Warta  

Rutinan Muslimat-Fatayat Penyalahan, Perkuat Istiqamah Berjamaah dan Gerakan Koin NU

Avatar photo
Kegiatan rutin Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Penyalahan yang digelar pada Ahad (7/6/2026)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Semangat memperkuat ukhuwah, meningkatkan keaktifan organisasi, serta menumbuhkan kepedulian sosial mewarnai kegiatan rutin Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Ahad (7/6/2026, para jamaah kembali mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komitmen dalam berkhidmat kepada organisasi dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung tersebut dihadiri jajaran pengurus ranting, anggota Muslimat dan Fatayat NU, serta masyarakat setempat. Acara diisi dengan pengajian, tausiyah keagamaan, ajakan penguatan gerakan Koin NU, dan ditutup dengan istighasah yang dipimpin oleh Gus Raden Rahmatullah dari Tegal.

Ketua PR Muslimat NU Penyalahan, Bunda Zaetun, dalam sambutanya mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan keaktifan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi yang telah menjadi tradisi warga Nahdliyin.

“Rutinan bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi menjadi sarana menambah ilmu, memperkuat silaturahim, dan mencari keberkahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Muslimat NU dan Fatayat NU harus terus dijaga melalui partisipasi aktif seluruh anggota agar manfaat organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa semangat ber-NU harus diwujudkan dalam kebersamaan dan kegembiraan sebagaimana ungkapan yang populer di kalangan warga Nahdliyin, ‘Melu NU pancen nikmat, ngalor ngidul gawa berkat’.

“Berkhidmat di NU tidak akan membuat kita rugi. Justru dari kegiatan-kegiatan yang dijalankan dengan ikhlas akan lahir banyak keberkahan, persaudaraan, dan kemanfaatan bagi umat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Penyalahan, Ustadz Sofudin, menyampaikan tiga prinsip kehidupan yang dapat menjadi bekal keselamatan dunia dan akhirat bagi setiap muslim.

“Pertama adalah memiliki rasa takut kepada Allah SWT dalam keadaan apa pun dan di mana pun berada. Ketakwaan merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Baca Lainnya  Audiensi dengan MTs NU Prupuk Selatan, PAC IPNU-IPPNU Margasari Perkuat Makesta dan Kaderisasi Pelajar NU

Menurutnya, seseorang yang selalu merasa diawasi Allah SWT akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

“Kedua, seseorang hendaknya bersikap sederhana dan merasa cukup dalam urusan dunia. Sikap qanaah akan menjadikan hati lebih tenang dan tidak mudah terjerumus pada keserakahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keadilan harus menjadi prinsip dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Ketiga adalah bersikap adil dalam segala urusan. Keadilan menjadi salah satu kunci terciptanya kehidupan yang harmonis dan diridhai Allah SWT,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sofudin juga mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui gerakan infak dan sedekah, khususnya melalui program Koin NU yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Nahdlatul Ulama.

“Mari kita tingkatkan semangat berinfak melalui Koin NU sebagai bentuk investasi amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan umat dan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *