Warta  

Terbang Jawa Iringi Santunan Anak Yatim, Lesbumi PRNU Slaranglor Lestarikan Warisan Ulama

Avatar photo
Penampilan Grup Terbang Jawa Lesbumi PR NU Slaranglor pada kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan PR NU Desa Slaranglor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu (24/6/2026).

Dukuhwaru, Warta NU Tegal

Lantunan shalawat yang berpadu dengan irama Terbang Jawa menghangatkan suasana kegiatan santunan anak yatim yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Slaranglor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu (24/6/2026). Penampilan grup Terbang Jawa dari Lesbumi PRNU Slaranglor menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat nuansa religius dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Pantauan Warta NU Tegal di lokasi, para hadirin tampak larut menikmati alunan rebana khas Jawa yang mengiringi syair-syair shalawat. Irama yang sederhana itu menghadirkan suasana teduh, sekaligus menjadi bukti bahwa seni budaya Islam tetap hidup di tengah masyarakat Nahdliyin.

Ketua Lesbumi PRNU Slaranglor, Tarsono, mengatakan bahwa penampilan Terbang Jawa dalam kegiatan santunan anak yatim bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga warisan budaya para ulama.

“Terbang Jawa merupakan media dakwah yang telah diwariskan para pendahulu. Karena itu, kami berkewajiban merawat dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Tarsono, Lesbumi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan seni budaya Islam dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Melalui lantunan shalawat dan rebana, masyarakat diajak semakin mencintai Rasulullah Saw. sekaligus mengenal kekayaan tradisi Islam Nusantara.

“Budaya dan dakwah tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menguatkan dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman yang ramah dan menyejukkan,” katanya.

Ia berharap generasi muda Nahdlatul Ulama semakin tertarik mempelajari Terbang Jawa sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Menurutnya, pelestarian seni tradisi membutuhkan regenerasi agar warisan para ulama tetap hidup di masa mendatang.

“Kami ingin anak-anak muda ikut belajar, mencintai, dan melanjutkan tradisi ini sehingga tidak berhenti pada generasi sekarang,” tuturnya.

Tarsono menambahkan, panggung sederhana dalam kegiatan santunan anak yatim menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk seni budaya.

Baca Lainnya  UPZISNU Ranting Sitail Salurkan Santunan 41 Anak Yatim Piatu Secara Door to Door, Jaga Martabat Penerima Manfaat

“Tidak harus menunggu acara besar. Di kegiatan sosial seperti ini pun, Terbang Jawa mampu menghadirkan syiar yang menyentuh hati masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Lesbumi PRNU Slaranglor akan terus berkomitmen menghidupkan seni budaya Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Selama masyarakat masih mencintai shalawat dan budaya warisan ulama, kami akan terus hadir untuk merawatnya bersama-sama,” tegasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor : Arindra Bagus Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *