Pagar Nusa SMP Negeri 2 Bojong Tampil Memukau, Syiar Aswaja dan Seni Pencak Silat Warnai Pagelaran Seni 2026

Avatar photo
Atraksi seni bela diri dari Pagar Nusa Peguron Sapujagad SMP Negeri 2 Bojong berhasil memukau penonton dalam Pagelaran Seni Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (30/5/2026) di halaman sekolah.

Bojong, Warta NU Tegal

Penampilan Ekstrakurikuler Pencak Silat Pagar Nusa Peguron Sapujagad SMP Negeri 2 Bojong menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian dalam Pagelaran Seni Akhir Tahun Kelas IX yang berlangsung di halaman SMP Negeri 2 Bojong, Sabtu (30/5/2026). Atraksi para pendekar dan srikandi muda tersebut mendapat sambutan meriah dari para siswa, guru, wali murid, dan tamu undangan yang hadir.

Pantauan Warta NU Tegal, penampilan diawali dengan pengenalan nilai-nilai luhur Salam Pagar Nusa yang menjadi pedoman perjuangan para pesilat Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai tersebut meliputi keimanan kepada Allah SWT, semangat beramal saleh, amar ma’ruf nahi munkar, menjaga tradisi Wali Songo, memperkuat persaudaraan, mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah itu, para anggota Pagar Nusa menampilkan Seni Ganda yang diperagakan oleh Kang Lana dan Kang Haikal. Penampilan tersebut menyuguhkan rangkaian jurus serang dan bela yang dipadukan secara harmonis sehingga membentuk simulasi pertarungan yang estetis, terukur, dan penuh ketangkasan.

Tepuk tangan penonton kembali bergemuruh ketika para pesilat muda menampilkan Seni Regu yang dipimpin oleh Srikandi Salma Nurjanah. Gerakan jurus IPSI Tunggal Baku yang diperagakan secara serentak menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, serta hasil latihan yang matang dari para anggota ekstrakurikuler Pagar Nusa SMP Negeri 2 Bojong.

Puncak penampilan ditutup dengan atraksi pengolahan pernapasan yang dipusatkan pada kekuatan tubuh dan tangan. Atraksi tersebut berhasil memukau para penonton ketika Kang Lana sukses mematahkan empat batang hebel berukuran tujuh sentimeter, sementara Kang Haikal berhasil mematahkan tiga batang hebel dalam satu rangkaian demonstrasi.

Pelatih Pagar Nusa SMP Negeri 2 Bojong, Kang Lukman, menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pagar Nusa tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Baca Lainnya  Wisuda ke-3 STKIP NU Kabupaten Tegal, Cetak Sarjana Berintegritas dan Siap Mengabdi untuk Umat

“Pagar Nusa adalah wadah kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama melalui pencak silat. Di dalamnya tidak hanya diajarkan jurus, tetapi juga akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan kepada agama serta bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, Salam Pagar Nusa yang diperkenalkan dalam penampilan tersebut merupakan simbol perjuangan untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

“Nilai yang kami tanamkan kepada anak-anak adalah iman, persaudaraan, pengabdian, dan semangat menjaga warisan ulama serta tradisi para Wali Songo,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Seni Ganda dan Seni Regu yang ditampilkan merupakan bagian dari materi pembelajaran yang bertujuan melatih konsentrasi, kekompakan, dan ketepatan teknik gerakan.

“Melalui latihan yang rutin, anak-anak belajar bekerja sama, menghargai teman, serta membangun rasa percaya diri dalam menampilkan kemampuan mereka di depan masyarakat,” tuturnya.

Kang Lukman juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa yang mampu menampilkan kemampuan terbaiknya pada pagelaran seni tersebut.

“Alhamdulillah anak-anak tampil dengan penuh semangat. Ini adalah hasil dari latihan yang mereka jalani dengan tekun dan disiplin selama ini,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Pagar Nusa di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana pembentukan generasi muda yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, dan kokoh dalam memegang prinsip ke-NU-an.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, cinta tanah air, serta siap menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah,” pungkasnya.

Penampilan Pagar Nusa Peguron Sapujagad SMP Negeri 2 Bojong pada Pagelaran Seni Tahun 2026 tidak hanya menjadi hiburan yang memukau, tetapi juga menjadi media syiar nilai-nilai Nahdlatul Ulama kepada generasi muda. Melalui seni pencak silat, para siswa belajar memadukan kekuatan fisik, keteguhan spiritual, serta semangat kebangsaan yang diwariskan para ulama dan pendiri bangsa.

Baca Lainnya  Pendidikan Tak Boleh Mandek di Tengah Bencana, Tangis Wasmuri Menggugah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *