Jatinegara, Warta NU Tegal
Upaya memperkuat nilai moderasi beragama terus dilakukan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan penguatan moderasi beragama yang digelar di MT Sabilunnajah Desa Luwijawa, Kecamatan Jatinegara, Jumat (8/5/2026), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatinegara, Ali Ma’mun sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang diikuti jamaah dan santri MT Sabilunnajah tersebut berlangsung khidmat dan interaktif. Selain penyampaian materi, acara juga diisi dialog mengenai tantangan kehidupan sosial keagamaan di era digital yang semakin kompleks dan dinamis.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ali Ma’mun menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk bersikap seimbang, tidak berlebihan, dan tetap menghormati perbedaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sikap toleransi dan saling menghargai harus terus ditanamkan agar kehidupan sosial tetap terjaga dengan baik serta terhindar dari perpecahan.
“Kerukunan akan tercipta apabila masyarakat mampu saling menghormati dan menjaga persaudaraan meskipun memiliki latar belakang yang berbeda,” katanya.
Ia menilai tantangan kehidupan di era digital saat ini menuntut masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan persoalan agama.
“Media sosial sering menjadi ruang penyebaran informasi yang belum tentu benar. Karena itu masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi,” tuturnya.
Ali Ma’mun juga mengingatkan pentingnya menjauhi sikap ekstrem dan fanatisme berlebihan yang dapat merusak persatuan umat.
“Agama mengajarkan kasih sayang dan kedamaian, bukan kebencian ataupun sikap merasa paling benar sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi sejatinya telah lama menjadi bagian dari tradisi Islam ahlussunnah wal jamaah yang dijaga warga Nahdlatul Ulama.
“NU sejak dulu mengajarkan Islam yang santun, sejuk, menghargai budaya, dan menjaga persatuan bangsa,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjalankan ajaran agama secara santun, bijaksana, dan penuh keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini menambah pemahaman masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah, persatuan, dan kerukunan umat di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor : Arindra Bagus Santoso












