Jatinegara, Warta NU Tegal
Pengajian Rutin Ahad Manis yang diselenggarakan Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, berlangsung di Dukuh Lor RT 05 RW 02, Ahad (28/6/2026). Selain menjadi majelis menimba ilmu, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mengenalkan berbagai program Nahdlatul Ulama kepada warga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah NU Ranting Sitail Kiai Fathoni, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Sitail Ustadz H. Imron, jajaran pengurus Muslimat NU, Fatayat NU, serta masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, Ketua UPZISNU Ranting Sitail, Tahmid, menyampaikan sambutan mengenai pentingnya mendukung program KOIN NU sebagai bentuk penguatan kemandirian jam’iyah.
Mengawali sambutannya, Tahmid mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan Allah Swt. Ia juga mengapresiasi tausiyah yang telah disampaikan para kiai serta pengurus NU tentang pentingnya menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang kita peroleh dari majelis taklim hendaknya menjadi bekal untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Tahmid, Nahdlatul Ulama tidak hanya hadir melalui kegiatan pengajian, tetapi juga melalui berbagai program sosial, pendidikan, pelayanan umat, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus mendukung setiap program yang dijalankan oleh jam’iyah.
“NU akan semakin kuat apabila seluruh warganya memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun organisasi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu program yang terus dijalankan di Ranting Sitail adalah KOIN NU, yakni gerakan infak dan sedekah yang dikelola secara amanah, transparan, dan dikembalikan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat.
“Dana yang terkumpul dari KOIN NU telah membantu kegiatan keagamaan, pendidikan, santunan sosial, serta mendukung berbagai aktivitas badan otonom NU di Sitail,” jelasnya.
Tahmid menegaskan bahwa keberhasilan KOIN NU bukan diukur dari besarnya nominal infak, melainkan dari keikhlasan dan istiqamah warga dalam berbagi. Menurutnya, recehan yang dikumpulkan secara rutin akan menjadi kekuatan besar apabila dilakukan bersama-sama.
“Jangan melihat besar kecilnya infak, tetapi jagalah keikhlasan. Insyaallah, setiap rupiah yang disisihkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh keluarga besar Muslimat NU dan Fatayat NU untuk menjadi teladan dalam mendukung gerakan KOIN NU. Menurutnya, keterlibatan kaum ibu memiliki peran strategis dalam menanamkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Mari kita jadikan NU Sitail semakin mandiri, semakin kuat, dan semakin bermanfaat melalui kebersamaan serta semangat gotong royong,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Tahmid menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini telah mempercayai dan mendukung berbagai program Nahdlatul Ulama di Desa Sitail. Ia berharap kebersamaan tersebut terus terjaga demi kemajuan jam’iyah.
“Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah kita, melimpahkan keberkahan rezeki, menjaga persatuan warga Nahdliyin, serta menjadikan NU Sitail terus membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Tahmid menyampaikan pesan yang menjadi semangat Gerakan KOIN NU Sitail. “Bukan tentang seberapa banyak yang ditarik, tetapi seberapa ikhlas yang diinfaqkan. Setiap koin, secuil demi secuil, mengantarkan kebaikan bersama.” Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah sebagai pengingat bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama dibangun melalui keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan seluruh warganya.
Editor : Redaksi Warta NU Tegal












