Warta  

MAPSI SMP Kabupaten Tegal 2026: Bukan Sekadar Lomba, Jadi Ruang Silaturahmi dan Syiar Pendidikan Agama

Avatar photo
Musyawarah dan semangat kebersamaan mewarnai Technical Meeting Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMP Kabupaten Tegal Tahun 2026, Selasa (22/9/2026), di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Kegiatan diikuti koordinator dewan juri, official dan guru pendamping SMP se-Kabupaten Tegal, serta pengurus dan anggota MGMP PAI Kabupaten Tegal.

Slawi, Warta NU Tegal

Musyawarah dan semangat kebersamaan mewarnai Technical Meeting Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) jenjang SMP Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang digelar Selasa (22/9/2026) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Kegiatan tersebut dihadiri koordinator dewan juri, official masing-masing SMP se-Kabupaten Tegal, guru pendamping, serta pengurus dan anggota MGMP Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tegal.

MAPSI SMP Kabupaten Tegal tahun ini dipersiapkan sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana pembinaan peserta didik dalam bidang keagamaan dan seni Islami. Selain membahas teknis perlombaan, forum tersebut menekankan pentingnya sportivitas, kebersamaan, silaturahmi, dan menjaga nama baik pendidikan agama Islam di Kabupaten Tegal. Pegawai/staf Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal sekaligus panitia MAPSI, Wurjo, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan harus tetap dilakukan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sarana yang tersedia.

Wurjo mengatakan pelaksanaan MAPSI terus diupayakan meskipun adanya efisiensi anggaran. Menurutnya, jumlah mata lomba dan kebutuhan kegiatan justru terus berkembang sehingga diperlukan pengelolaan yang cermat.

“Dengan anggaran yang semakin diirit, lombanya semakin banyak dan umumnya semakin besar. Yang kedua kalinya lomba MAPSI akan dihadiri Bapak Bupati, maka kita persiapkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa peserta tetap memperoleh fasilitas dan penghargaan sesuai ketentuan, antara lain piagam, uang pembinaan, dan piala.

Ia menjelaskan, terdapat penambahan cabang lomba pada pelaksanaan tahun ini, yakni lomba adzan. Penambahan tersebut berimplikasi pada kebutuhan pembiayaan dan teknis pelaksanaan, namun panitia menyatakan siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan.

“Dalam tahun ini ada tambahan lomba adzan. Kalau tambah lomba berarti ada tambahan anggaran, tetapi kita siap. Kita tahu ada tambahan dan pasti siap semuanya,” kata Wurjo.

Baca Lainnya  Festival Muharam 1448 H di Kedungwungu Hadirkan Santunan Yatim, Bazar UMKM, dan Hadrah Al-Munsyidin

Ia menambahkan, MAPSI akan terus dipertahankan sebagai wadah pembinaan siswa SMP dan diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Tegal hingga tingkat provinsi.

Sementara itu, Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Nur Kartiningsih, yang mewakili Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, mengatakan dirinya telah mendampingi kegiatan PAI dan MAPSI sejak 2023. Ia menjelaskan bahwa pengawas SMP di lingkungan Dinas Dikbud Kabupaten Tegal saat ini berjumlah sembilan orang dengan pembagian bidang mata pelajaran, sementara tidak terdapat pengawas khusus mata pelajaran PAI.

“Karena saya sejak awal sebagai pengawas tahun 2023 sudah mendampingi kegiatan, baik MGMP PAI maupun MAPSI, maka saya ditugaskan untuk mendampingi Bahasa Jawa dan PAI,” tuturnya.

Nur Kartiningsih menyampaikan bahwa MAPSI SMP Kabupaten Tegal merupakan kegiatan rutin yang terus dikembangkan. Pelaksanaan tingkat kabupaten tahun ini dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 1 Pagerbarang pada Selasa, 29 September 2026, sedangkan technical meeting dilaksanakan lebih awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat.

“Tentunya yang diundang adalah semua guru Agama Islam di satuan pendidikan se-Kabupaten Tegal dan juri. Nanti para juri akan menyosialisasikan teknis pelaksanaannya,” jelasnya.

Nur Kartiningsih juga menekankan pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan juri. Menurutnya, unsur juri berasal dari berbagai latar belakang yang diharapkan mampu menjaga independensi dalam memberikan penilaian.

“Insyaallah ini solid untuk menjadi jurinya dan netral, tidak memihak satu dan yang lainnya. Tentunya ini semuanya untuk membawa nama baik Dinas Dikbud Kabupaten Tegal di tingkat provinsi,” ujarnya.

Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Tegal, Ahmad Tobari, mengajak seluruh guru PAI, peserta, pendamping, official, dan juri untuk menyatukan pemikiran serta menyepakati seluruh ketentuan perlombaan. Menurutnya, kesepakatan dalam technical meeting harus menjadi pijakan bersama agar pelaksanaan MAPSI berjalan tertib dari awal hingga akhir.

Baca Lainnya  Malam 10 Muharam di Sitail, Warga Kalijambu Gelar Ruwat Bumi dan Kalisalam Semarakkan Pawai Obor

“Marilah kita bersama untuk menyatukan berpikir, menyatukan pendapat agar kegiatan MAPSI nanti berjalan dengan baik, tidak ada halangan dan tidak ada bantahan,” katanya.

Ahmad Tobari menegaskan bahwa MAPSI tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar-GPAI, siswa, pendamping, official, dan dewan juri. Karena itu, setiap persoalan teknis yang mungkin muncul di lapangan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan tindakan sepihak.

“Intinya satu, MAPSI itu didasari dan dilandasi dengan tali silaturahmi. Jadi ketika kumpul bersama, bukan lomba saja, tetapi saling silaturahmi antar-GPAI, antarsiswa, antarpendamping, dan antarjuri,” tegasnya.

Ahmad Tobari mengajak seluruh keluarga besar PAI SMP se-Kabupaten Tegal untuk menjaga suasana MAPSI tetap damai, rukun, dan penuh keberkahan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan generasi muda sekaligus syiar nilai-nilai Islam melalui pendidikan.

“Mudah-mudahan kegiatan MAPSI tingkat kabupaten bisa berjalan dengan baik, damai, sejahtera, berkah, dan mendapat ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *