Warta  

Kasatkorkel Banser Argatawang Ustadz Nurofik: Jangan Biarkan Kesibukan Renggangkan Silaturahmi

Avatar photo
Banser Ranting Argatawang kembali menggelar rutinan selapanan pada Jumat malam Sabtu (18/9/2026) di kediaman Sahabat Banser, Moh Umar, Argatawang. Kegiatan diikuti para anggota Banser dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Jatinegara, Warta NU Tegal

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ranting Argatawang kembali menggelar rutinan selapanan pada Jumat malam Sabtu, (18/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sahabat Banser, Moh Umar, Argatawang, tersebut diikuti para anggota Banser dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Mengusung tema “Memperkuat Langkah dan Tugas Banser”, kegiatan selapanan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen para sahabat dalam menjalankan khidmah organisasi. Selain mempererat ukhuwah, pertemuan rutin tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan Banser dalam menjaga, mengayomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mengawal para kiai dan kegiatan Nahdlatul Ulama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ramah tamah, dilanjutkan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan tahlil. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian arahan, diskusi, serta ramah tamah bersama seluruh sahabat yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Kasatkorkel Banser Argatawang, Nurrofiq, dan Pembina Satkorkel Banser Argatawang, Ustadz Mutaalimin, menyampaikan pesan mengenai pentingnya kebersamaan dan kesungguhan dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Tugas Banser adalah tugas yang berkeringat. Tugas kita adalah menjaga, mengayomi, dan mengawal para kiai. Karena itu, menjadi Banser membutuhkan kesungguhan, kesiapan, dan keikhlasan dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan,” tegas Kasatkorkel Banser Argatawang, Nurrofiq.

“Banser harus selalu siap ketika dibutuhkan. Apa yang kita lakukan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi merupakan bagian dari khidmah kepada Nahdlatul Ulama, para kiai, dan masyarakat. Karena itu, semangat pengabdian harus terus dijaga,” lanjutnya.

“Melalui rutinan selapanan seperti ini, kita dapat saling bertemu, berkomunikasi, dan memperkuat koordinasi antarsahabat. Jangan sampai kesibukan masing-masing membuat komunikasi dan silaturahmi menjadi renggang. Justru dengan sering berkumpul, kekompakan kita akan semakin kuat,” ujar Nurrofiq.

Baca Lainnya  Shanti Alda Natalia Tinjau Bencana Tanah Bergerak Padasari, Dorong Relokasi dan Mitigasi Bencana Berkelanjutan

“Saya berharap seluruh sahabat Banser Argatawang terus menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kesiapan dalam menjalankan tugas. Mari kita rapatkan barisan, saling menguatkan, dan bersama-sama menjalankan amanah Banser dengan penuh keikhlasan,” pesannya.

Sementara itu, Pembina Satkorkel Banser Argatawang, Ustadz Mutaalimin, menekankan bahwa rutinan bukan sekadar kegiatan berkumpul, melainkan sarana untuk memperkuat ukhuwah dan membangun kekuatan bersama.

“Ketika kita kumpul, kita akan menemukan kekuatan, seperti sapu lidi. Satu lidi mudah dipatahkan, tetapi ketika bersatu menjadi sapu lidi, kekuatannya menjadi berbeda,” tuturnya.

“Manfaat dari kebersamaan juga akan terus meningkat, seperti halnya kedelai yang dapat memberikan banyak manfaat. Begitu pula dengan organisasi. Ketika para sahabat dapat berkumpul, berdiskusi, dan saling berbagi, akan muncul banyak manfaat yang dapat dirasakan bersama,” jelas Ustadz Mutaalimin.

“Mahabbah atau rasa cinta akan tumbuh karena sering bertemu. Kalau kita sering silaturahmi, sering duduk bersama, dan sering berkomunikasi, maka rasa persaudaraan akan semakin kuat. Dari situlah akan tumbuh kecintaan antara satu sahabat dengan sahabat lainnya,” ungkapnya.

“Karena itu, mari kita pertahankan rutinan ini. Jangan hanya menjadikannya sebagai agenda berkumpul, tetapi jadikan sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan semangat khidmah, dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas Banser di tengah masyarakat. Semoga kebersamaan ini terus membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi Banser, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat,” pungkas Ustadz Mutaalimin.

Editor : Tahmid
Kontributor : M. Umar Soleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *