Slawi, Warta NU Tegal
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (STKIP NU) Kabupaten Tegal resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Sutaman, menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua STKIP NU Kabupaten Tegal masa khidmat 2026-2030 dalam prosesi yang berlangsung di Ruang KH Abd. Wahab Hasbullah, Gedung NU Kabupaten Tegal, Rabu (9/9/2026).
Penyerahan SK tersebut disaksikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, perwakilan MWCNU se-Kabupaten Tegal, pimpinan perguruan tinggi mitra, serta sivitas akademika STKIP NU. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi NU, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga pendidikan.
Selain penyerahan SK, kegiatan diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STKIP NU Kabupaten Tegal dengan BPPPMNU Hasyim Asy’ari Tarub dan SMA Tahfidz Yanbu’ul Quran 5 Tegal. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Dalam kepemimpinan baru, STKIP NU Kabupaten Tegal membawa aspirasi untuk mengembangkan kelembagaan secara bertahap menuju universitas. Penguatan mutu akademik, sumber daya manusia, sarana-prasarana, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari agenda pengembangan kampus.
Ketua STKIP NU Kabupaten Tegal, Sutaman, mengatakan peningkatan mutu menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan periode 2026-2030.
“Fokus kami adalah meningkatkan mutu secara menyeluruh, mulai dari penguatan akreditasi, peningkatan kompetensi dosen, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan STKIP NU tidak hanya diarahkan pada aspek kelembagaan, tetapi juga peningkatan kualitas sivitas akademika.
“Kami ingin membangun budaya akademik yang semakin kuat, memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar lebih aktif dalam penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Sutaman juga menyampaikan aspirasi untuk mengembangkan STKIP NU Kabupaten Tegal menjadi Universitas Nahdlatul Ulama secara bertahap.
“Cita-cita mengembangkan STKIP NU menjadi universitas tentu membutuhkan proses. Karena itu, kami akan memperkuat kualitas kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak agar langkah menuju Universitas Nahdlatul Ulama dapat dilakukan secara terukur,” tuturnya.
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) STKIP NU Kabupaten Tegal, Akhmad Mafrohi, mengatakan transformasi kelembagaan tersebut harus disertai kesiapan berbagai komponen pendukung.
“Pengembangan menuju universitas membutuhkan kesiapan yang matang, terutama dari sisi sarana dan prasarana. Karena itu, penguatan kampus menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus terus dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, STKIP NU Kabupaten Tegal saat ini memiliki sekitar 500 mahasiswa. Keberadaan kampus yang lebih mandiri di Danawarih menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan kelembagaan ke depan.
“Dengan jumlah mahasiswa yang ada sekarang, kita membutuhkan lingkungan kampus yang semakin representatif, mandiri, dan mampu menunjang proses pendidikan serta pengembangan akademik,” jelas Akhmad.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan merupakan bagian penting dari proses pengembangan tersebut.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pemerintah, dan berbagai mitra harus terus diperkuat agar STKIP NU semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan selamat kepada Sutaman atas amanah baru sebagai Ketua STKIP NU Kabupaten Tegal. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa kemajuan bagi perguruan tinggi NU sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tegal.
“Selamat kepada Sutaman, mudah-mudahan amanah dan mampu membawa STKIP NU Kabupaten Tegal semakin maju,” ujarnya.
Ischak juga mendorong STKIP NU untuk membangun kemitraan dengan perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman dan kemajuan kelembagaan. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk mempercepat pengembangan kampus.
“Kalau ada perguruan tinggi yang sudah lebih maju, jangan dianggap sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra. Bisa ATM, Amati, Tiru, Modifikasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal menempatkan STKIP NU sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan pendidikan daerah, termasuk melalui keterlibatan dalam program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa).
“Kami berharap STKIP NU terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia Kabupaten Tegal. Pemerintah daerah terbuka untuk membangun sinergi, sehingga perguruan tinggi dapat ikut mengambil bagian dalam program pembangunan pendidikan dan peningkatan kualitas masyarakat,” pungkas Ischak.
Editor: Tahmid












