu diberikan kepercayaan menjadi tempat berlangsungnya kegiatan penting dalam proses kaderisasi IPNU-IPPNU Margasari,” katanya.

Handika juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas maupun pelayanan selama kegiatan berlangsung.

“Apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun pelayanan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta yang tengah berproses menjadi calon instruktur dan pelatih.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menjadi bekal berharga bagi para kader yang akan melanjutkan estafet kaderisasi di lingkungan IPNU-IPPNU,” imbuhnya.

Ketua Panitia LATPELMAS PAC IPNU-IPPNU Margasari, Rekan M. Avanza, menekankan pentingnya membangun kekompakan dan solidaritas sejak awal proses kaderisasi.

“Calon instruktur dan pelatih harus belajar untuk kompak sejak sekarang. Karena keberhasilan kaderisasi bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja tim yang mampu bergerak bersama dan saling menguatkan,” ujarnya.

Baca Lainnya  Pergerakan Tanah Padasari Belum Mereda, BNPB Catat 2.453 Warga Masih Mengungsi

Menurut Avanza, salah satu tantangan terbesar dalam organisasi adalah menjaga kebersamaan di tengah perbedaan karakter, latar belakang, dan pengalaman kader.

“Di dalam organisasi kita akan bertemu dengan banyak karakter. Karena itu, kemampuan bekerja sama dan menjaga kekompakan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas-tugas kaderisasi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses Pra-LATPELMAS bukan sekadar seleksi calon instruktur dan pelatih, tetapi juga sarana membangun mental kepemimpinan dan kemampuan kerja kolektif.

“Forum ini bukan hanya tempat belajar materi, tetapi juga ruang menempa diri agar mampu menjadi kader yang siap memimpin, menggerakkan, dan membimbing kader lainnya,” jelasnya.

Avanza berharap seluruh peserta mampu menjaga semangat berproses hingga seluruh tahapan kaderisasi selesai dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.

“Kami berharap seluruh peserta tetap istiqamah mengikuti setiap tahapan yang telah dirancang, sehingga nantinya lahir instruktur dan pelatih yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi untuk IPNU-IPPNU serta Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi kelompok, serta berbagai proses pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta. Tim kaderisasi memberikan penguatan mengenai sistem kaderisasi IPNU-IPPNU, teknik fasilitasi, kepemimpinan kader, serta peran strategis instruktur dan pelatih dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Editor : Tahmid
Kontributor : PAC IPNU-IPPNU Margasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *