Warta  

PAC IPNU-IPPNU Margasari Lantik PR Prupuk Selatan, Teguhkan Semangat Kaderisasi Pelajar NU

Avatar photo
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Prupuk Selatan Masa Khidmat 2026–2028 diselenggarakan di Pondok Pesantren Ar-Rasyid, Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, pada Ahad (31/5/2026).

Margasari, Warta NU Tegal

Semangat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama kembali menguat di Kecamatan Margasari. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pengajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari yang dirangkai dengan Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Prupuk Selatan Masa Khidmat 2026–2028 di Pondok Pesantren Ar-Rasyid, Desa Prupuk Selatan, Ahad (31/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Margasari KH Ahmad Muflikhul Azki, jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Margasari, badan otonom NU Desa Prupuk Selatan, serta perwakilan PR dan PK IPNU-IPPNU se-Kecamatan Margasari. Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai jalannya acara yang menjadi ajang konsolidasi kader muda Nahdliyin tersebut.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Margasari, Rekan Agus Ramdani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian rutin yang kini telah memasuki putaran ke-9. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menjaga tradisi keilmuan dan memperkuat ukhuwah antarkader.

“Alhamdulillah, Pengajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Margasari telah memasuki putaran ke-9. Ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga tradisi belajar, mempererat silaturahmi, dan menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan pelajar dan remaja Nahdliyin,” ujarnya.

Ia mengapresiasi terlaksananya pelantikan PR IPNU-IPPNU Prupuk Selatan yang dinilainya sebagai tonggak penting kebangkitan organisasi di tingkat desa setelah vakum selama kurang lebih tiga tahun.

“Pelantikan ini menjadi momentum bersejarah. Setelah cukup lama vakum, akhirnya PR IPNU-IPPNU Prupuk Selatan kembali terbentuk dan siap menjalankan roda organisasi serta kaderisasi di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut Agus, terbentuknya kepengurusan baru tersebut merupakan hasil nyata dari proses pengembangan organisasi yang dilakukan PAC IPNU-IPPNU Margasari secara berkelanjutan.

“Ranting Prupuk Selatan menjadi ranting kedua yang berhasil dibentuk setelah sebelumnya berdiri PR IPNU-IPPNU Prupuk Utara. Ini menunjukkan bahwa semangat kaderisasi terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Baca Lainnya  Lailatul Ijtima’ dan MDS Rijalul Ansor Argatawang Perkuat Amaliyah NU dan Kajian Fiqih Qurban

Ia berharap para pengurus yang baru dilantik mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar dan remaja di lingkungannya.

“Kami berharap seluruh pengurus yang dilantik dapat menghidupkan kegiatan organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menjadi wadah pembinaan generasi muda Nahdliyin yang berakhlak dan berdaya saing,” tuturnya.

Agus juga mengajak seluruh kader IPNU dan IPPNU untuk terus menjaga semangat khidmah, memperkuat solidaritas organisasi, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Momen foto bersama para pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari usai pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Prupuk Selatan Masa Khidmat 2026–2028 yang berlangsung di Pondok Pesantren Ar-Rasyid, Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, pada Ahad (31/5/2026).

“IPNU dan IPPNU harus menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan memberikan manfaat bagi umat. Mari bersama-sama menguatkan organisasi demi masa depan generasi Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Sementara itu, Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Margasari, KH Ahmad Muflikhul Azki, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda.

“IPNU dan IPPNU adalah wadah untuk belajar, berproses, dan mengembangkan diri. Organisasi ini harus menjadi tempat tumbuhnya kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang berkualitas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap kader memiliki minat dan bakat yang berbeda sehingga organisasi harus mampu menjadi sarana untuk mengasah kemampuan tersebut secara positif.

“Setiap kader memiliki potensi yang unik. Karena itu, manfaatkan organisasi sebagai tempat mengembangkan kemampuan agar kelak dapat memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Menurut Kiai Muflikhul Azki, kemampuan yang dimiliki seseorang tidak cukup hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan harus diorientasikan untuk kemaslahatan umat.

Baca Lainnya  Halal Bihalal BADKO LPQ Margasari: Perkuat Sinergi, Tingkatkan Mutu Lembaga, dan Teguhkan Spirit Qur’ani

“Minat dan bakat yang kita miliki hendaknya menjadi sarana pengabdian. Semakin besar kemampuan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui kegiatan organisasi, pendidikan, dan penguatan karakter keislaman serta kebangsaan.

“Jangan pernah berhenti belajar. Jadikan setiap proses di IPNU dan IPPNU sebagai bekal untuk menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, ia mengingatkan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama sebagai orientasi utama dalam berorganisasi.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka jadikan organisasi ini sebagai jalan untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” tegasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Agus Ramdani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *