Warta  

MAPSI SD ke-27 Kecamatan Bojong Digelar, Ikhtiar Cetak Generasi Islami Berprestasi

Avatar photo
Penampilan siswa pada Cabang Lomba Duet Religi turut memeriahkan MAPSI SD ke-27 Tingkat Kecamatan Bojong Tahun 2026 yang digelar di SDN Dukuhtengah, Kabupaten Tegal, Sabtu (19/9/2026).

Bojong, Warta NU Tegal

Semangat mencetak generasi berprestasi, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap pendidikan agama Islam dan seni Islami mewarnai pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 Tingkat Kecamatan Bojong Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Sabtu (19/9/2026).

Puluhan sekolah dasar dari wilayah Kecamatan Bojong mengikuti berbagai cabang lomba yang mengintegrasikan kemampuan keagamaan, seni Islami, keterampilan, serta pengembangan potensi peserta didik. Pelaksanaan lomba menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan keberanian, sportivitas, kreativitas, dan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Dari pantauan Warta NU Tegal di lokasi, penyelenggaraan MAPSI tahun ini berlangsung dengan melibatkan berbagai cabang kompetisi, mulai dari PAIBTQ, wudhu dan salat, azan, tilawah, hifdzil, khat, kaligrafi, khitobah, macapat, TIKI, cerita Islami hingga duet religi. Berdasarkan rekapitulasi kejuaraan, terdapat 22 kategori lomba yang menghasilkan masing-masing juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.

Pembenahan Sistem Juri

Ketua Panitia MAPSI SD Kecamatan Bojong, M. Sisbanani, menjelaskan bahwa penyelenggara dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan pembenahan agar kompetisi berjalan semakin profesional, objektif, dan berkualitas.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah tidak lagi menjadikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD sebagai dewan juri. Menurut Sisbanani, keterlibatan juri dari luar jenjang SD diharapkan mampu menjaga kualitas sekaligus memberikan penilaian yang lebih objektif kepada para peserta.

“Kami di MAPSI SD sudah beberapa tahun berupaya menciptakan MAPSI yang berkualitas, dalam arti tidak ada lagi guru PAI SD yang kami jadikan juri,” jelasnya saat pertemuan dengan dewan juri di SDN Dukuhtengah, Senin (14/9/2026).

Baca Lainnya  H. Abdul Aziz dan H. Mu'min Bekali Pelajar NU Margasari Jiwa Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Ia menyampaikan, dewan juri berasal dari berbagai unsur yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang lomba. Selain pendidik dari jenjang SMP, MTs, dan SMA, panitia juga melibatkan para kiai.

“Juri-juri yang ada berasal dari luar GPAI SD, juri kami ambil dari SMP, MTs hingga SMA, maupun dari para kiai. Ini dalam rangka ingin menciptakan MAPSI yang berkualitas,” katanya.

Langkah pembenahan tersebut, lanjut Sisbanani, mulai menunjukkan hasil. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, sejumlah peserta dari Kecamatan Bojong berhasil melanjutkan perjuangan hingga tingkat provinsi.

“Alhamdulillah di tahun kemarin kita bisa sampai melanjutkan tiga orang ke tingkat provinsi. Ini menjadi capaian yang tentu harus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya.

Untuk penyelenggaraan MAPSI 2026, panitia bahkan mendapat target lebih tinggi. Pengawas PAI memberikan target agar lebih banyak peserta dari Kecamatan Bojong mampu menembus tingkat provinsi.

“Tahun ini dari Ibu Pengawas PAI memberikan target yang luar biasa, penginnya ada lima yang bisa masuk ke tingkat provinsi. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk bisa melanjutkan sampai tingkat provinsi dan meraih juara,” tegas Sisbanani.

22 Cabang Lomba

Rekapitulasi hasil perlombaan menunjukkan MAPSI ke-27 Kecamatan Bojong mempertandingkan 22 kategori. Cabang tersebut meliputi PAIBTQ putra-putri, wudhu dan salat putra-putri, azan, tilawah putra-putri, hifdzil putra-putri, khat putra-putri, kaligrafi putra-putri, khitobah putra-putri, macapat putra-putri, TIKI putra-putri, cerita Islami putra-putri, serta duet religi.

Pada sejumlah cabang, peserta menunjukkan persaingan yang cukup ketat. Para juara berasal dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Bojong, menunjukkan bahwa potensi peserta didik dalam bidang keagamaan dan seni Islami tersebar di berbagai satuan pendidikan.

SDN Danasari 02 tercatat menorehkan capaian menonjol dengan meraih lima juara pertama, disusul sejumlah sekolah lain yang juga berhasil mengoleksi prestasi pada berbagai kategori. Sementara itu, SDN Rembul 01 meraih dua juara pertama, dua juara kedua, dua juara ketiga, serta sejumlah juara harapan.

Baca Lainnya  Gotong Royong Warga Rembul Tembus Rp11,7 Juta, PRNU dan Banom NU Salurkan Bantuan ke Pos Lazisnu

Sekolah lainnya juga menunjukkan capaian masing-masing. SDN Bojong 02 meraih dua juara pertama dan dua juara kedua, sedangkan SDN Suniarsih memperoleh dua juara pertama dan dua juara kedua.

Tuan Rumah SDN Dukuhtengah Turut Berprestasi

Sebagai tuan rumah, SDN Dukuhtengah juga mampu menunjukkan prestasi dalam sejumlah cabang lomba. Berdasarkan rekapitulasi akhir, sekolah tersebut meraih dua juara pertama, satu juara ketiga, satu harapan pertama, satu harapan kedua, dan satu harapan ketiga.

Dua gelar juara pertama SDN Dukuhtengah diraih melalui cabang Azan dan Khat Putra. Pada cabang Azan, M. Rizki Maulana Romadhon meraih peringkat pertama dengan nilai 362. Sementara pada cabang Khat Putra, Arjuna Wijaya menjadi juara pertama dengan nilai 236.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari warna tersendiri dalam pelaksanaan MAPSI ke-27, terlebih kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang menjadi tuan rumah.

Selain dua juara pertama tersebut, SDN Dukuhtengah juga mencatatkan prestasi pada sejumlah kategori lain, termasuk capaian peserta dalam cabang yang diikuti oleh sekolah tersebut.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *