News  

Haul Mbah Adipati Bojong dan Haul Umum Desa Sumbarang Hadirkan Gus Muwafiq dan Sayyid Zulfikar Basyiban

Avatar photo
Gus Muwafiq (dokumen)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Masyarakat Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, akan kembali menggelar Haul Mbah Adipati Bojong dan Haul Umum Desa Sumbarang sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam penyebaran nilai-nilai agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan besok pada Senin, (20/07/2026), yang bertempat di Dukuh Bojong RT 016/RW 004 Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Haul tahun ini diperkirakan akan dipadati jamaah dari berbagai daerah. Selain doa bersama, acara juga akan diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Yogyakarta, Sayyid Zulfikar Basyiban dari Jawa Timur, serta Veve Zulfikar yang dikenal sebagai pendakwah muda.

Sekretaris Panitia Haul, Mualim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana memperkuat ikatan spiritual masyarakat dengan sejarah para pendahulu yang telah meletakkan dasar kehidupan beragama di Desa Sumbarang.

“Haul ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur. Kami berharap masyarakat tidak hanya hadir untuk mengikuti acara, tetapi juga mengambil teladan dari perjuangan, akhlak, dan semangat dakwah para sesepuh,” ujar Mualim.

Menurutnya, panitia telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara gotong royong dengan melibatkan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen desa agar pelaksanaan haul berlangsung tertib, aman, dan khidmat.

“Persiapan sudah kami lakukan sejak jauh hari. Alhamdulillah seluruh masyarakat memberikan dukungan yang luar biasa. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan haul setiap tahunnya,” katanya.

Mualim juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak memandang haul sebatas acara seremonial. Menurutnya, haul merupakan momentum untuk merawat sejarah sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Baca Lainnya  LPBI NU Jatinegara Lakukan Assessment Cepat Kebakaran Rumah Warga Desa Cerih

“Generasi muda harus mengenal sejarah desanya. Dengan memahami perjuangan para pendahulu, mereka akan memiliki rasa memiliki terhadap tradisi yang baik sekaligus termotivasi menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran para ulama dan tokoh diharapkan semakin memperkuat semangat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Kami mengundang seluruh masyarakat tanpa terkecuali untuk hadir, bermunajat bersama, serta memohon keberkahan kepada Allah SWT. Semoga melalui haul ini, Desa Sumbarang senantiasa diberikan keamanan, keberkahan, dan persatuan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga mengusung semangat “Mengenang Jasa Leluhur, Meneladani Perjuangan Sesepuh, dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah” serta mengajak masyarakat untuk terus nguri-uri warisan leluhur yang selaras dengan ajaran Islam dan budaya luhur Nusantara.

Selain menjadi agenda keagamaan, haul juga menjadi media silaturahmi antarwarga, tokoh agama, dan masyarakat dari berbagai daerah yang setiap tahun hadir untuk mengikuti doa bersama serta mendengarkan tausiyah para ulama.

Panitia berharap seluruh jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib serta menjaga kekhusyukan acara sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh Desa Sumbarang yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan agama dan kehidupan masyarakat.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *