Rijalul Ansor Penyalahan: Istiqamah Bershalawat, Ustadz Mirkon Tekankan Kunci Dikabulkannya Doa

Avatar photo
Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, dilaksanakan pada Sabtu malam Ahad, (2/5/2026), bertempat di rumah Bapak Sodikon, Dukuh Pete, Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, digelar pada Sabtu malam Ahad (2/5/2026) di kediaman Sodikon, Dukuh Pete. Kegiatan ini dihadiri oleh kader Ansor dan Banser setempat.

Majelis tersebut diisi dengan kajian keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Mirkon, yang menekankan pentingnya membaca shalawat sebagai salah satu kunci dikabulkannya doa.

Dalam kajiannya, Ustadz Mirkon mengawali dengan menyampaikan hadits shahih yang menjelaskan tentang adab dalam berdoa.

“Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صلى الله عليه وسلم

Ia menjelaskan bahwa doa memiliki tata cara yang harus diperhatikan agar sampai kepada Allah SWT.

“Doa itu harus diawali dengan membaca shalawat dan diakhiri dengan shalawat,” jelasnya.

Menurutnya, banyak orang berdoa tetapi melupakan adab tersebut.

“Tanpa shalawat di awal, doa-doa itu tidak sampai,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa shalawat menjadi pengantar utama diterimanya doa.

“Kalau doa diawali dan diakhiri dengan shalawat, maka doa itu akan diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak warga Nahdliyin untuk meyakini kekuatan doa.

“Sebagai orang NU dan Ansor, kita harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan diterima,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keyakinan menjadi bagian penting dalam berdoa.

“Kita harus percaya penuh terhadap doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Namun demikian, ia kembali mengingatkan pentingnya shalawat sebagai syarat utama.

“Yang jelas, doa yang diawali dengan shalawat dan diakhiri dengan shalawat pasti akan diijabah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut berlaku dalam berbagai kondisi.

“Apapun, di manapun, dan kapanpun, doa itu pasti akan diijabah oleh Allah SWT,” tuturnya.

Baca Lainnya  Malam Nisfu Sya’ban 1447 H Jatuh pada Senin Malam Selasa Ini

Menurutnya, istiqamah dalam bershalawat menjadi ciri khas amaliyah warga NU.

“Inilah amalan yang harus kita jaga sebagai bagian dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Ia juga berharap kajian yang disampaikan dapat memberikan manfaat.

“Semoga apa yang saya sampaikan ini ada manfaatnya untuk pribadi dan semuanya,” ucapnya.

Ia mengajak jamaah untuk terus menjaga amaliyah dzikir dan shalawat.

“Mari kita istiqamah dalam dzikir dan shalawat agar hidup kita penuh keberkahan,” pesannya.

Ia menutup dengan harapan agar seluruh jamaah senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

“Semoga kita semua selalu mendapatkan rahmat dan pertolongan dari Allah SWT,” pungkasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *