lapsus  

LPNU MWCNU Jatinegara Rancang Program Strategis 2026–2031: Koperasi NU hingga TransNU untuk Kemandirian Ekonomi Warga

Avatar photo
Ketua LPNU MWCNU Kecamatan Jatinegara, Moh. Aji Sulistiawan, menyampaikan pemaparan program kerja di hadapan jajaran pengurus MWCNU Jatinegara dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung MWCNU Jatinegara pada Jumat, (1/5/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU Kecamatan Jatinegara masa khidmah 2026–2031 yang digelar di Gedung MWCNU Jatinegara, Jumat (1/5/2026), menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerak organisasi, termasuk penguatan sektor ekonomi warga Nahdliyin.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU Jatinegara serta pengurus lembaga-lembaga di bawah naungan MWCNU, yang secara aktif memaparkan rencana program kerja masing-masing bidang untuk lima tahun ke depan.

Salah satu fokus utama dalam Musker tersebut adalah penguatan kemandirian ekonomi melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWCNU Kecamatan Jatinegara, yang menyusun program strategis berbasis pemberdayaan umat dan pengelolaan potensi lokal.

Pantauan Warta NU Tegal, program kerja LPNU dirancang secara bertahap mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, dengan orientasi pada penguatan ekonomi warga NU yang berkelanjutan dan mandiri.

LEMBAGA PEREKONOMIAN NAHDLATUL ULAMA (LPNU)
MWCNU KECAMATAN JATINEGARA MASA KHIDMAH 2026–2031

Pada program jangka pendek, LPNU merencanakan pendirian koperasi dan kios pangan NU yang bertujuan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari warga NU, khususnya pengurus MWCNU. Program ini menyasar seluruh pengurus dan lembaga MWCNU dengan waktu pelaksanaan pada bulan ke-6 hingga ke-12, serta dikembangkan sebagai unit usaha simpan pinjam dan supplier sembako.

Selain itu, LPNU juga menyiapkan program mikro distributor yang bertujuan mensuplai kebutuhan bahan pokok bagi SPPG di wilayah kecamatan pada tahun pertama, dengan harapan dapat menjadi pemasok utama kebutuhan pangan di tingkat lokal.

Pada tahap jangka menengah, LPNU akan melakukan branding koperasi dan pengembangan “NU Mart” sebagai upaya memperluas jangkauan pasar, yang menyasar pengurus, lembaga MWCNU, serta masyarakat umum, dengan pelaksanaan pada tahun kedua sebagai bentuk transformasi usaha.

Baca Lainnya  Longsor Landa Jalur Letter S Gantungan Jatinegara, Warga Diminta Waspada

Program lainnya adalah pengembangan makro distributor wilayah yang bertujuan mensuplai kebutuhan pokok ke toko-toko kecil milik warga NU di tingkat kecamatan pada tahun kedua hingga ketiga, sehingga mampu menjadi pemasok utama kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, LPNU juga merancang pemberdayaan aset wakaf untuk meningkatkan produktivitas lahan tidur milik MWCNU, baik berupa tanah maupun bangunan, yang akan dimanfaatkan untuk usaha ruko maupun sektor pertanian pada tahun kedua hingga ketiga.

Adapun dalam jangka panjang, LPNU menargetkan pendirian kantin sehat yang menyediakan makanan sehat bagi pasien dan masyarakat umum dengan memanfaatkan fasilitas Klinik NU pada tahun keempat.

Selain itu, direncanakan pula pengadaan alat transportasi NU atau TransNU sebagai layanan jasa transportasi umum bagi warga NU di Kecamatan Jatinegara pada tahun kelima dan berkelanjutan, berupa pengadaan armada bus sebagai sarana mobilitas masyarakat.

Melalui perencanaan program yang terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan umat, LPNU MWCNU Jatinegara diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi Nahdliyin, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *