Tarub, Warta NU Tegal
Sebanyak 795 siswa dan siswi SMP NU 1 Hasyim Asy’ari Tarub, Kabupaten Tegal, mengikuti kegiatan edukasi dan pembinaan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Yayan Ahdian, tersebut dilaksanakan di lingkungan SMP NU 1 Hasyim Asy’ari Tarub sebagai upaya sekolah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik tentang risiko penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Melalui penyampaian materi dan pembinaan secara langsung, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai dampak narkoba sekaligus cara membangun ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan yang negatif.
Kepala SMP NU 1 Hasyim Asy’ari Tarub, Hj. Ainul Kiromah, mengatakan edukasi bahaya narkoba penting diberikan kepada peserta didik sejak dini. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan menjaga diri.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran BNN untuk memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan dan meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, masa SMP merupakan periode penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan sehingga peserta didik perlu memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan diri.
“Jangan sampai anak-anak kita yang memiliki cita-cita dan masa depan yang panjang justru terjerumus karena salah memilih pergaulan. Karena itu, anak-anak harus mampu memilih teman dan lingkungan yang positif,” katanya.
Hj. Ainul Kiromah juga mengajak siswa berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta mengisi masa sekolah dengan kegiatan yang positif.
“Mari kita jaga diri, jaga pergaulan, fokus belajar, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Jangan takut mengatakan tidak terhadap narkoba karena menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari menjaga masa depan,” tegasnya.
Ia berharap materi yang diberikan BNN tidak berhenti sebagai pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jadilah generasi yang religius, berkarakter, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, pemateri BNN, Yayan Ahdian, menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan pelajar. Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi proses pendidikan, hubungan keluarga, kehidupan sosial, serta masa depan.
“Pelajar perlu memahami bahwa penyalahgunaan narkoba memiliki dampak yang luas. Karena itu, pengetahuan dan kesadaran harus dibangun sejak dini agar mereka mampu menjaga diri,” jelasnya.
Yayan mengingatkan para siswa untuk tidak mencoba narkoba dengan alasan apa pun. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mencoba dapat membawa risiko bagi diri sendiri sekaligus berdampak kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Jangan pernah mencoba narkoba dengan alasan apa pun. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” ungkapnya.
Selain menjauhi narkoba, Yayan mengajak para siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan bakat dan minat, serta membangun pergaulan yang sehat.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jaga diri, jaga pergaulan, fokus belajar, dan raih cita-cita. Jangan sampai masa depan yang sudah direncanakan rusak karena narkoba,” pesannya.
Melalui edukasi dari BNN, peserta mendapatkan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, risiko yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya kemampuan menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari komitmen SMP NU 1 Hasyim Asy’ari Tarub dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Sekolah berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan dalam lingkungan keluarga dan pergaulan siswa, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, sehat, religius, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Editor: Tahmid












