Warta  

Pelantikan PR IPNU-IPPNU Wanalaba Margasari Jadi Titik Awal Kebangkitan Kaderisasi NU di Tingkat Desa

Avatar photo
Kegiatan Pengajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari yang dirangkai dengan Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Wanalaba Masa Khidmat 2026–2028 di Masjid Nur Hidayah Wanalaba, Ahad (26/4/2026).

Margasari, Warta NU Tegal

Semangat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama terus tumbuh di Kecamatan Margasari. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Pengajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari yang dirangkai dengan Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Wanalaba Masa Khidmat 2026–2028 di Masjid Nur Hidayah Wanalaba, Ahad (26/4/2026).

Kegiatan yang dihadiri KH Muhammad Arif, jajaran PAC IPNU-IPPNU Margasari, serta pengurus PR dan PK IPNU-IPPNU se-Kecamatan Margasari tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi pelajar Nahdliyin sekaligus membangkitkan kembali gerakan organisasi di tingkat desa.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Margasari, Rekan Agus Ramdani, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru PR IPNU dan IPPNU Wanalaba. Menurutnya, pelantikan tersebut merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat kaderisasi Nahdlatul Ulama di tingkat desa sekaligus membangun semangat pengabdian generasi muda Nahdliyin.

“Alhamdulillah, kami menyambut dengan penuh syukur pelantikan PR IPNU dan IPPNU Wanalaba Masa Khidmat 2026–2028. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat kaderisasi Nahdlatul Ulama di tingkat desa serta membangun semangat pengabdian generasi muda Nahdliyin,” ujarnya dalam sambutan yang diterima Warta NU Tegal, Senin (2/6/2026).

Agus menjelaskan bahwa pelantikan tersebut memiliki nilai strategis karena selama ini Desa Wanalaba belum memiliki badan otonom NU yang aktif secara berkelanjutan seperti di wilayah lain di Kecamatan Margasari.

“Wanalaba memiliki tantangan tersendiri. Selama ini belum terdapat badan otonom NU yang berjalan aktif secara berkelanjutan. Karena itu, kehadiran PR IPNU dan IPPNU menjadi harapan baru bagi tumbuhnya kaderisasi di tingkat akar rumput,” katanya.

Ia menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para pelajar, tetapi juga ruang pembinaan calon-calon pemimpin masa depan Nahdlatul Ulama.

Baca Lainnya  Shanti Alda Natalia Tinjau Bencana Tanah Bergerak Padasari, Dorong Relokasi dan Mitigasi Bencana Berkelanjutan

“Kami berharap ranting ini menjadi tempat lahirnya kader-kader muda yang kelak mampu melanjutkan estafet perjuangan melalui kepengurusan NU maupun badan otonom lainnya di masa mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agus mengajak seluruh pengurus yang telah dilantik untuk menjadikan amanah organisasi sebagai sarana pengabdian sekaligus pembelajaran kepemimpinan.

“Jangan melihat keterbatasan sebagai hambatan. Justru dari kondisi sederhana inilah kader-kader terbaik sering lahir dan tumbuh menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan, khususnya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Saat ini kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang mulai menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tegal. Karena itu, kader IPNU dan IPPNU harus menjadi teladan dalam menjaga diri dan lingkungan,” tegasnya.

Menurut Agus, upaya menjaga generasi muda harus dimulai dari kesadaran pribadi sebelum mengajak orang lain melakukan perubahan.

“Perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri. Kader IPNU dan IPPNU harus memperkuat keimanan, memilih pergaulan yang sehat, serta berani mengajak teman-temannya kepada kegiatan yang positif dan bermanfaat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kader Nahdliyin memiliki tanggung jawab moral untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang baik.

“Kita harus hadir sebagai generasi yang membawa solusi, bukan menambah persoalan. Jadilah pelopor dalam menciptakan lingkungan yang religius, sehat, dan produktif bagi masa depan bangsa,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Agus berharap kepengurusan baru PR IPNU-IPPNU Wanalaba mampu menjadi organisasi yang aktif, mandiri, dan konsisten dalam menjalankan kaderisasi.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal lahirnya semangat baru untuk membangun kaderisasi di Wanalaba. Mari bersama-sama menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat untuk agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Baca Lainnya  2.445 Jiwa Terdampak, 594 KK Mengungsi: Data Bencana Tanah Bergerak Padasari

Melalui pelantikan tersebut, diharapkan PR IPNU-IPPNU Wanalaba dapat menjadi motor penggerak lahirnya kader-kader muda Nahdliyin yang berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah, aktif dalam kegiatan sosial keagamaan, serta mampu memperkuat eksistensi Nahdlatul Ulama di tingkat desa demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Editor: Tahmid
Kontributor: PAC IPNU-IPPNU Margasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *