Warta  

Muslimat-Fatayat NU Penyalahan Gelar Pengajian Rutin dan Santunan Yatim, MWCNU Jatinegara Ajak Perkuat KOIN NU dan Klinik Pratama NU

Avatar photo
Rais Syuriyah PRNU Ranting Penyalahan, H. Busaeri, memberikan sambutan dalam kegiatan rutin Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Penyalahan di Dukuh Santa, Desa Penyalahan, Ahad (12/7/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menggelar kegiatan rutin bulanan yang dirangkai dengan santunan anak yatim di RT 25 RW 03 Dukuh Santa, Desa Penyalahan, Ahad (12/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara H. M. Ramdhan, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PRNU Penyalahan, badan otonom NU, serta warga Nahdliyin setempat.

Selain menjadi forum silaturahim dan penguatan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat gerakan sosial Nahdlatul Ulama melalui KOIN NU, santunan anak yatim, serta penguatan pelayanan kesehatan warga melalui Klinik Pratama NU Jatinegara. Acara ditutup dengan pembacaan Istighatsah Al-Ihsan yang dipimpin Gus Mahatir.

Ketua Fatayat NU Ranting Penyalahan, Ibu Fatiroh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan santunan anak yatim. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi bukti tumbuhnya semangat berbagi di lingkungan warga Nahdliyin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah berinfak sehingga santunan bagi anak-anak yatim dapat terus terlaksana. Semoga Allah SWT membalas setiap amal kebaikan yang telah diberikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu manfaat nyata program KOIN NU adalah mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk santunan bagi anak yatim, sehingga keberadaan program tersebut perlu terus diperkuat melalui partisipasi seluruh warga.

Rais Syuriyah PRNU Penyalahan, H. Busaeri, dalam sambutanya mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap gerakan KOIN NU. Menurutnya, infaq yang dikumpulkan secara istiqamah akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan jam’iyah.

“Semangat ber-KOIN NU perlu terus ditingkatkan. Sedikit demi sedikit yang dikumpulkan secara bersama akan menjadi kekuatan besar untuk membangun dan mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Baca Lainnya  Ketua MPR RI Tinjau Padasari, Relokasi Capar Dikebut untuk 588 Rumah Terdampak Tanah Bergerak

Ia berharap cita-cita menyelesaikan pembangunan, termasuk rencana pemasangan keramik di lantai dua Gedung NU, dapat segera terwujud melalui semangat gotong royong dan keikhlasan warga dalam berinfak.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, H. M. Ramdhan, dalam sambutannya mengisahkan perjalanan berdirinya Klinik Pratama NU Jatinegara. Ia menjelaskan bahwa pembangunan klinik dimulai dari proses pengadaan tanah hingga berkembang menjadi fasilitas kesehatan yang kini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Perjalanan Klinik Pratama NU bukan sesuatu yang instan. Semua berawal dari niat, doa, serta infaq warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Jatinegara yang terus mengalir hingga akhirnya klinik dapat berdiri dan berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.

Menurut H. M. Ramdhan, keberhasilan berbagai program Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dari kebersamaan warga dalam mendukung setiap gerakan organisasi. Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus mempertahankan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama NU.

Pada akhir sambutannya, ia mengimbau warga yang telah menjadi peserta BPJS Kesehatan agar mempertimbangkan memindahkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke Klinik Pratama NU Jatinegara sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan milik Nahdlatul Ulama. “Dengan bersama-sama memanfaatkan Klinik Pratama NU, kita turut memperkuat kemandirian jam’iyah sekaligus memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Ustadz. Sofudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *