Bojong, Warta NU Tegal
Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Tegal terus menunjukkan komitmennya dalam menguatkan kemandirian ekonomi berbasis santri melalui program unggulan Warung Sate Tegalan.
Program ini direncanakan akan segera diluncurkan sebagai bagian dari upaya konkret menggerakkan sektor ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tegal.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi 1447 H yang digelar pada Sabtu (28/3/2026) di wilayah Bojong, Kabupaten Tegal.
Ketua HIPSI Kabupaten Tegal, Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa pemilihan usaha warung sate bukan tanpa alasan.
“Potensi alam masyarakat Kabupaten Tegal, khususnya di sektor peternakan, sangat besar dan perlu dioptimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa usaha ini menjadi bagian dari strategi menggerakkan ketahanan pangan berbasis lokal.
“Kami ingin mendorong ketahanan pangan dengan langkah nyata melalui pemberdayaan peternakan dan kuliner khas daerah,” jelasnya.
Menurutnya, Kabupaten Tegal memiliki peran strategis dalam peta ketahanan pangan nasional.
“Sebagai bagian dari peta nasional ketahanan pangan, Kabupaten Tegal perlu didorong dengan bukti nyata dari masyarakatnya sendiri,” katanya.
Eko juga menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan bagi kalangan santri.
“Kami ingin mendidik masyarakat, khususnya kaum santri, agar mampu menjadi pengusaha yang mandiri dan sukses di masa depan,” tuturnya.
Ia menyinggung kondisi ekonomi global sebagai tantangan sekaligus peluang.
“Di tengah isu ekonomi global, kita harus tetap tangguh dan mandiri dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris HIPSI Kabupaten Tegal, Khayatulloh Falakhi, menyampaikan optimisme terhadap pengembangan usaha santri.
“Kami sebagai pelaku usaha tetap optimis dan bersyukur atas peluang usaha yang ada,” ujarnya.
Ia mengajak para santri dan alumni untuk tetap istiqamah dalam berwirausaha.
“Jangan mudah goyah, teruslah istiqamah dalam menjalankan usaha,” katanya.
Menurutnya, HIPSI tengah merancang program usaha mandiri berbasis santri.
“Kami merencanakan pengembangan usaha warung sate sebagai bagian dari pemberdayaan santri dan alumni,” jelasnya.
Tak hanya itu, HIPSI juga menyiapkan agenda besar ke depan.
“Ke depan, kami juga akan menggelar Festival Kambing Tegalan pada tahun 2026 dan 2027,” ungkapnya.
Program tersebut akan terintegrasi dalam pengembangan HIPSI Farm.
“Semua program ini berada dalam satu ekosistem HIPSI Farm yang akan dikelola secara profesional,” imbuhnya.
Di sisi lain, Manajer HIPSI Farm, Ki Walet, menyampaikan kesiapan dalam mendukung realisasi program tersebut.
“Kami siap mengelola program HIPSI Farm sebagai basis pengembangan usaha santri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Warung Sate Tegalan akan dikelola secara kolektif.
“Konsepnya adalah kerja bersama dengan dukungan iuran internal pengurus HIPSI,” katanya.
Koordinasi teknis juga telah disiapkan untuk mendukung kelancaran program.
“Achmad Royyan Firdaus akan menjadi koordinator tim penjualan Warung Sate Tegalan,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat berkembang secara bertahap.
“Insyaallah program ini akan berjalan bertahap dan terus berkembang ke depan,” pungkasnya.
Program Warung Sate Tegalan ini menjadi wujud nyata semangat kemandirian ekonomi santri yang selaras dengan nilai-nilai ke-NU-an dalam membangun kesejahteraan umat.
Diharapkan, inisiatif ini mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas.
Editor : Tahmid












