Jatinegara, Warta NU Tegal
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) MWCNU Kecamatan Jatinegara bergerak cepat melakukan assessment kejadian kebakaran rumah warga di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Melalui laporan resmi dari Posko LPBI NU MWCNU Jatinegara, kondisi lokasi kejadian saat ini telah dinyatakan kondusif setelah upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga dan unsur terkait.
Kegiatan assessment ini menjadi bagian dari respons cepat NU dalam menangani bencana dan memastikan kebutuhan korban dapat segera teridentifikasi.
Ketua LPBI NU MWCNU Kecamatan Jatinegara, Rereb Kanthi Pangestu, menyampaikan laporan langsung dari lokasi kejadian.
“Kami melaporkan hasil assessment kejadian kebakaran rumah tinggal di Desa Cerih,” ujarnya.
Ia menjelaskan waktu kejadian secara rinci.
“Kebakaran terjadi pada pukul 16.00 WIB dan kami melakukan update situasi pada pukul 19.06 WIB,” terangnya.
Menurutnya, lokasi kejadian berada di wilayah permukiman warga.
“Lokasi kejadian berada di RT 14 RW 01 Desa Cerih Kecamatan Jatinegara,” katanya.
Ia juga memaparkan kronologi awal kejadian.
“Peristiwa bermula saat Ibu Muayanah melihat percikan api di dapur,” jelasnya.
Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri.
“Beliau berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” ujarnya.
Namun api dengan cepat membesar.
“Api kemudian membesar dan sulit dikendalikan,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa saat kejadian korban berada sendiri.
“Suami korban saat itu sedang mencari rumput untuk ternak,” katanya.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan.
“Warga yang mendengar teriakan langsung membantu memadamkan api,” ujarnya.
Rereb menyebut pihaknya menerima informasi dari pemerintah kecamatan.
“Kami menerima laporan dari Camat Jatinegara melalui telepon,” jelasnya.
Setelah itu, tim langsung bergerak ke lokasi.
“Kami segera melakukan assessment lanjutan di lokasi kejadian,” katanya.
Ia memastikan kondisi terkini sudah aman.
“Alhamdulillah, situasi saat ini sudah kondusif,” tegasnya.
Terkait dampak, ia menyampaikan data sementara.
“Satu rumah milik Ibu Muayanah mengalami kerusakan akibat kebakaran,” ujarnya.
Kerugian materi juga cukup signifikan.
“Uang tunai sekitar Rp15 juta yang disimpan dalam kaleng turut hangus terbakar,” ungkapnya.
Korban untuk sementara mengungsi.
“Satu kepala keluarga dengan tiga jiwa saat ini mengungsi di rumah saudara,” katanya.
Ia menambahkan bahwa total kerugian masih dalam pendataan.
“Kerugian keseluruhan masih kami lakukan pendataan lebih lanjut,” ujarnya.
Rereb juga menyampaikan kebutuhan mendesak korban.
“Kebutuhan mendesak meliputi material bangunan, terpal, paket sembako, dan pakaian dewasa,” jelasnya.
Ia menjelaskan langkah yang telah dilakukan tim.
“Kami telah melakukan assessment serta pelaporan dan pencatatan kejadian,” katanya.
Menurutnya, banyak pihak terlibat dalam penanganan di lapangan.
“Penanganan melibatkan Polsek, Koramil, PMI, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat,” imbuhnya.
Ia menegaskan komitmen LPBI NU untuk terus hadir.
“LPBI NU akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana,” pungkasnya.
Editor : Tahmid






