Quran  

H. Ahmad Muhdzir: Ujian Tahfizhul Qur’an Perkuat Standarisasi dan Dorong Pengakuan Setara Prestasi Akademik

Avatar photo
Arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H. Ahmad Muhdzir, dalam kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Ujian Tahfizhul Qur’an yang dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) di Aula Al-Ikhlas.

Slawi, Warta NU Tegal

Upaya menguatkan posisi tahfidz Al-Qur’an sebagai prestasi yang setara dengan capaian akademik terus didorong Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal melalui Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Ujian Tahfizhul Qur’an, Selasa (28/4/2026), di Aula Al-Ikhlas.

Kegiatan ini diikuti berbagai unsur strategis, mulai dari pejabat struktural Kemenag, organisasi mitra, hingga para penguji tahfidz se-Kabupaten Tegal, sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun ekosistem pendidikan Islam yang lebih terarah dan berkualitas.

Program Ujian Tahfizhul Qur’an ini menjadi langkah konkret dalam memberikan pengakuan resmi terhadap kemampuan hafalan Al-Qur’an para peserta didik dari berbagai latar lembaga pendidikan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H. Ahmad Muhdzir, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjadikan prestasi keagamaan sebagai bagian integral dari sistem penilaian pendidikan.

“Dengan adanya ujian tahfidz ini, prestasi para siswa dalam menghafal Al-Qur’an diharapkan dapat diakui dan tidak kalah dengan prestasi di bidang lain,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa selama ini prestasi tahfidz belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan yang setara di ruang publik pendidikan.

“Kita ingin agar capaian hafalan Al-Qur’an memiliki posisi yang sejajar dengan prestasi olahraga maupun kompetisi akademik lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran program ini menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap pendidikan keagamaan.

“Program ini adalah bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman,” katanya.

Ia juga menilai bahwa tahfidz Al-Qur’an memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

“Hafalan Al-Qur’an bukan hanya soal kemampuan kognitif, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini terbuka untuk berbagai kalangan.

“Ujian tahfidz ini dapat diikuti oleh siswa madrasah, sekolah umum, hingga santri pondok pesantren,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Badko LPQ Kecamatan Bojong: FASI IX Jadi Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi dan Berakhlak Mulia

Menurutnya, inklusivitas program ini menjadi kekuatan dalam memperluas manfaatnya.

“Kami ingin semua elemen pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan pentingnya standarisasi dalam pelaksanaan ujian tahfidz.

“Standarisasi ini penting agar kualitas hafalan dapat terukur secara objektif dan profesional,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa program ini juga memberikan dampak positif bagi lembaga pendidikan.

“Sekolah dan lembaga pendidikan akan mendapatkan nilai tambah melalui program ini,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan program tahfidz dapat menjadi sarana syiar Islam.

“Program Al-Qur’an ini juga menjadi media syiar Islam yang efektif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk promosi positif bagi lembaga pendidikan.

“Lembaga yang aktif dalam program ini akan dikenal sebagai lembaga yang peduli terhadap pendidikan Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa ujian tahfidz bukan sekadar formalitas.

“Ujian ini harus menjadi sarana evaluasi yang benar-benar mengukur kualitas hafalan peserta,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan.

“Kita ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang berkesinambungan antara aspek intelektual dan spiritual,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat memahami mekanisme pelaksanaan ujian dengan baik.

“Sosialisasi ini penting agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait teknis pelaksanaan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama semua pihak,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini.

“Mari kita bersama-sama mendukung dan menyukseskan ujian tahfidz ini,” ajaknya.

Ia optimistis program ini akan memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan.

“Kami yakin program ini akan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Matangkan FASI IX, Badko LPQ Kabupaten Tegal Gelar Technical Meeting dan Konsolidasi Panitia

Menutup arahannya, ia berharap program ini membawa keberkahan bagi semua pihak.

“Semoga program ini membawa keberkahan, memperkuat syiar Islam, dan melahirkan generasi Qur’ani yang unggul,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *