Bojong, Warta NU Tegal
Upaya menghadirkan kompetisi keagamaan yang berkualitas terus dilakukan dalam pelaksanaan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal Tahun 2026. Salah satunya melalui penguatan kualitas dan integritas dewan juri agar proses penilaian benar-benar mampu melahirkan peserta terbaik yang siap melanjutkan ke tingkat kabupaten hingga provinsi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia MAPSI SD Tingkat Kecamatan Bojong Tahun 2026, M. Sisbanani, dalam Technical Meeting yang dihadiri jajaran dewan juri di SDN Dukuhtengah, Senin (14/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai petunjuk teknis sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan lomba yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (19/9/2026) di SDN Dukuhtengah Kecamatan Bojong.
M. Sisbanani mengawali sambutannya dengan memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Panitia MAPSI SD Kecamatan Bojong Tahun 2026.
“Perkenalkan, nama saya M. Sisbanani. Saya mendapatkan amanah bertugas di SD Negeri Rembul 1 dan alhamdulillah pada MAPSI tahun 2026 ini mendapatkan tugas untuk menjadi Ketua MAPSI tingkat SD Kecamatan Bojong,” tuturnya.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh dewan juri yang telah bersedia terlibat dalam pelaksanaan MAPSI. Menurutnya, keberadaan dewan juri memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas kompetisi.
“Yang paling ingin saya sampaikan adalah ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dewan juri yang sudah bersedia membantu kami dalam pelaksanaan MAPSI tahun ini,” ungkap Sisbanani.
Sisbanani menjelaskan, panitia MAPSI SD Kecamatan Bojong dalam beberapa tahun terakhir berupaya melakukan pembenahan agar kompetisi berlangsung semakin profesional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah tidak lagi menjadikan guru PAI SD sebagai juri.
“Kami di MAPSI SD sudah beberapa tahun berupaya menciptakan MAPSI yang berkualitas, dalam arti tidak ada lagi guru PAI SD yang kami jadikan juri,” jelasnya.
Menurutnya, dewan juri sengaja melibatkan unsur di luar guru PAI SD, yang kami jadikan juri adalah mulai dari pendidik jenjang SMP, MTs dan SMA, hingga para kiai yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang lomba.
“Juri-juri yang ada berasal dari luar GPAI SD, juri kami ambil dari SMP, MTs hingga SMA, maupun dari para kiai. Ini dalam rangka ingin menciptakan MAPSI yang berkualitas,” katanya.
Upaya tersebut, lanjut Sisbanani, menunjukkan hasil positif pada pelaksanaan MAPSI tahun sebelumnya. Beberapa peserta dari Kecamatan Bojong bahkan berhasil melanjutkan perjuangan hingga tingkat provinsi.
“Alhamdulillah di tahun kemarin kita bisa sampai melanjutkan tiga orang ke tingkat provinsi. Ini menjadi capaian yang tentu harus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan MAPSI tahun 2026, ia menyebut terdapat target lebih tinggi yang diharapkan dapat dicapai.
“Tahun ini dari Ibu Pengawas PAI memberikan target yang luar biasa, penginnya ada lima yang bisa masuk ke tingkat provinsi. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk bisa melanjutkan sampai tingkat provinsi dan meraih juara,” tegas Sisbanani.
Karena itu, ia meminta dewan juri menjalankan tugas secara objektif, profesional, dan penuh integritas. Menurutnya, tidak boleh terdapat konflik kepentingan dalam proses penilaian sehingga peserta yang dinyatakan terbaik benar-benar berdasarkan kemampuan.
“Kami memilih dewan juri yang betul-betul berkompeten dan integritasnya tinggi, tidak ada konflik kepentingan apa pun. Kami sangat percaya kepada panjenengan untuk mencari yang terbaik di Kecamatan Bojong,” ungkapnya.
Sisbanani juga menegaskan, Technical Meeting digelar untuk menyamakan persepsi antara panitia, dewan juri, dan guru PAI SD terkait pelaksanaan lomba.
“Sengaja dalam temu teknis ini kita ingin menyamakan persepsi, terutama tentang juknis MAPSI. Sebelumnya kami sudah melaksanakan temu teknis bersama seluruh GPAI SD sehingga mereka sudah memahami secara mendalam juknis yang menjadi pedoman,” jelasnya.
Ia menambahkan, pedoman yang digunakan mengacu pada petunjuk teknis MAPSI tingkat provinsi yang selanjutnya menjadi dasar penyelenggaraan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Patokannya adalah juknis MAPSI provinsi. Juknis MAPSI provinsi itu nanti diambil oleh kabupaten. Ini sudah kami bahas secara mendalam di tingkat Kabupaten PAI, sehingga harus ada sinkronisasi dengan dewan juri,” katanya.
Terkait pelaksanaan lomba, Sisbanani menyampaikan bahwa MAPSI SD Kecamatan Bojong akan digelar pada Sabtu, 19 September 2026. Upacara pembukaan dijadwalkan pukul 08.00 WIB di SDN Dukuhtengah, sedangkan sebagian besar perlombaan lainnya dimulai pukul 09.00 WIB.
“Pelaksanaan MAPSI kita laksanakan tanggal 19 September 2026, tempatnya di SDN Dukuhtengah. Upacara pembukaan kami jadwalkan pukul 08.00,” terangnya.
Khusus lomba kaligrafi dan khot, ia menjelaskan perlombaan dapat dimulai tepat pukul 08.00 WIB karena memiliki durasi pengerjaan yang lebih panjang. Peserta yang datang terlambat tetap diperbolehkan mengikuti lomba, tetapi tidak memperoleh tambahan waktu.
“Untuk juri kaligrafi dan khot, ketika pukul 08.00 sudah standby, lomba bisa dimulai berapa pun peserta yang sudah hadir. Peserta yang terlambat tetap boleh mengikuti, tetapi tidak mendapatkan tambahan waktu,” tegas Sisbanani.
Untuk cabang lomba lainnya, panitia menerapkan ketentuan agar proses perlombaan berlangsung tertib dan adil. Peserta yang belum hadir ketika dipanggil tidak langsung didiskualifikasi, melainkan akan ditempatkan pada urutan terakhir setelah peserta lainnya selesai mengikuti perlombaan.
“Kalau ketika dipanggil belum hadir, nanti pemanggilannya dilakukan pada urutan paling akhir. Jadi tidak langsung di-skip,” jelasnya.
Ia juga meminta dewan juri memiliki kewenangan penuh dalam mengatur jalannya perlombaan di ruang masing-masing agar proses penilaian berlangsung kondusif. Penonton dan pendamping diminta tidak mengganggu jalannya perlombaan.
“Ruang lomba adalah kewenangan panjenengan sebagai dewan juri. Setelah peserta masuk, pintu ditutup agar proses penjurian berjalan dengan baik. Penonton silakan berada di luar dan tidak mengganggu proses perlombaan,” ujarnya.
Sisbanani selanjutnya menjelaskan mekanisme pengumuman pemenang. Hasil penilaian dari masing-masing cabang lomba terlebih dahulu direkap dan diperiksa di sekretariat sebelum diumumkan. Pengumuman pemenang paling cepat dilakukan pukul 12.30 WIB dan dewan juri akan langsung mengumumkan sekaligus menyerahkan piala kepada para juara.
“Setelah selesai merekap nilai, dewan juri ke sekretariat terlebih dahulu untuk pengecekan dan rekapitulasi. Setelah pukul 12.30 baru kembali ke ruangan lomba untuk mengumumkan sekaligus membagikan piala,” pungkasnya.
Editor: Tahmid












