Quran  

Rakor Badko LPQ Kabupaten Tegal: Evaluasi FASI IX, Siapkan Verifikasi dan Penguatan Kurikulum LPQ

Avatar photo
Badko LPQ Kabupaten Tegal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pengurus Harian, Ketua Badko LPQ Kecamatan se-Kabupaten Tegal, dan Panitia FASI IX Kabupaten Tegal di Gedung Sekretariat Badko LPQ Kabupaten Tegal, Selasa (9/6/2026).

Slawi, Warta NU Tegal

Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kabupaten Tegal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri Pengurus Harian Badko LPQ Kabupaten Tegal, Ketua Badko LPQ Kecamatan se-Kabupaten Tegal, serta Panitia FASI IX Kabupaten Tegal di Gedung Sekretariat Badko LPQ Kabupaten Tegal, Selasa (9/6/2026).

Rakor tersebut membahas sejumlah agenda penting, di antaranya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan evaluasi Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) IX Kabupaten Tegal Tahun 2026, persiapan ujian akhir semester, rapat tim kurikulum, serta berbagai program strategis pengembangan LPQ di Kabupaten Tegal.

Ketua Panitia FASI IX Badko LPQ Kabupaten Tegal, H. Samlawi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan FASI IX yang dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, Badko kecamatan, lembaga LPQ, hingga dukungan berbagai instansi.

“Alhamdulillah, meskipun target awal iuran berasal dari 865 lembaga, terdapat beberapa kecamatan yang belum memenuhi jumlah sesuai data sehingga pemasukan dari iuran hanya mencapai sekitar Rp83,8 juta. Namun berkat kebersamaan dan gotong royong, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, selain pemasukan dari iuran lembaga, panitia juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya subsidi kas Badko LPQ Kabupaten Tegal sebesar Rp7 juta serta bantuan dari Baznas Kabupaten Tegal yang masih tersimpan di rekening UPSZ Badko LPQ sebesar Rp15 juta.

“Total pemasukan yang berhasil dihimpun mencapai Rp105.800.000. Ini merupakan amanah besar yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab demi kemajuan LPQ di Kabupaten Tegal,” katanya.

H. Samlawi menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaksanaan FASI, mulai dari pengadaan trofi, kebutuhan peserta, dewan hakim, panitia, hingga perlengkapan teknis lainnya.

Baca Lainnya  H. Ahmad Muhdzir: Ujian Tahfizhul Qur’an Perkuat Standarisasi dan Dorong Pengakuan Setara Prestasi Akademik

“Alhamdulillah, untuk konsumsi dewan hakim, peserta, dan panitia mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Bagian Umum Setda yang menyediakan sekitar seribu kotak makan siang sehingga sangat membantu pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan keuangan yang telah disusun, total pengeluaran FASI IX mencapai Rp85.491.000 sehingga masih terdapat saldo kegiatan sebesar Rp20.309.000.

“Saldo ini tentu menjadi modal penting untuk mendukung persiapan kegiatan berikutnya, termasuk menghadapi FASI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang membutuhkan biaya cukup besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Samlawi berharap seluruh Badko LPQ kecamatan dapat meningkatkan partisipasi dalam program pengumpulan dana melalui Baznas sebagai bentuk timbal balik atas berbagai bantuan yang selama ini diberikan kepada LPQ.

“Kami berharap kecamatan-kecamatan yang selama ini belum aktif melakukan setoran Baznas dapat mulai bergerak. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kemanfaatan umat dan keberlangsungan program pendidikan Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk tetap menjaga semangat khidmah dan kebersamaan dalam menyukseskan berbagai agenda LPQ ke depan.

“Keberhasilan FASI bukan milik panitia semata, tetapi hasil kerja bersama seluruh keluarga besar LPQ Kabupaten Tegal. Semangat gotong royong inilah yang harus terus kita rawat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badko LPQ Kabupaten Tegal, H. Salafudin Yusuf, menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan FASI selesai, perhatian Badko LPQ kini diarahkan pada persiapan ujian akhir semester dan penguatan sistem kurikulum LPQ.

“Ujian semester harus dipersiapkan dengan baik karena menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran santri di masing-masing lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, tim kurikulum telah berupaya menyusun sistem soal yang lebih representatif dengan melibatkan berbagai metode pembelajaran yang berkembang di LPQ Kabupaten Tegal.

Baca Lainnya  Badko LPQ Kecamatan Bojong: FASI IX Jadi Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi dan Berakhlak Mulia

“Kami ingin soal yang disusun benar-benar mewakili karakteristik masing-masing metode sehingga dapat menjadi alat ukur yang lebih objektif terhadap capaian belajar santri,” jelasnya.

Selain itu, Badko LPQ Kabupaten Tegal juga tengah mempersiapkan program verifikasi dan akreditasi lembaga yang direncanakan mulai berjalan pada Juli 2026.

“Verifikasi lembaga ini bukan untuk mempersulit, melainkan sebagai sarana pembinaan dan peningkatan mutu LPQ agar kualitas pelayanan pendidikan Al-Qur’an semakin baik,” katanya.

H. Salafudin menjelaskan bahwa instrumen verifikasi telah beberapa kali disederhanakan agar lebih mudah diterapkan oleh lembaga tanpa mengurangi kualitas penilaian yang diperlukan.

“Kami terus melakukan uji coba dan penyempurnaan instrumen agar hasilnya benar-benar akurat serta meminimalkan kesalahan teknis yang pernah terjadi pada proses sebelumnya,” terangnya.

Ia berharap program verifikasi dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola lembaga sekaligus menjadi dasar pembinaan yang berkelanjutan bagi seluruh LPQ di Kabupaten Tegal.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Al-Qur’an sehingga semakin dipercaya masyarakat dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *